Ad Placeholder Image

Kupas Tuntas ICD Frozen Shoulder: Kenali dan Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Maret 2026

Cara Kenali ICD Frozen Shoulder dan Atasi Bahu Beku

Kupas Tuntas ICD Frozen Shoulder: Kenali dan AtasiKupas Tuntas ICD Frozen Shoulder: Kenali dan Atasi

Memahami Kode ICD-10 Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis): Panduan Lengkap

Frozen shoulder, atau adhesive capsulitis, adalah kondisi umum yang menyebabkan nyeri dan kekakuan signifikan pada sendi bahu. Kondisi ini dapat membatasi gerakan bahu secara progresif, berdampak besar pada kualitas hidup seseorang. Dalam ranah medis, setiap diagnosis memiliki kode klasifikasi internasional yang penting untuk rekam medis, penagihan, dan penelitian. Untuk frozen shoulder, kode ICD-10-CM utamanya adalah M75.0. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai frozen shoulder, kode ICD-10 yang relevan, serta aspek penting lainnya yang perlu diketahui.

Sekilas Tentang Frozen Shoulder dan ICD-10

Frozen shoulder adalah peradangan dan penebalan kapsul sendi bahu yang mengakibatkan nyeri hebat dan keterbatasan gerak. Kode ICD-10-CM (International Classification of Diseases, Tenth Revision, Clinical Modification) M75.0 secara spesifik mengidentifikasi kondisi ini. Kode ini krusial untuk membedakan frozen shoulder dari masalah bahu lainnya seperti sindrom impingement (M75.4), serta memastikan akurasi dalam sistem penagihan layanan kesehatan dan pencatatan data medis.

Apa Itu Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis)?

Frozen shoulder, atau juga dikenal sebagai adhesive capsulitis atau periarthritis bahu, adalah kelainan pada sendi bahu yang ditandai dengan nyeri persisten dan kehilangan gerakan sendi secara bertahap. Kondisi ini terjadi ketika kapsul sendi bahu, jaringan ikat yang mengelilingi sendi, menebal, mengerut, dan menjadi meradang. Akibatnya, ruang di dalam kapsul sendi menyusut, membatasi kemampuan bahu untuk bergerak dengan bebas. Frozen shoulder termasuk dalam kategori gangguan jaringan lunak.

Mengenal Kode ICD-10 untuk Frozen Shoulder

Sistem Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-10) adalah standar diagnostik global untuk semua informasi kesehatan. Kode ICD-10 digunakan untuk melacak morbiditas dan mortalitas, penagihan, serta penelitian. Untuk frozen shoulder, kode utamanya adalah M75.0, yang kemudian dipecah lebih lanjut berdasarkan sisi bahu yang terkena.

Berikut adalah kode ICD-10-CM kunci untuk frozen shoulder (adhesive capsulitis):

  • M75.00: Adhesive capsulitis bahu tidak spesifik. Kode ini digunakan ketika sisi bahu yang terkena tidak dijelaskan dalam catatan klinis atau rekam medis.
  • M75.01: Adhesive capsulitis bahu kanan. Kode ini khusus untuk kondisi frozen shoulder yang menyerang bahu sisi kanan.
  • M75.02: Adhesive capsulitis bahu kiri. Kode ini digunakan ketika kondisi frozen shoulder mempengaruhi bahu sisi kiri.

Penggunaan kode yang tepat memastikan bahwa kondisi pasien didokumentasikan secara akurat, memudahkan proses klaim asuransi, dan membantu profesional medis dalam memahami prevalensi serta karakteristik penyakit.

Gejala Utama Frozen Shoulder

Frozen shoulder berkembang secara bertahap dalam tiga tahap utama, masing-masing dengan karakteristik gejala yang khas:

  • **Tahap Pembekuan (Freezing Stage):** Ditandai dengan nyeri yang meningkat secara bertahap. Nyeri seringkali lebih parah di malam hari dan memburuk dengan gerakan bahu. Rentang gerak bahu mulai terbatas. Tahap ini bisa berlangsung dari 6 minggu hingga 9 bulan.
  • **Tahap Beku (Frozen Stage):** Pada tahap ini, rasa nyeri mungkin mulai berkurang, tetapi kekakuan bahu menjadi lebih parah. Gerakan bahu sangat terbatas, bahkan untuk aktivitas sehari-hari. Tahap ini dapat berlangsung 4 hingga 12 bulan.
  • **Tahap Pencairan (Thawing Stage):** Kekakuan pada bahu secara bertahap mulai mereda. Rentang gerak bahu mulai membaik, meskipun pemulihan penuh bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun bagi sebagian individu.

