Ad Placeholder Image

Lacto-B Tak Ampuh? Diare Tak Kunjung Sembuh, Ini Solusinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Lacto-B Tak Ampuh? Diare Tak Kunjung Sembuh, Ini Sebabnya!

Lacto-B Tak Ampuh? Diare Tak Kunjung Sembuh, Ini Solusinya!Lacto-B Tak Ampuh? Diare Tak Kunjung Sembuh, Ini Solusinya!

Diare adalah masalah pencernaan umum yang ditandai dengan buang air besar (BAB) yang encer dan frekuensi yang meningkat. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Sudah minum Lacto-B tapi masih diare, apa penyebabnya?” Lacto-B adalah probiotik yang membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di usus, tetapi bukan obat penghenti diare instan. Artikel ini akan membahas penyebab diare yang mungkin terjadi meski sudah mengonsumsi Lacto-B, serta langkah-langkah yang perlu diambil.

Apakah Lacto-B Langsung Menghentikan Diare?

Lacto-B mengandung bakteri baik (probiotik) yang bermanfaat untuk kesehatan usus. Probiotik membantu menyeimbangkan kembali flora usus yang terganggu, misalnya akibat infeksi atau penggunaan antibiotik. Namun, perlu dipahami bahwa Lacto-B bukanlah obat antidiare yang bekerja secara instan. Lacto-B membutuhkan waktu untuk memulihkan keseimbangan bakteri di usus dan meredakan diare.

Penyebab Diare Meski Sudah Minum Lacto-B

Jika diare masih berlanjut setelah mengonsumsi Lacto-B, ada beberapa kemungkinan penyebabnya:

  • Infeksi Bakteri atau Virus: Diare seringkali disebabkan oleh infeksi bakteri (seperti E. coli atau Salmonella) atau virus (seperti rotavirus). Infeksi ini memerlukan penanganan khusus selain probiotik.
  • Alergi atau Intoleransi Makanan: Beberapa orang mengalami diare akibat alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti laktosa (pada produk susu).
  • Malabsorpsi: Kondisi malabsorpsi, yaitu gangguan penyerapan nutrisi di usus, juga dapat menyebabkan diare.
  • Penyebab Lain: Diare juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, penyakit radang usus, atau stres.

Tindakan yang Perlu Diambil saat Diare Berlanjut

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan jika diare tidak membaik setelah mengonsumsi Lacto-B:

  • Lanjutkan dan Evaluasi: Lacto-B dapat dilanjutkan sesuai dosis yang dianjurkan. Perhatikan apakah ada perbaikan setelah 2-3 hari. Jika diare menetap atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Cegah Dehidrasi: Diare dapat menyebabkan dehidrasi karena kehilangan cairan dan elektrolit. Berikan oralit setiap kali buang air besar encer untuk mengganti cairan yang hilang.
  • Atur Pola Makan: Konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, nasi tim, pisang, dan roti tawar. Hindari makanan pedas, berminyak, tinggi serat, dan produk susu (sementara waktu).

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Diare berlangsung lebih dari 2 hari.
  • Tanda-tanda dehidrasi (lemas, mata cekung, jarang buang air kecil).
  • Demam tinggi.
  • Terdapat darah atau lendir dalam tinja.
  • Muntah berulang.
  • Nyeri perut yang parah.

Mencegah Diare

Beberapa langkah pencegahan diare meliputi:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan aman.
  • Menghindari konsumsi makanan yang tidak matang atau mentah.
  • Melakukan vaksinasi rotavirus pada bayi dan anak-anak.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Lacto-B adalah probiotik yang bermanfaat untuk memulihkan keseimbangan usus, tetapi bukan pengobatan instan untuk diare. Jika diare berlanjut setelah mengonsumsi Lacto-B, penting untuk mencari tahu penyebabnya dan mengambil langkah-langkah yang tepat, seperti mencegah dehidrasi dan mengatur pola makan. Jika terdapat tanda-tanda bahaya, segera konsultasikan dengan dokter.

Untuk penanganan diare dan masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terpercaya di Halodoc. Dapatkan informasi dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga.