Ad Placeholder Image

Lasegue Test: Pemeriksaan untuk Deteksi Saraf Kejepit

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 18 Juni 2026

Lasegue test adalah pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi saraf kejepit di punggung bawah.

Lasegue Test: Pemeriksaan untuk Deteksi Saraf KejepitLasegue Test: Pemeriksaan untuk Deteksi Saraf Kejepit

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan nyeri tajam yang menjalar dari area bokong bagian bawah hingga menembus ke betis atau telapak kaki? Dalam dunia medis, keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar ini sering kali menjadi tanda adanya jepitan pada saraf, atau yang dikenal dengan istilah saraf kejepit (Herniated Nucleus Pulposus/HNP) dan sciatica. Untuk memastikan diagnosis tersebut, dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, dan salah satu yang paling krusial serta umum dilakukan adalah Lasegue test.

Nyeri punggung bawah tidak bisa dianggap remeh. Kondisi ini sering kali membatasi rentang gerak (Range of Motion), membuat penderitanya kesulitan berjalan, berdiri lama, atau bahkan sekadar duduk. Jika dibiarkan tanpa penanganan, saraf yang tertekan dapat mengalami kerusakan permanen yang berujung pada kelemahan otot tungkai hingga hilangnya fungsi kontrol buang air. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik yang tepat pada tahap awal sangatlah penting.

Pemeriksaan klinis untuk mengevaluasi keluhan ini tidak selalu harus menggunakan alat canggih sejak awal. Lasegue test memberikan petunjuk diagnostik awal yang sangat berharga bagi dokter saraf atau ortopedi sebelum merujuk pasien ke pemeriksaan radiologi lanjutan seperti MRI. Jika kamu sering mengalami nyeri menjalar di area kaki, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan panduan penanganan yang tepat dan cepat.

Nah, mungkin kamu bertanya-tanya, lasegue test adalah pemeriksaan yang seperti apa? Bagaimana cara kerjanya dalam mendeteksi adanya jepitan saraf? Berikut ulasan lengkap mengenai Lasegue test beserta kondisi medis yang menyertainya!

Apa Itu Lasegue Test?

Lasegue test adalah sebuah manuver pemeriksaan fisik neurologis yang bertujuan untuk menilai iritasi pada akar saraf lumbal (punggung bawah), terutama akar saraf L5 dan S1, yang membentuk saraf sciatik (nervus ischiadicus). Dalam literatur medis internasional, tes ini juga sangat dikenal dengan sebutan Straight Leg Raise (SLR) test. Nama Lasegue sendiri diambil dari nama seorang dokter asal Prancis, Ernest-Charles Lasègue, yang pertama kali mendeskripsikan tanda medis ini pada abad ke-19.

Prinsip dasar dari lasegue test adalah memberikan daya regang (tarikan) mekanis secara pasif pada saraf sciatik. Ketika kaki diangkat dalam keadaan lurus tanpa menekuk lutut, saraf sciatik akan tertarik. Pada orang yang sehat, peregangan ini tidak akan menimbulkan rasa sakit yang berarti, melainkan hanya sensasi tarikan otot biasa pada bagian belakang paha (hamstring). Namun, jika terdapat bantalan tulang belakang yang menonjol keluar dan menjepit saraf (HNP), peregangan dari tes Lasegue akan menyebabkan saraf yang sudah meradang tersebut semakin tertekan, memicu rasa nyeri tajam seperti tersetrum yang menjalar dari punggung bawah hingga ke kaki.

Tanda-Tanda Kamu Harus Waspada Terhadap Saraf Kejepit
  1. Nyeri punggung bawah yang menjalar hingga ke belakang paha, betis, dan telapak kaki.
  2. Sensasi kesemutan, kebas, atau mati rasa pada salah satu sisi kaki.
  3. Kaki terasa lemah saat digunakan untuk berjalan atau menahan beban.
  4. Rasa nyeri memburuk saat batuk, bersin, atau mengejan.

Mengenal Anatomi Saraf Sciatik dan Tulang Belakang

Untuk memahami dengan lebih baik mengapa lasegue test adalah prosedur diagnostik yang sangat masuk akal secara biomekanik, kita perlu menilik sedikit anatomi tubuh manusia. Tulang belakang lumbal terdiri dari lima ruas tulang (L1 hingga L5). Di antara setiap ruas tulang tersebut, terdapat bantalan lunak (diskus intervertebralis) yang berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber) agar tulang tidak saling bergesekan.

