
LASIK Mata: Kenali Manfaat dan Risikonya Sebelum Operasi
LASIK mata adalah prosedur bedah refraktif yang menggunakan laser untuk memperbaiki masalah penglihatan seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

DAFTAR ISI
- Memahami Lebih Dalam Tentang LASIK Mata
- Syarat dan Kandidat yang Tepat untuk LASIK
- Persiapan Sebelum Melakukan Operasi
- Prosedur Pelaksanaan LASIK Mata
- Masa Pemulihan dan Risiko Pasca Operasi
- Studi Mengenai Keberhasilan LASIK
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Mata adalah salah satu organ tubuh paling vital yang memengaruhi hampir seluruh aktivitas harian kita. Sayangnya, banyak orang di seluruh dunia mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau mata silinder (astigmatisme). Kondisi ini membuat mereka harus bergantung pada alat bantu penglihatan, baik itu kacamata maupun lensa kontak, untuk dapat melihat dengan jelas.
Meskipun kacamata dan lensa kontak sangat membantu, penggunaannya terkadang membatasi ruang gerak, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga, bekerja di lapangan, atau sekadar ingin bebas dari rutinitas perawatan lensa kontak. Seiring dengan kemajuan teknologi medis, prosedur bedah refraktif hadir sebagai solusi jangka panjang yang sangat diminati, dan salah satu yang paling populer di dunia adalah LASIK.
Mungkin kamu sudah sering mendengar istilah ini, tetapi bagi kamu yang masih bertanya-tanya tentang apa itu lasik mata, prosedur ini pada dasarnya adalah operasi laser yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk kornea secara permanen. Keputusan untuk menjalani prosedur ini tentu membutuhkan pertimbangan yang matang, mulai dari pemahaman tentang prosedurnya, risiko, hingga masa pemulihannya.
Nah, jika kamu tertarik untuk membebaskan diri dari kacamata dan ingin memahami lebih dalam tentang tindakan medis ini, mari kita bahas secara tuntas dan komprehensif mengenai serba-serbi operasi LASIK di bawah ini!
Memahami Lebih Dalam Tentang LASIK Mata
LASIK merupakan singkatan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis. Secara medis, ini adalah jenis operasi bedah refraktif yang paling umum dilakukan untuk mengoreksi masalah penglihatan. Untuk memahami bagaimana operasi ini bekerja, kita perlu memahami anatomi dasar mata, khususnya bagaimana mata memfokuskan cahaya.
Pada mata yang normal, cahaya yang masuk akan melewati kornea (lapisan bening di bagian terluar mata) dan lensa mata, kemudian difokuskan secara tepat dan akurat jatuh tepat di atas retina (lapisan saraf di belakang mata). Retina kemudian mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang dikirim ke otak, sehingga kita bisa melihat gambar dengan jelas. Namun, pada orang yang memiliki gangguan refraksi, bentuk kornea atau bola mata tidak ideal. Pada penderita rabun jauh (miopia), bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya jatuh di depan retina. Pada penderita rabun dekat (hipermetropia), bola mata terlalu pendek atau kornea terlalu datar, sehingga cahaya jatuh di belakang retina. Sedangkan pada mata silinder (astigmatisme), bentuk kornea tidak bulat sempurna melainkan sedikit oval, yang membuat cahaya terpecah ke beberapa titik fokus.
Melalui prosedur LASIK, dokter spesialis mata menggunakan teknologi laser presisi tinggi untuk memotong dan membentuk ulang jaringan kornea. Dengan mengubah kelengkungan kornea secara mikroskopis, cahaya yang masuk ke mata dapat difokuskan dengan sempurna agar jatuh tepat di retina. Hasilnya? Penglihatan menjadi jauh lebih jernih dan tajam, seringkali mencapai penglihatan 20/20 atau bahkan lebih baik, tanpa perlu lagi memakai kacamata.
Gangguan Refraksi yang Bisa Diatasi LASIK
- Miopia (Rabun Jauh): Kesulitan melihat objek yang jauh karena kelengkungan kornea yang terlalu cembung.
- Hipermetropia (Rabun Dekat): Kesulitan memfokuskan pandangan pada objek yang dekat karena kornea terlalu datar.
- Astigmatisme (Mata Silinder): Penglihatan kabur atau berbayang pada semua jarak akibat bentuk kornea yang tidak simetris.
