Ad Placeholder Image

Kupas Tuntas Operasi Kelenjar Getah Bening di Leher

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Operasi Kelenjar Getah Bening di Leher: Pahami Yuk!

Kupas Tuntas Operasi Kelenjar Getah Bening di LeherKupas Tuntas Operasi Kelenjar Getah Bening di Leher

DAFTAR ISI


Kelenjar getah bening merupakan bagian vital dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai filter untuk menjebak virus, bakteri, dan sel kanker sebelum mereka menyebar ke bagian tubuh lainnya. Di area leher sendiri, terdapat ratusan kelenjar getah bening berukuran kecil seperti kacang. Normalnya, kelenjar ini tidak terasa saat diraba. Namun, ketika tubuh sedang melawan infeksi atau penyakit tertentu, kelenjar ini bisa membengkak (limfadenopati) hingga menimbulkan benjolan yang kentara.

Sebagian besar kasus pembengkakan kelenjar getah bening dapat kempes dengan sendirinya setelah infeksi mereda. Akan tetapi, ada kondisi di mana benjolan terus membesar, mengeras, atau tidak kunjung hilang dalam hitungan minggu. Dalam situasi seperti ini, tindakan medis lanjutan seperti operasi kelenjar getah bening di leher mungkin sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis atau mencegah penyebaran penyakit yang lebih serius.

Tindakan operasi ini, baik berupa biopsi maupun pengangkatan jaringan (diseksi leher), tentu membutuhkan evaluasi medis yang menyeluruh. Oleh karena itu, jika kamu menemukan benjolan yang mencurigakan di area leher, rahang, atau belakang telinga, jangan ragu untuk konsultasi dokter spesialis agar mendapatkan diagnosis yang akurat sedini mungkin.

Lantas, bagaimana sebenarnya prosedur operasi kelenjar getah bening di area leher ini dilakukan dan apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut adalah ulasan lengkapnya!

Mengapa Operasi Kelenjar Getah Bening di Leher Diperlukan?

Keputusan untuk melakukan operasi kelenjar getah bening di leher tidak diambil secara sembarangan. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan awal, seperti tes darah, USG leher, hingga CT Scan. Jika hasilnya memerlukan intervensi lebih lanjut, operasi akan disarankan dengan dua tujuan utama, yaitu:

1. Keperluan Diagnosis (Biopsi)

Jika dokter mencurigai adanya indikasi keganasan (kanker) seperti limfoma, atau infeksi kronis seperti Tuberkulosis (TB) kelenjar, tindakan biopsi akan dilakukan. Biopsi adalah prosedur bedah kecil untuk mengambil sebagian (insisi) atau seluruh (eksisi) kelenjar getah bening yang bermasalah. Jaringan yang diangkat kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter patologi untuk mengetahui secara pasti jenis sel yang ada di dalamnya.

2. Pengobatan dan Pencegahan Penyebaran (Diseksi Leher)

Pada kasus di mana seseorang telah didiagnosis mengidap kanker di area kepala dan leher (seperti kanker tiroid, kanker mulut, atau kanker laring), sel kanker sangat berpotensi menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening di sekitarnya. Untuk mencegah hal ini, dokter bedah onkologi akan melakukan prosedur diseksi leher (neck dissection), yaitu pengangkatan beberapa atau seluruh kelenjar getah bening di satu atau kedua sisi leher bersama dengan jaringan di sekitarnya.

Tanda-Tanda Benjolan yang Perlu Diwaspadai
  1. Benjolan tidak terasa sakit namun ukurannya terus membesar lebih dari 2 minggu.
  2. Teksturnya terasa keras, padat, dan sulit digerakkan saat disentuh dengan jari.
  3. Disertai gejala sistemik seperti demam berkepanjangan, keringat berlebih di malam hari, dan penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Persiapan dan Prosedur Operasi

Seperti tindakan pembedahan pada umumnya, operasi di area leher membutuhkan persiapan fisik dan mental. Pasien biasanya diwajibkan untuk berpuasa selama 6-8 jam sebelum operasi, terutama jika menggunakan bius total (anestesi umum). Dokter juga akan meminta pasien untuk menghentikan sementara konsumsi obat pengencer darah untuk meminimalkan risiko perdarahan.