Saraf sciatik adalah saraf terbesar dan terpanjang di dalam tubuh manusia. Akar saraf ini keluar dari sumsum tulang belakang pada area lumbal dan sakral (L4, L5, S1, S2, dan S3), lalu bersatu membentuk satu saraf tebal yang melewati area panggul, bokong, bagian belakang paha, lalu bercabang di area lutut hingga mencapai jari-jari kaki.

Seiring bertambahnya usia, mengangkat beban terlalu berat, atau melakukan gerakan memutar punggung secara mendadak, bantalan tulang belakang ini bisa robek. Isi cairan gel di dalamnya (nukleus pulposus) kemudian menonjol keluar menembus dindingnya (anulus fibrosus). Tonjolan inilah yang kemudian menyentuh dan menekan akar saraf sciatik. Iritasi kimiawi dari cairan gel tersebut, ditambah tekanan mekanis, akan menyebabkan radang saraf. Saat kaki pasien diangkat saat Lasegue test, ketegangan pada akar saraf yang sudah meradang ini akan meningkat drastis, sehingga menghasilkan nyeri khas sciatica.

Tujuan dan Indikasi Lasegue Test

Tujuan utama lasegue test adalah mengevaluasi keluhan nyeri radikuler (nyeri yang menjalar sesuai dengan jalur saraf). Dokter akan melakukan pemeriksaan ini jika pasien datang dengan beberapa indikasi klinis tertentu. Berikut adalah kondisi-kondisi di mana pemeriksaan Lasegue sangat diperlukan:

1. Mendeteksi Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

HNP lumbal adalah penyebab tersering dari hasil positif Lasegue test. Kondisi “saraf kejepit” ini mayoritas terjadi pada segmen L4-L5 atau L5-S1 karena area tersebut menopang beban terberat dari tubuh bagian atas. Dengan melakukan Lasegue test, dokter bisa memperkirakan akar saraf mana yang kemungkinan besar sedang tertekan.

2. Evaluasi Sciatica (Lumbosciatica)

Sciatica adalah sindrom nyeri yang spesifik pada distribusi saraf sciatik. Lasegue test adalah instrumen standar emas (gold standard) secara klinis untuk membedakan nyeri sciatica akibat kompresi saraf sejati dengan nyeri punggung bawah mekanik (seperti keseleo otot punggung atau muscle strain). Jika hasil tes negatif, kemungkinan besar nyeri pasien bersumber dari otot atau ligamen, bukan karena saraf yang terjepit.

3. Sindrom Piriformis

Selain HNP, saraf sciatik juga bisa terjepit saat melewati otot piriformis di area bokong. Jika otot piriformis mengalami ketegangan atau spasme, ia dapat menjepit saraf sciatik yang berada tepat di bawahnya. Tes Lasegue mungkin menunjukkan hasil positif pada kasus ini, namun dokter biasanya akan mengombinasikannya dengan manuver pemeriksaan panggul lainnya untuk membedakan asal jepitan (apakah dari tulang belakang atau dari otot panggul).

Bagaimana Prosedur Lasegue Test Dilakukan?

Meskipun terkesan sederhana, Lasegue test adalah prosedur yang harus dilakukan oleh dokter atau tenaga medis terlatih agar hasilnya akurat dan tidak memicu cedera tambahan pada pasien. Prosedur ini tidak membutuhkan peralatan khusus sama sekali. Berikut adalah tahapan pelaksanaan Straight Leg Raise (SLR) test di ruang periksa:

1. Persiapan Posisi Pasien

Pasien akan diminta berbaring telentang di atas ranjang pemeriksaan (posisi supine). Pasien diinstruksikan untuk rileks, dengan tubuh yang lurus dan kedua kaki terentang tanpa bantal di bawah kepala yang terlalu tinggi (agar tidak menarik selaput saraf tulang belakang dari atas).

2. Tahapan Manuver Angkat Kaki

Dokter akan memegang area tumit atau pergelangan kaki pasien dengan satu tangan, sementara tangan lainnya diletakkan di atas lutut pasien untuk memastikan kaki tetap dalam kondisi lurus (ekstensi penuh). Secara perlahan, dokter akan mengangkat kaki pasien ke atas (fleksi pada sendi panggul) sambil terus menanyakan kapan dan di area mana pasien mulai merasakan nyeri.

3. Interpretasi Sudut Elevasi

Derajat atau sudut pengangkatan kaki merupakan elemen krusial dalam Lasegue test. Penilaiannya dibagi berdasarkan beberapa sudut rentang gerak:

  • Sudut 0 – 35 derajat: Jika nyeri sudah terasa hebat saat kaki baru diangkat sedikit, ini menandakan inflamasi akar saraf yang sangat parah atau adanya masalah ekstradural besar. Pada sudut ini, akar saraf sciatik sebenarnya belum benar-benar teregang secara maksimal.
  • Sudut 35 – 70 derajat: Ini adalah rentang diagnostik utama. Jika nyeri tajam menjalar terasa pada sudut ini, tes dinyatakan Positif untuk iritasi akar saraf sciatik (biasanya HNP pada L5-S1). Akar saraf teregang secara maksimal dalam rentang ini.
  • Sudut lebih dari 70 derajat: Jika nyeri baru terasa di atas 70 derajat, Lasegue test dianggap Negatif untuk HNP. Nyeri yang timbul pada sudut tinggi ini umumnya berasal dari kekakuan sendi pinggul (hip joint), masalah sendi sakroiliaka (SI joint), atau peregangan otot hamstring yang pendek/kaku.

4. Variasi Modifikasi (Bragard’s Sign / Sicard’s Test)

Untuk lebih memastikan bahwa nyeri bukan sekadar dari otot hamstring, dokter bisa menurunkan sedikit kaki pasien dari sudut di mana ia merasa nyeri (misalnya dari 60 derajat diturunkan ke 50 derajat). Setelah nyeri reda, dokter akan melakukan dorsekstensi pada telapak kaki pasien (menekuk telapak kaki ke arah wajah). Jika nyeri menjalar kembali muncul, itu mengonfirmasi adanya keterlibatan saraf (Bragard’s sign), karena manuver ini menarik saraf sciatik tanpa meregangkan otot panggul lebih lanjut.

5. Crossed Straight Leg Raise (Well Leg Raise Test)

Selain mengangkat kaki yang sakit, dokter juga akan mengangkat kaki yang sehat (yang tidak merasakan gejala). Jika mengangkat kaki yang SEHAT ternyata malah memicu nyeri hebat pada kaki yang SAKIT, ini disebut Crossed Lasegue Sign positif. Kondisi ini sangat spesifik (hingga 90%) menandakan adanya diskus hernia yang besar (biasanya hernia tipe medial) di tulang belakang yang menekan persilangan akar saraf.

Pemeriksaan Lanjutan Setelah Lasegue Test

Seperti yang sudah dijelaskan, Lasegue test adalah langkah penyaringan klinis di awal. Jika hasil Lasegue test kamu positif dan disertai gejala neurologis (seperti otot mengecil, refleks lutut menghilang, kaki lemas), dokter akan menyarankan beberapa pemeriksaan diagnostik lanjutan yang lebih canggih guna mendapatkan visualisasi masalah saraf yang sebenarnya, yaitu:

  • Magnetic Resonance Imaging (MRI): Merupakan gold standard atau standar baku emas pencitraan untuk melihat kelainan pada jaringan lunak punggung. MRI dapat memetakan bantalan diskus, sumsum tulang belakang, akar saraf, dan ligamen dengan sangat detail. Dokter akan bisa melihat persis di mana dan seberapa besar tonjolan HNP yang menekan saraf sciatik.
  • CT Scan: Meskipun tidak sebaik MRI untuk jaringan lunak, CT scan sangat baik untuk mengevaluasi struktur tulang (misalnya mendeteksi taji tulang/osteofit, penyempitan saluran tulang belakang/stenosis spinal).
  • Elektromiografi (EMG): Tes ini mengukur aktivitas listrik pada otot-otot kaki. Jika saraf sciatik mengalami kerusakan kronis akibat tekanan (radikulopati), EMG akan menunjukkan pola hantaran saraf yang terhambat, sehingga membantu dokter menentukan tingkat keparahan kerusakan saraf saraf.