Syarat dan Kandidat yang Tepat untuk LASIK
Meskipun tingkat keberhasilan operasi ini sangat tinggi, perlu diketahui bahwa tidak semua orang bisa atau boleh menjalani operasi LASIK. Evaluasi prabedah sangatlah ketat untuk memastikan keselamatan pasien dan hasil yang optimal. Jika kamu tertarik untuk melakukan tindakan ini, ada beberapa kriteria umum yang biasanya harus dipenuhi.
Pertama, faktor usia. Sebagian besar klinik dan dokter mata mengharuskan pasien berusia minimal 18 tahun, namun banyak juga yang menyarankan untuk menunggu hingga usia 21 tahun. Hal ini dikarenakan sebelum usia tersebut, mata masih bisa tumbuh dan ukuran kacamata (resep mata) masih sangat mungkin berubah. Resep mata yang stabil adalah kunci; dokter umumnya meminta bukti bahwa ukuran minus, plus, atau silinder kamu tidak mengalami perubahan yang signifikan selama setidaknya satu hingga dua tahun terakhir.
Kedua, ketebalan dan kesehatan kornea. Karena prosedur ini melibatkan pengikisan sebagian jaringan kornea, mata kamu harus memiliki ketebalan kornea yang cukup. Jika kornea terlalu tipis atau memiliki kelainan bentuk bawaan seperti keratokonus, maka operasi tidak dapat dilakukan karena berisiko menyebabkan penipisan kornea yang berbahaya (ektasia). Ketebalan ini akan diukur menggunakan alat khusus bernama pachymeter pada saat pemeriksaan awal.
Ketiga, kondisi kesehatan mata dan tubuh secara keseluruhan. Pasien yang memiliki riwayat penyakit autoimun (seperti lupus atau rheumatoid arthritis) biasanya tidak disarankan menjalani LASIK karena penyakit tersebut dapat menghambat proses penyembuhan jaringan. Selain itu, ibu yang sedang hamil atau menyusui juga tidak diperkenankan melakukan operasi ini karena perubahan hormon dapat memengaruhi bentuk kornea dan produksi air mata sementara waktu. Kondisi mata seperti glaukoma, katarak, peradangan mata akut, atau sindrom mata kering (dry eye syndrome) yang parah juga menjadi kontraindikasi untuk tindakan ini.
Persiapan Sebelum Melakukan Operasi
Tahap persiapan memegang peranan yang sama pentingnya dengan operasi itu sendiri. Jika kamu sudah berkonsultasi dan dinyatakan sebagai kandidat yang tepat, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan komprehensif sebelum hari H. Dalam tahap ini, ada beberapa instruksi khusus yang wajib kamu patuhi agar evaluasi mata berjalan akurat.
Bagi pengguna lensa kontak, kamu diwajibkan untuk melepas dan berhenti menggunakannya selama jangka waktu tertentu sebelum pemeriksaan dan operasi. Lensa kontak lunak (soft lens) biasanya harus dilepas setidaknya 1 hingga 2 minggu sebelumnya, sementara lensa kontak keras (hard lens atau RGP) harus dilepas minimal 3 sampai 4 minggu sebelumnya. Mengapa demikian? Lensa kontak dapat mengubah bentuk alami kornea kamu untuk sementara waktu. Jika kornea belum kembali ke bentuk aslinya, pengukuran yang dilakukan mesin laser akan tidak akurat dan berpotensi memengaruhi hasil akhir penglihatan.
Pada hari pemeriksaan prabedah, dokter akan melakukan pemetaan topografi kornea secara rinci. Dokter akan mengukur ketebalan kornea, ukuran pupil dalam kondisi gelap dan terang, kelengkungan kornea, tekanan bola mata, serta kualitas produksi air mata. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan untuk memprogram mesin laser agar bekerja sesuai dengan karakteristik unik dari masing-masing mata pasien, karena anatomi mata setiap orang berbeda ibarat sidik jari.
Selain itu, pada hari pelaksanaan operasi, hindari penggunaan kosmetik di area wajah dan mata, termasuk krim wajah, losion, eyeliner, maskara, dan parfum. Residu dari bahan kimia atau partikel makeup dapat meningkatkan risiko infeksi atau mengganggu pancaran sinar laser selama prosedur berlangsung.
