Ad Placeholder Image

Langkah Langkah Push Up: Cara Benar untuk Pemula

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Langkah-Langkah Push Up: Gerakan Tepat Tanpa Ribet

Langkah Langkah Push Up: Cara Benar untuk PemulaLangkah Langkah Push Up: Cara Benar untuk Pemula

DAFTAR ISI


Push up adalah salah satu latihan beban tubuh (bodyweight exercise) yang paling mendasar namun sangat efektif untuk membangun kekuatan tubuh bagian atas. Meskipun terlihat sederhana, banyak orang, terutama pemula, yang masih kesulitan melakukan teknik ini dengan benar. Padahal, penguasaan cara push up untuk pemula merupakan fondasi penting sebelum beralih ke jenis latihan kekuatan yang lebih kompleks.

Latihan ini tidak hanya melatih otot dada (pectoralis), tetapi juga melibatkan otot bahu (deltoids), lengan belakang (triceps), hingga otot inti (core). Melakukan push up secara rutin dapat meningkatkan stabilitas tubuh, memperbaiki postur, dan tentu saja meningkatkan massa otot. Namun, risiko cedera akan meningkat jika teknik yang digunakan salah, seperti posisi punggung yang melengkung atau penempatan tangan yang tidak tepat.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa progres dalam olahraga tidak terjadi dalam semalam. Bagi pemula, fokus utama seharusnya adalah pada kualitas gerakan, bukan kuantitas repetisi. Dengan memahami anatomi gerakan dan mengikuti tahapan yang benar, kamu dapat meminimalkan risiko nyeri sendi atau ketegangan otot yang tidak perlu.

Nah, mau tahu bagaimana langkah-langkah detail dan cara push up untuk pemula agar mendapatkan hasil maksimal? Berikut ulasannya!

Mengapa Push Up Penting untuk Pemula?

Push up dianggap sebagai “gold standard” dalam latihan fungsional karena gerakannya meniru banyak aktivitas sehari-hari, seperti mendorong pintu yang berat atau mengangkat benda dari lantai. Bagi pemula, push up memberikan keuntungan luar biasa tanpa memerlukan alat tambahan di gym. Artinya, latihan ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Selain membangun otot, push up juga berkontribusi pada kesehatan jantung (kardiovaskular). Karena gerakan ini melibatkan banyak kelompok otot besar secara bersamaan, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, stabilitas yang didapat dari penguatan otot core saat push up sangat membantu dalam mencegah sakit punggung di masa depan.

Persiapan Fisik Sebelum Memulai

Jangan langsung terjun ke posisi plank dan melakukan push up tanpa persiapan. Tubuh membutuhkan transisi untuk siap melakukan beban kerja yang intens. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu siapkan:

  • Pemanasan Dinamis: Lakukan putaran bahu, ayunan lengan, dan plank statis selama 30 detik untuk mengaktifkan otot-otot yang akan bekerja.
  • Pakaian yang Nyaman: Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak membatasi ruang gerak sendi.
  • Alas yang Tidak Licin: Gunakan matras yoga atau lantai yang memiliki daya cengkeram baik agar tangan tidak tergelincir saat melakukan tekanan.

Langkah-langkah Cara Push Up untuk Pemula yang Benar

Berikut adalah panduan teknis yang harus kamu ikuti secara perlahan agar tidak mengalami cedera:

1. Posisi Awal (Setup)

Mulailah dengan posisi merangkak di lantai. Letakkan tangan sedikit lebih lebar dari lebar bahu. Pastikan jari-jari tangan menghadap ke depan atau sedikit keluar. Luruskan kaki ke belakang hingga tubuh membentuk garis lurus dari kepala hingga tumit. Posisi ini mirip dengan posisi high plank.

2. Aktivasi Core dan Glutes

Kencangkan otot perut (core) seolah-olah seseorang akan memukul perutmu. Kencangkan juga otot bokong (glutes). Hal ini sangat krusial agar pinggul tidak merosot ke bawah atau mencuat ke atas, yang dapat menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang bawah.

3. Gerakan Menurun (Eksentrik)

Mulai turunkan tubuh dengan menekuk siku. Pastikan siku tidak melebar ke samping membentuk huruf “T”, melainkan tetap berada di sudut sekitar 45 derajat dari tubuh (membentuk huruf “A”). Tarik napas saat tubuh turun. Turunkan tubuh hingga dada hampir menyentuh lantai atau sejauh yang kamu bisa dengan tetap menjaga kontrol.

4. Gerakan Mendorong (Konsentrik)

Buang napas saat kamu mendorong tubuh kembali ke posisi awal. Bayangkan kamu sedang mendorong lantai menjauh dari tubuhmu. Pastikan lengan terkunci kembali di posisi atas, namun jangan sampai menyentak sendi siku (hyperextension).

Variasi Push Up untuk Tingkat Pemula

Jika melakukan push up standar masih terasa sangat berat, jangan memaksakan diri. Kamu bisa memulai dengan variasi yang lebih ringan berikut ini:

1. Wall Push Up (Push Up di Tembok)

Variasi ini paling cocok untuk pemula absolut atau mereka yang memiliki masalah mobilitas. Caranya, berdirilah di depan tembok, letakkan tangan di tembok, dan lakukan gerakan mendorong seperti push up biasa. Semakin jauh kaki dari tembok, semakin berat beban yang dirasakan.