Gejala-gejala ini secara kolektif menyebabkan nyeri yang parah, persisten, dan hilangnya kemampuan gerak bahu secara progresif.

Penyebab dan Faktor Risiko Frozen Shoulder

Penyebab pasti frozen shoulder seringkali tidak diketahui, namun ada beberapa faktor risiko dan kondisi yang sering dikaitkan dengan kemunculannya:

  • **Imobilitas yang Berkepanjangan:** Terjadi setelah cedera bahu, operasi, atau kondisi medis seperti stroke yang memaksa bahu tidak bergerak untuk waktu lama.
  • **Kondisi Medis Tertentu:** Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan frozen shoulder. Kondisi lain seperti penyakit Parkinson, penyakit tiroid (hipotiroidisme dan hipertiroidisme), penyakit jantung, dan tuberkulosis juga dapat meningkatkan risiko.
  • **Usia dan Jenis Kelamin:** Lebih sering terjadi pada individu berusia 40 hingga 60 tahun, dan wanita lebih rentan dibandingkan pria.

Memahami faktor-faktor ini penting untuk deteksi dini dan pengelolaan risiko.

Penanganan dan Pilihan Terapi Frozen Shoulder

Tujuan utama penanganan frozen shoulder adalah mengurangi nyeri dan mengembalikan rentang gerak bahu. Pilihan terapi dapat meliputi:

  • **Terapi Fisik (Fisioterapi):** Latihan khusus untuk meregangkan kapsul sendi dan meningkatkan fleksibilitas serta kekuatan. Ini adalah pilar utama dalam pemulihan.
  • **Obat Pereda Nyeri:** Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau pereda nyeri lainnya dapat diresepkan untuk mengelola rasa sakit.
  • **Suntikan Kortikosteroid:** Suntikan langsung ke dalam sendi bahu dapat mengurangi peradangan dan nyeri secara signifikan, terutama pada tahap awal.
  • **Hidrodilatasi:** Prosedur di mana cairan steril disuntikkan ke dalam kapsul sendi untuk meregangkannya.
  • **Pembedahan:** Jarang diperlukan, tetapi dapat dipertimbangkan jika metode konservatif tidak berhasil. Prosedur seperti arthroscopic capsular release dapat dilakukan untuk memotong jaringan kapsul yang kaku.

Rencana penanganan biasanya disesuaikan dengan tahap kondisi pasien dan tingkat keparahan gejala.

Pencegahan Frozen Shoulder

Meskipun tidak selalu dapat dicegah, terutama pada kasus primer tanpa penyebab yang jelas, langkah-langkah tertentu dapat membantu mengurangi risiko atau mencegah kekambuhan:

  • **Mobilisasi Dini Setelah Cedera atau Operasi:** Jika mengalami cedera bahu atau menjalani operasi yang memerlukan imobilisasi, penting untuk memulai latihan rentang gerak sesegera mungkin sesuai anjuran dokter atau fisioterapis.
  • **Pengelolaan Kondisi Medis:** Penderita diabetes atau kondisi lain yang meningkatkan risiko frozen shoulder harus mengelola penyakitnya dengan baik.
  • **Latihan Regangan Rutin:** Melakukan latihan regangan bahu secara teratur dapat membantu menjaga fleksibilitas sendi.

Konsultasi dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan spesifik sangat dianjurkan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika mengalami nyeri bahu persisten dan mulai kesulitan menggerakkan bahu, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah perkembangan kondisi menjadi lebih parah dan mempercepat proses pemulihan. Profesional medis dapat membantu membedakan frozen shoulder dari masalah bahu lainnya dan merumuskan rencana perawatan yang paling efektif.

Untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau fisioterapis. Melalui platform Halodoc, tersedia kemudahan untuk berdiskusi dengan dokter secara daring atau membuat janji temu di fasilitas kesehatan terdekat, memastikan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.