Prosedur Pelaksanaan LASIK Mata
Prosedur LASIK itu sendiri sebenarnya berlangsung sangat singkat, biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk kedua mata. Operasi ini dilakukan dengan rawat jalan, artinya kamu bisa langsung pulang pada hari yang sama. Berikut adalah gambaran langkah demi langkah dari tindakan bedah ini.
Pertama-tama, kamu akan diminta berbaring di kursi operasi khusus yang berada di bawah mesin laser. Dokter akan meneteskan obat tetes mata anestesi lokal ke dalam matamu. Obat ini bekerja dengan cepat untuk mematikan saraf perasa di permukaan mata, sehingga kamu tidak akan merasakan nyeri saat operasi berlangsung. Selanjutnya, dokter akan memasang alat penahan kelopak mata (lid speculum) untuk mencegah kamu berkedip tanpa sengaja.
Langkah krusial berikutnya adalah pembuatan flap atau sayatan tipis seperti lipatan pada lapisan terluar kornea. Untuk membuat flap ini, dokter dapat menggunakan pisau bedah mikro mekanis (microkeratome) atau menggunakan femtosecond laser (sering disebut sebagai metode Bladeless atau All-Laser LASIK). Sebuah cincin hisap (suction ring) akan ditempatkan di mata untuk menstabilkannya. Pada saat cincin ini dipasang, kamu mungkin akan merasakan sedikit tekanan dan pandanganmu mungkin akan gelap sesaat. Ini adalah hal yang wajar.
Setelah flap kornea dibuat dan dibuka layaknya membuka sampul buku, jaringan kornea bagian dalam akan terekspos. Dokter kemudian akan meminta kamu untuk menatap sebuah titik cahaya lampu di dalam mesin, yang berfungsi untuk menjaga mata agar tidak bergerak. Mesin excimer laser yang sudah diprogram dengan data matamu akan mulai bekerja mengikis jaringan kornea. Laser ultraviolet yang dingin ini tidak menghasilkan panas, melainkan memutus ikatan molekuler sel-sel kornea dengan sangat presisi. Proses pengikisan laser ini biasanya hanya memakan waktu kurang dari satu menit per mata. Kamu mungkin akan mendengar suara ketukan cepat atau mencium bau seperti rambut terbakar akibat jaringan kornea yang menguap oleh sinar laser.
Setelah bentuk kornea berhasil diperbaiki sesuai dengan resep, dokter akan membersihkan area tersebut dan mengembalikan lipatan flap ke posisi semula. Hebatnya, kornea memiliki kemampuan penyembuhan alami yang sangat cepat. Flap tersebut akan menempel dengan sendirinya dalam waktu beberapa menit tanpa memerlukan jahitan apa pun.
Beberapa Efek Samping Sementara Pasca Operasi
- Mata terasa mengganjal seperti ada pasir atau kelilipan.
- Sensitivitas tinggi terhadap cahaya terang (fotofobia).
- Pandangan masih kabur atau berkabut pada 24 jam pertama.
- Mata lebih mudah berair.
Masa Pemulihan dan Risiko Pasca Operasi
Pemulihan setelah operasi bisa dikatakan cukup cepat, namun tetap memerlukan kedisiplinan dari pihak pasien. Segera setelah operasi selesai, matamu mungkin akan terasa gatal, perih, sedikit terbakar, dan pandangan akan kabur berbayang. Sangat penting untuk tidak mengucek mata dengan alasan apa pun, karena hal tersebut dapat menggeser posisi flap kornea yang baru saja ditutup dan sedang dalam proses melekat.
Dokter akan membekali kamu dengan kacamata pelindung (eye shield) transparan yang wajib dipakai saat tidur selama beberapa hari pertama. Kamu juga akan diberikan beberapa jenis obat tetes mata, seperti tetes mata antibiotik untuk mencegah infeksi, tetes mata anti-inflamasi (steroid) untuk meredakan peradangan, serta air mata buatan (artificial tears) yang sangat penting untuk melumasi mata.
Dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam, sebagian besar pasien sudah dapat merasakan peningkatan ketajaman penglihatan secara signifikan dan banyak yang sudah bisa kembali melakukan aktivitas harian ringan atau bekerja. Namun, aktivitas berat seperti berenang, menggunakan riasan mata, berolahraga kontak fisik, atau masuk ke area berdebu harus dihindari setidaknya selama satu bulan penuh untuk mencegah terjadinya infeksi atau trauma mata.
Meskipun komplikasi berat sangat jarang terjadi, seperti halnya tindakan medis lainnya, LASIK memiliki sejumlah risiko. Risiko yang paling umum adalah sindrom mata kering (dry eyes). Operasi ini dapat memotong sebagian saraf kornea yang bertugas memberi sinyal pada kelenjar air mata, sehingga produksi air mata dapat menurun selama 3 hingga 6 bulan pertama. Oleh karena itu, penggunaan obat tetes pelumas secara rutin sangat direkomendasikan. Risiko lainnya meliputi munculnya lingkaran cahaya (halos) atau silau (glare) saat melihat lampu di malam hari, koreksi penglihatan yang kurang optimal (undercorrection) atau terlalu kuat (overcorrection), serta kemungkinan infeksi. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring dengan berjalannya waktu, namun pada beberapa kasus kecil mungkin diperlukan operasi penyempurnaan (enhancement).
Studi Mengenai Keberhasilan LASIK
JAMA Ophthalmology menerbitkan studi komprehensif dari FDA Amerika Serikat yang dikenal sebagai studi PROWL (Patient-Reported Outcomes with LASIK) yang menjelaskan bahwa lebih dari 95% pasien yang menjalani prosedur bedah refraktif ini merasa sangat puas dengan hasil penglihatan mereka setelah operasi.
Studi klinis ini mengevaluasi berbagai parameter kenyamanan visual dan menemukan bahwa tingkat pencapaian visus 20/20 sangat tinggi. Meski ada sebagian kecil partisipan yang melaporkan masalah visual ringan seperti silau atau mata kering yang bertahan hingga berbulan-bulan, mayoritas mengonfirmasi bahwa prosedur ini secara drastis meningkatkan kualitas hidup mereka karena terbebas dari keterbatasan kacamata.
Sebagai kesimpulan, jika prosedur ini dilakukan pada kandidat yang memenuhi syarat dan dieksekusi dengan teknologi yang tepat oleh dokter bedah mata berpengalaman, operasi ini memberikan manfaat yang mengubah hidup dengan profil keamanan yang sangat baik. Namun, pertimbangan pribadi dan pemeriksaan matang mutlak diperlukan sebelum mengambil keputusan final.
Jika kamu mengalami gejala masalah penglihatan yang semakin mengganggu, atau memiliki keluhan kesehatan mata lainnya, jangan ragu untuk memeriksakan diri secara profesional.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. LASIK — Laser Eye Surgery.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. LASIK eye surgery.
Food and Drug Administration (FDA). Diakses pada 2024. LASIK.
WebMD. Diakses pada 2024. Laser Eye Surgery: LASIK and PRK.
National Center for Biotechnology Information (NCBI) / JAMA Ophthalmol. Diakses pada 2024. Symptoms and Satisfaction of Patients in the Patient-Reported Outcomes With Laser In Situ Keratomileusis (PROWL) Studies.
FAQ
1. Apakah prosedur ini menyakitkan?
Tidak, operasi ini umumnya tidak menyakitkan. Dokter akan meneteskan obat anestesi lokal ke mata sebelum prosedur dimulai, sehingga kamu hanya akan merasakan sedikit tekanan ringan selama operasi, namun bukan rasa sakit.
2. Berapa lama hasil operasi ini bisa bertahan?
Hasil perbaikan bentuk kornea bersifat permanen. Namun, seiring bertambahnya usia, kamu mungkin akan mengalami presbiopia (mata tua) di atas usia 40 tahun, yang tetap membuatmu membutuhkan kacamata baca jarak dekat di masa mendatang.
3. Apakah mata minus bisa kembali naik setelah tindakan?
Meski sangat jarang, kemunduran regresi ringan bisa saja terjadi, terutama jika resep kacamata kamu belum benar-benar stabil sebelum operasi. Itulah mengapa penting memastikan ukuran minus tidak berubah minimal 1-2 tahun terakhir sebelum melakukan tindakan.
4. Bisakah kedua mata dioperasi pada hari yang sama?
Ya, sebagian besar dokter mata akan melakukan tindakan pada kedua mata sekaligus pada hari yang sama. Hal ini bertujuan agar pasien tidak perlu melalui masa pemulihan dua kali secara terpisah dan mendapatkan penglihatan yang seimbang secepat mungkin.