Saat prosedur berlangsung, area leher akan dibersihkan secara steril. Pada biopsi eksisi ringan, operasi mungkin hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 60 menit dengan menggunakan bius lokal. Namun, pada prosedur diseksi leher yang lebih kompleks, operasi bisa memakan waktu berjam-jam di bawah pengaruh bius total. Dokter bedah akan membuat sayatan yang disesuaikan dengan anatomi leher (biasanya di lipatan kulit alami) agar bekas luka atau jahitan nantinya dapat tersamarkan dengan baik.

Pemulihan Pasca Operasi

Pasca operasi, pasien mungkin akan merasakan nyeri, kaku di area leher, hingga pembengkakan ringan. Hal ini adalah respons alami tubuh terhadap trauma bedah. Pada operasi besar, selang kecil (drainase) mungkin akan dipasang sementara di area luka untuk mengeluarkan sisa cairan dan darah agar tidak menumpuk.

Perawatan luka yang baik sangat krusial untuk mencegah infeksi. Pastikan luka tetap kering dan bersih sesuai instruksi dokter. Dokter juga akan meresepkan obat-obatan esensial seperti antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri, serta analgesik (pereda nyeri). Untuk memudahkan kamu dalam memenuhi kebutuhan perawatan luka, menebus resep, atau membeli suplemen vitamin C guna mempercepat penyembuhan jaringan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc secara praktis tanpa harus keluar rumah.

Studi Terkait Operasi Kelenjar Getah Bening di Leher

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi medis yang mengulas efektivitas dan komplikasi dari prosedur diseksi leher (neck dissection) pada pasien kanker. Studi tersebut menjelaskan bahwa pengangkatan kelenjar getah bening leher secara selektif secara signifikan meningkatkan tingkat harapan hidup pasien dengan kanker kepala dan leher tipe sel skuamosa.

Lebih lanjut, studi tersebut juga menegaskan bahwa dengan kemajuan teknik bedah saat ini, komplikasi seperti cedera pada saraf kranial (saraf di sekitar leher dan bahu) telah berhasil diminimalkan. Hal ini membuat prosedur pembedahan kelenjar getah bening di leher semakin aman dengan tingkat pemulihan fungsional yang jauh lebih cepat dibandingkan dekade sebelumnya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apakah operasi kelenjar getah bening di leher berbahaya?

Seperti semua tindakan bedah, operasi ini memiliki risiko medis. Namun, di tangan dokter bedah yang kompeten, prosedurnya sangat aman. Risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau cedera saraf tergolong rendah dan dokter selalu mengambil langkah antisipatif untuk mencegahnya.

2. Berapa lama waktu pemulihan setelah operasi selesai?

Waktu pemulihan bervariasi tergantung jenis operasi. Untuk biopsi kecil, pasien biasanya bisa beraktivitas normal dalam 1-2 minggu. Sementara untuk operasi diseksi leher yang lebih besar, pemulihan optimal bisa memakan waktu 4 hingga 8 minggu dengan pendampingan fisioterapi jika diperlukan.

3. Apakah operasi ini akan meninggalkan bekas luka yang kentara?

Dokter bedah kosmetik atau bedah onkologi selalu berusaha membuat sayatan pada lipatan alami kulit leher (skin creases). Seiring berjalannya waktu dan dengan perawatan luka yang tepat menggunakan salep penghilang bekas luka, garis sayatan umumnya akan memudar dan sulit terlihat dengan jelas.

4. Apakah kelenjar getah bening yang diangkat akan tumbuh kembali?

Kelenjar getah bening yang sudah diangkat secara keseluruhan tidak akan tumbuh kembali. Namun, kamu tidak perlu khawatir mengenai sistem imun. Tubuh manusia memiliki ratusan kelenjar getah bening lain yang akan secara otomatis mengambil alih fungsi dari kelenjar yang telah diangkat tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Swollen lymph nodes – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Neck Dissection: What It Is, Types, Procedure & Recovery.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Neck Dissection – StatPearls.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Lymphatic System and Immunity Response Guidelines.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang