
Latihan Intensitas Tinggi, Ini Manfaat Anaerobik untuk Tubuh
“Berbeda dengan aerobik, gerakan anaerobik biasanya lebih intens dan menguras banyak energi. Olahraga ini efektif untuk meningkatkan kebugaran, merampingkan pinggang, dan membantu mencegah diabetes.”

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Suplemen Pendukung Olahraga
- Apa Itu Latihan Anaerobik?
- Manfaat Latihan Anaerobik untuk Kesehatan
- Perbedaan Aerobik dan Anaerobik
- Studi Terkait
- FAQ
Olahraga merupakan pilar utama dalam menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran mental. Namun, tahukah kamu bahwa aktivitas fisik secara garis besar dibagi menjadi dua kategori utama, yakni aerobik dan anaerobik? Meskipun keduanya memberikan manfaat luar biasa, latihan anaerobik sering kali dianggap sebagai tantangan yang lebih berat karena intensitasnya yang tinggi dan durasinya yang singkat.
Latihan anaerobik adalah jenis latihan yang memecah glukosa dalam tubuh untuk menghasilkan energi tanpa menggunakan oksigen secara langsung. “Anaerobik” secara harfiah berarti “tanpa udara”. Dalam praktiknya, aktivitas ini memicu metabolisme yang sangat cepat sehingga paru-paru dan jantung tidak sempat memasok oksigen dalam jumlah yang cukup ke otot-otot yang bekerja. Sebagai gantinya, tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan di dalam otot.
Memahami cara kerja latihan ini sangat penting bagi kamu yang ingin meningkatkan massa otot, memperkuat kepadatan tulang, atau sekadar ingin membakar lemak lebih efisien. Karena intensitasnya yang tinggi, kamu perlu memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima sebelum memulainya. Jika perlu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis yang tepat sesuai kondisi fisikmu.
Selain teknik latihan yang benar, asupan nutrisi dan mikronutrien juga memegang peranan krusial dalam mendukung pemulihan sel-sel otot setelah melakukan gerakan yang eksplosif. Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen yang dapat mendukung performa latihan kamu? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Suplemen Pendukung Olahraga yang Ampuh
Dukungan vitamin dan mineral sangat dibutuhkan agar metabolisme energi tetap optimal selama melakukan aktivitas berat. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu pertimbangkan:
1. Enervon Active 30 Tablet
Enervon Active adalah suplemen makanan yang mengandung kombinasi Vitamin C, Vitamin B Kompleks, dan Zinc. Produk ini dirancang khusus bagi individu dengan aktivitas fisik yang padat agar tubuh tidak mudah lelah. Kandungan Non-Acidic Vitamin C di dalamnya aman bagi lambung, sementara Vitamin B Kompleks membantu metabolisme makanan menjadi energi secara optimal.
Cara kerjanya berfokus pada pengisian ulang mikronutrien yang hilang selama beraktivitas intens, sehingga mendukung daya tahan tubuh dan mempercepat proses pemulihan setelah latihan berat.
Manfaat spesifik: Menjaga kebugaran tubuh, membantu metabolisme energi, dan memenuhi kebutuhan Zinc untuk sistem imun.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet sehari setelah makan.
Produk ini termasuk golongan suplemen kesehatan dan vitamin. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Enervon Active 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. CDR Effervescent 10 Tablet
CDR (Calcium-D-Redoxon) mengandung Kalsium, Vitamin C, Vitamin D, dan Vitamin B6. Dalam konteks latihan intensitas tinggi, kalsium dan vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan membantu kontraksi otot yang kuat. Tablet effervescent ini mudah diserap oleh tubuh dan memberikan sensasi segar.
Manfaat spesifik: Membantu menjaga kepadatan tulang, mencegah osteoporosis, dan membantu memenuhi kebutuhan kalsium harian pada orang dewasa dan atlet.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet effervescent per hari, dilarutkan dalam satu gelas air.
Produk ini termasuk golongan suplemen kesehatan. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan CDR Effervescent 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Memulai Latihan Intensitas Tinggi
- Lakukan pemanasan (warm-up) minimal 10 menit untuk mempersiapkan persendian.
- Gunakan perlengkapan olahraga yang sesuai (sepatu lari atau sarung tangan angkat beban).
- Pastikan hidrasi tercukupi sebelum, selama, dan sesudah latihan.
3. Redoxon Triple Action 10 Tablet
Redoxon Triple Action hadir dengan formula Vitamin C 1000 mg, Vitamin D, dan Zinc. Saat kamu melakukan latihan berat secara rutin, tubuh akan mengalami stres oksidatif. Kandungan antioksidan tinggi dalam Redoxon membantu menangkal radikal bebas dan menjaga integritas sistem pertahanan tubuh agar kamu tidak mudah jatuh sakit.
Manfaat spesifik: Menjaga sistem kekebalan tubuh, membantu pemulihan luka, dan mendukung kesehatan tulang serta gigi melalui asupan Vitamin D.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet effervescent per hari.