Untuk menunjang kenyamanan pasca pemeriksaan sebelum diagnosis ditegakkan, terkadang pereda nyeri saraf atau multivitamin neurotropik disarankan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan suplemen vitamin B kompleks yang mendukung kesehatan saraf perifer.

Studi Mengenai Keakuratan Lasegue Test

National Center for Biotechnology Information (NCBI) – StatPearls menerbitkan sebuah ulasan klinis di tahun yang menjelaskan bahwa Lasegue test (Straight Leg Raise) memiliki sensitivitas yang sangat tinggi (sekitar 91%) namun spesifisitas yang relatif lebih rendah (sekitar 26%) dalam mendiagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP) pada area lumbal.

Apa arti dari angka ini? Sensitivitas tinggi berarti jika kamu benar-benar memiliki saraf kejepit (HNP), kemungkinan besar Lasegue test akan menunjukkan hasil positif (sangat jarang lolos dari deteksi tes ini). Namun, spesifisitas rendah berarti jika tes kamu positif, belum tentu 100% itu karena HNP, bisa saja karena hal lain (seperti spasme otot, masalah sendi panggul, dll). Inilah sebabnya mengapa Lasegue test tidak berdiri sendiri dan membutuhkan konfirmasi via Crossed Lasegue test maupun MRI untuk kepastian diagnosis.

Selain itu, jurnal Spine juga mencatat bahwa korelasi antara temuan positif pada tes mengangkat kaki lurus (SLR) dengan hasil observasi pembedahan hernia diskus L5-S1 sangatlah selaras. Oleh karena itu, bagi paramedis dan dokter ahli, manuver klasik ini tidak pernah ditinggalkan dari standar prosedur operasional pemeriksaan nyeri punggung bawah.

Perlu dipahami bahwa Lasegue test tidak bisa dilakukan pada semua kondisi. Pada trauma tulang belakang yang parah, kecurigaan patah tulang belakang, atau kondisi keganasan (tumor tulang punggung) yang membuat pasien sangat kesakitan dalam posisi berbaring, manuver peregangan pasif ini mungkin akan ditunda sampai pencitraan X-Ray atau CT scan menyingkirkan adanya instabilitas patah tulang.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2024. Lasegue Sign.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Sciatica – Diagnosis and treatment.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Herniated Disk: Symptoms, Causes, Prevention & Treatments.
WHO. Diakses pada 2024. Low Back Pain.
Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. Diakses pada 2024. Diagnostic Accuracy of the Straight Leg Raise Test for Lumbar Disc Herniation.

FAQ

1. Lasegue test adalah pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit apa?

Lasegue test adalah pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya iritasi atau jepitan pada akar saraf tulang belakang (biasanya di punggung bawah), yang paling sering disebabkan oleh kondisi Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit, serta sindrom sciatica.

2. Apakah pemeriksaan Lasegue test ini menyakitkan?

Bagi orang sehat, tes ini tidak menyakitkan, hanya memberikan rasa tertarik pada otot paha belakang. Namun, jika kamu memang menderita saraf kejepit, tes ini akan memicu rasa nyeri tajam, panas, atau menjalar seperti tersetrum dari bokong ke kaki pada saat kaki diangkat.

3. Apa yang harus dilakukan jika hasil Lasegue test dinyatakan positif?

Jika hasilnya positif, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk beristirahat, meresepkan obat pereda nyeri peradangan (OAINS) atau neurotropik, merekomendasikan fisioterapi, atau mengarahkan untuk melakukan tes pencitraan seperti MRI tulang belakang untuk melihat posisi saraf yang terjepit dengan lebih pasti.

4. Bisakah Lasegue test dilakukan sendiri di rumah tanpa bantuan medis?

Meski terlihat seperti gerakan peregangan biasa, Lasegue test sebaiknya tidak dilakukan secara mandiri atau oleh orang awam. Jika kaki dipaksa diregangkan secara berlebihan tanpa mengetahui batasan anatomis yang aman, iritasi saraf bisa bertambah parah dan justru memperburuk kondisi saraf kejepit tersebut.