2. Incline Push Up

Gunakan permukaan yang lebih tinggi seperti meja, kursi yang stabil, atau bangku taman. Dengan posisi tangan yang lebih tinggi dari kaki, beban pada tubuh bagian atas akan berkurang, sehingga memudahkan kamu untuk mempelajari teknik pernapasan dan kontrol otot.

3. Knee Push Up (Push Up Lutut)

Ini adalah variasi paling populer. Alih-alih bertumpu pada jari kaki, tumpuan beban dipindahkan ke lutut. Pastikan punggung tetap lurus dan tidak menekuk di bagian pinggang.

Tips Keamanan untuk Pemula
  1. Jangan menahan napas; selalu sinkronkan napas dengan gerakan.
  2. Berhenti jika merasakan nyeri tajam di bagian sendi bahu atau pergelangan tangan.
  3. Lakukan gerakan secara perlahan untuk membangun koneksi otak dan otot (mind-muscle connection).

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak orang melakukan cara push up untuk pemula dengan asal-asalan, yang akhirnya justru memicu cedera. Hindari hal-hal berikut:

  • Siku Melebar (Flaring Elbows): Menekuk siku 90 derajat ke samping dapat merusak tendon bahu. Selalu arahkan siku sedikit ke belakang.
  • Pinggul Merosot (Sagging Hips): Ini biasanya terjadi karena otot core yang lemah. Jika ini terjadi, lebih baik turunkan lutut ke lantai.
  • Menatap ke Depan: Menengadah saat push up dapat membuat leher tegang. Pastikan pandangan mata sedikit ke depan lantai, menjaga leher tetap netral.

Tips Agar Tetap Konsisten Berlatih

Kunci dari latihan kekuatan adalah konsistensi dan progressive overload (peningkatan beban secara bertahap). Mulailah dengan target kecil, misalnya 3 set dengan 5-8 repetisi. Lakukan 2-3 kali seminggu. Setelah terasa mudah, tambahkan jumlah repetisi atau beralih ke variasi yang lebih sulit.

Pastikan juga kamu memberikan waktu istirahat (recovery) bagi otot untuk pulih. Otot tidak tumbuh saat kamu berlatih, melainkan saat kamu beristirahat dan tidur cukup.

Kapan Harus Menghubungi Tenaga Medis?

Wajar jika otot terasa pegal (DOMS) satu atau dua hari setelah latihan. Jika kamu mengalami nyeri otot setelah berlatih yang mengganggu aktivitas, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan seperti balsem otot atau pereda nyeri ringan yang tersedia bebas.

Namun, waspadai jika muncul gejala seperti bunyi “klik” yang disertai nyeri di bahu, bengkak pada pergelangan tangan, atau nyeri yang menjalar ke leher. Jika kondisi ini terjadi, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc agar mendapatkan pemeriksaan fisik dan diagnosis yang tepat mengenai kemungkinan cedera ligamen atau tendon.

Studi Mengenai Efektivitas Push Up

JAMA Network Open menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa kemampuan melakukan push up dalam jumlah tertentu berhubungan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular pada pria dewasa.

Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang mampu melakukan lebih dari 40 push up memiliki risiko kejadian penyakit jantung 96% lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mampu melakukan kurang dari 10 kali. Hal ini menegaskan bahwa push up bukan sekadar latihan otot estetik, melainkan indikator kesehatan fisik secara menyeluruh.

Ingin Mulai Rutinitas Olahraga tapi Khawatir Cedera? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu ingin mulai rutin melakukan push up atau olahraga lainnya, tapi bingung bagaimana cara memulainya dengan aman atau khawatir akan risiko cedera? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Is push-up a good exercise for strength?.
Healthline. Diakses pada 2026. How to Do a Pushup: Proper Form, Variations, and Common Mistakes.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Push-up capacity and prediction of future cardiovascular events.
Verywell Fit. Diakses pada 2026. How to Perform a Basic Pushup.
Journal of Strength and Conditioning Research. Diakses pada 2026. Effect of push-up exercise on muscle activation.

FAQ

1. Berapa kali push up yang normal untuk pemula?

Untuk pemula, tidak ada angka pasti, namun target 5-10 repetisi dalam 3 set dengan teknik yang sempurna sudah sangat baik. Fokuslah pada kualitas gerakan sebelum menambah jumlahnya.

2. Apakah boleh melakukan push up setiap hari?

Bagi pemula, sebaiknya lakukan 2-3 kali seminggu dengan jeda istirahat satu hari di antaranya. Otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki serat-serat yang rusak agar bisa tumbuh lebih kuat.

3. Mengapa tangan saya sakit saat push up?

Nyeri pada pergelangan tangan biasanya disebabkan oleh tekanan berlebih atau kurangnya fleksibilitas. Pastikan tangan tidak terlalu jauh di depan bahu dan coba gunakan alat bantu seperti push up bar jika nyeri berlanjut.

4. Apakah push up bisa mengecilkan perut?

Push up secara tidak langsung membantu karena membakar kalori dan mengencangkan otot core. Namun, untuk mengecilkan lemak perut, kamu tetap perlu mengatur pola makan dan melakukan latihan kardio.