Produk ini termasuk golongan suplemen kesehatan. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Redoxon Triple Action 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Latihan Anaerobik
Secara biokimia, saat kamu melakukan latihan anaerobik, tubuh mengandalkan sistem energi fosfagen dan glikolisis anaerobik. Sistem ini mampu menghasilkan tenaga dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat singkat, biasanya kurang dari dua menit. Akibatnya, terjadi penumpukan asam laktat di dalam otot, yang seringkali menyebabkan rasa pegal atau sensasi “terbakar” saat latihan berlangsung.
Berbeda dengan aerobik yang berfokus pada daya tahan kardiovaskular dalam jangka panjang, anaerobik bertujuan untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan tenaga (power). Latihan ini sangat efektif untuk membangun jaringan otot tanpa lemak (lean muscle mass).
Manfaat Latihan Anaerobik untuk Kesehatan
1. Meningkatkan Kepadatan Tulang
Latihan beban dan aktivitas tinggi tekanan (seperti lompat atau lari cepat) memberikan rangsangan pada tulang untuk meningkatkan densitas mineralnya. Hal ini sangat penting untuk mencegah risiko osteoporosis di masa depan, terutama bagi wanita.
2. Membangun Massa Otot
Hipertrofi otot terjadi paling efektif melalui latihan anaerobik. Dengan memberikan beban yang signifikan pada otot, serat-serat otot akan mengalami kerusakan mikro yang kemudian diperbaiki dan diperkuat oleh tubuh melalui sintesis protein, menjadikannya lebih besar dan kuat.
3. Meningkatkan Metabolisme (Afterburn Effect)
Salah satu keunggulan latihan ini adalah fenomena yang disebut Excess Post-exercise Oxygen Consumption (EPOC). Setelah latihan berat, tubuh akan terus membakar kalori dengan laju yang lebih tinggi bahkan saat kamu sudah beristirahat untuk memulihkan kondisi selular.
Perbedaan Utama Aerobik dan Anaerobik
Penting untuk memahami perbedaan mendasar keduanya agar kamu bisa menyusun program latihan yang seimbang:
- Sumber Energi: Aerobik menggunakan oksigen untuk membakar lemak dan karbohidrat, sedangkan anaerobik hanya menggunakan simpanan energi dalam otot (glikogen).
- Intensitas: Aerobik memiliki intensitas rendah hingga sedang (misalnya jalan santai), sedangkan anaerobik berintensitas sangat tinggi (misalnya angkat beban maksimal).
- Durasi: Aerobik bisa dilakukan dalam waktu lama (30-60 menit), sementara anaerobik biasanya dilakukan dalam set singkat (detik hingga beberapa menit).
Studi Mengenai Latihan Anaerobik
The Journal of Strength and Conditioning Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa latihan interval intensitas tinggi (HIIT), yang merupakan salah satu bentuk anaerobik, terbukti meningkatkan kapasitas aerobik (VO2 max) jauh lebih cepat dibandingkan dengan olahraga intensitas sedang yang konstan.
Studi ini menunjukkan bahwa memaksa jantung dan paru-paru bekerja pada ambang batas tertinggi dalam periode singkat dapat memperkuat sistem kardiovaskular secara lebih efisien. Selain itu, latihan ini secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin, yang sangat bermanfaat dalam mengontrol kadar gula darah.
Jika kamu merasakan nyeri yang tidak biasa setelah melakukan aktivitas ini, sebaiknya segera beristirahat. Untuk mendukung pemulihan otot yang kaku, kamu bisa beli obat online di Halodoc seperti salep pereda nyeri atau suplemen pemulihan lainnya dengan praktis.
Selain itu, jangan memaksakan diri jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung atau asma. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc untuk mendapatkan lampu hijau sebelum memulai program latihan yang berat.
Punya Target Kebugaran tapi Bingung Mulai Latihan Apa? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu ingin mulai rutin melakukan latihan anaerobik tapi bingung memilih jenis gerakan yang sesuai dengan berat badan atau kondisi fisikmu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Apakah lari termasuk latihan anaerobik?
Lari bisa masuk kedua kategori. Joging santai adalah aerobik, sedangkan sprint (lari cepat jarak pendek) dengan kecepatan maksimal adalah bentuk latihan anaerobik.
2. Berapa kali seminggu sebaiknya melakukan anaerobik?
Karena intensitasnya tinggi, disarankan dilakukan 2-3 kali seminggu dengan jeda istirahat yang cukup untuk mencegah overtraining dan cedera otot.
3. Apakah latihan anaerobik bisa membantu menurunkan berat badan?
Sangat bisa. Meskipun kalori yang terbakar saat durasi latihan mungkin lebih sedikit dari lari jarak jauh, efek pembakaran lemak pasca-latihan (afterburn) sangat efektif untuk menurunkan berat badan.
4. Apakah penderita hipertensi boleh melakukan latihan ini?
Penderita hipertensi harus ekstra hati-hati karena anaerobik meningkatkan tekanan darah secara mendadak. Wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai.


