• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kurang Tidur Berbaya Bagi Ibu Hamil, Masa Sih?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kurang Tidur Berbaya Bagi Ibu Hamil, Masa Sih?

Kurang Tidur Berbaya Bagi Ibu Hamil, Masa Sih?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 16 Maret 2018
Kurang Tidur Berbaya Bagi Ibu Hamil, Masa Sih?Kurang Tidur Berbaya Bagi Ibu Hamil, Masa Sih?

Halodoc, Jakarta – Enggak usah memperdebatkan lagi dampak kurang tidur bagi kesehatan mental dan fisik. Banyak ahli sepakat bahwa bahaya kurang tidur bisa menyebabkan rentetan masalah bagi fisik dan psikis. Mulai dari meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, melambatnya kognitif, hingga depresi. Nah, untuk ibu hamil sendiri kurang tidur juga bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi dirinya dan janin.

Omong-omong soal tidur,  menurut ahli dari Divisi Neurologi dan Klinik Gangguan Tidur Boston Medical Center, AS, sebenarnya masyarakat modern (khususnya orang dewasa) saat ini waktu tidurnya lebih sedikit 1,5 jam dibandingkan dengan rata-rata orang dewasa 100 tahun lalu.  Bagaimana di negara kita? Seperti dilansir Daily Mail (2015), rata-rata tidur orang indonesia hanya 6,25 jam perhari. Padahal, menurut  Nation Sleep Foundation setidaknya orang dewasa (18-64 tahun) perlu tidur malam 7-9 jam perhari. Nah, kira-kira apa ya yang bakal terjadi ketika ibu hamil kekurangan tidur?

Bikin Depresi dan Prematur

Sebenarnya ada cara sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk ibu hamil. Partama olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi seimbang, dan terakhir tidur cukup dan berkualitas. Nah, bahaya kurang tidur bagi ibu hamil enggak cuma kelelahan saja. Namun, juga bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional (kondisi gula darah yang tidak normal selama kehamilan).

Kamu harus waspada, kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat berlebih, kelahiran prematur, atau gangguan pernapasan pada bayi. Menurut studi yang dipublikasi dalam Sleep Medicine Reviews, wanita yang tidurnya kurang dari 6,25 jam semalam, berisiko tiga kali lipat menderita diabetes gestasional daripada mereka yang cukup tidur.

Selain itu, menurut studi yang dipublikasikan dalam US National Library of Medicine – National Institutes of Health, bahaya kurang tidur bagi ibu hamil bisa meningkatkan level sel inflamasi (perdangan) bernama sel cytokines. Nah, tingginya level sel peradangan dalam tubuh ini berhubungan dengan kelahiran prematur dan depresi pascamelahirkan.

Sitem Imun Turun, Tekanan Darah Naik

Selain kedua masalah di atas, ibu hamil yang kurang tidur juga bisa mengalami tekanan darah tinggi (preeklamsia) di trimester berikutnya. Menurut studi dari University of Washington, ibu yang yang kurang tidur dari lima jam dalam 14 minggu pertama kehamilan, berisiko terkena preeklamsia hingga sepuluh kali lipat. Namun, kamu enggak perlu risau, sebab cukup tidur bisa menurunkan tekanan darah antara 10-20 persen. Artinya, semakin tidur cukup, tekanan darah pun bisa normal.

Menurut penelitian lain, ibu hamil yang tidurnya kurang dari enam jam pada malam hari pada trimester pertama,  memiliki tekanan darah sistolik 4 mm/Hg (tekanan darah batas atas) lebih tinggi dibanding ibu hamil yang tidur lebih dari 7 jam.

Bahaya kurang tidur bagi ibu hamil juga bisa memengaruhi sistem imunnya. Penenelitian dari University of Pittsburgh School of Medicine mengatakan, kualitas dan kuantitas tidur yang buruk selama kehamilan, bisa mengganggu proses kekebalan tubuh Ibu. Apalagi bila ibu mengalami depresi, kemungkinan untuk  menderita gangguan tidur lebih besar. Imbasnya, bisa menyebabkan gangguan sistem imun yang sangat merugikan.

Anemia dan Masalah Persalinan

Bahaya kurang tidur bagi ibu hamil juga bisa menyebabkan anemia. Sebab produksi sel darah akan terganggu bila ibu kekurangan tidur. Kalau sudah begitu, distribusi oksigen ke seluruh jaringan tubuh, termasuk janin bisa terhambat. Hal inilah yang bisa membahayakan janin, sebab ia membutuhkan suplai oksigen dan sari-sari makanan agar tumbuh kembangnya bisa optimal. Kalau memang ibu mengidap anemia, mau enggak mau ia mesti menambah asupan zat besi dari berbagai makanan. Misalnya, daging merah, ayam, ikan, atau kacang-kacangan.

Yang bikin resah lagi, kurang tidur bagi ibu hamil bisa menyebabkan proses persalinan berjalan lama. Menurut studi dari UCSF School of Nursing, AS, kurang tidur saat ibu hamil tua cenderung membuatnya mengalami proses kelahiran yang lama. Penelitian itu juga menunjukkan, ibu hamil yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari enam jam per malam, mengalami proses kelahiran  rata-rata 29 jam. Sementara ibu hamil yang cukup tidur hanya membutuhkan 17,7 jam.

Punya keluhan seputar kehamilan dan ingin tahu solusinya? Ibu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Mudah dan praktis kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.