Ad Placeholder Image

Leher Bengkak Sebelah Kiri? Jangan Panik, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Wajar Ga Sih Leher Bengkak Sebelah Kiri? Ini Sebabnya

Leher Bengkak Sebelah Kiri? Jangan Panik, Ini PenjelasannyaLeher Bengkak Sebelah Kiri? Jangan Panik, Ini Penjelasannya

DAFTAR ISI


Kondisi bengkak di leher sering kali membuat siapa saja yang mengalaminya merasa khawatir dan cemas. Benjolan atau pembengkakan ini bisa muncul di berbagai sisi, baik di leher sebelah kiri, kanan, bagian depan, maupun di area belakang leher. Terkadang, bengkak tersebut terasa nyeri saat disentuh, namun ada pula yang tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Secara medis, leher yang membengkak sebenarnya bukanlah suatu penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala dari kondisi kesehatan tertentu. Hal ini sangat penting untuk ditangani atau setidaknya diobservasi, karena leher merupakan area yang krusial tempat berlalunya saluran pernapasan, saluran pencernaan bagian atas, pembuluh darah besar, serta berbagai kelenjar penting seperti kelenjar tiroid dan kelenjar getah bening.

Sebagian besar kasus pembengkakan di leher disebabkan oleh infeksi ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya, seiring dengan membaiknya sistem kekebalan tubuh. Namun, pada beberapa kasus, bengkak yang tak kunjung hilang bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius yang membutuhkan intervensi medis.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan bengkak di leher dan bagaimana cara penanganan yang tepat? Berikut ulasannya!

Penyebab Umum Bengkak di Leher

Mengetahui pemicu di balik leher yang membengkak adalah langkah pertama yang paling penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang paling sering menyebabkan bengkak di leher:

1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

Kelenjar getah bening adalah bagian penting dari sistem imun tubuh yang berfungsi melawan infeksi. Saat tubuh sedang melawan bakteri atau virus (seperti saat kamu mengalami radang tenggorokan, flu, infeksi telinga, atau infeksi gigi), kelenjar getah bening di leher bisa membengkak. Benjolan ini biasanya terasa lunak, bisa digerakkan, dan terkadang terasa nyeri bila ditekan.

2. Gangguan Kelenjar Tiroid (Gondok)

Kelenjar tiroid yang terletak di leher bagian depan berbentuk menyerupai kupu-kupu. Jika kelenjar ini membesar, kondisi ini dikenal dengan sebutan penyakit gondok. Pembesaran tiroid bisa disebabkan oleh kekurangan yodium, hipertiroidisme, hipotiroidisme, atau adanya nodul (kista) pada kelenjar tersebut. Bengkak akibat tiroid biasanya bergerak naik-turun saat kamu menelan.

3. Infeksi Kelenjar Air Liur (Gondongan)

Gondongan atau parotitis adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar air liur (kelenjar parotis) yang terletak di bawah telinga dan rahang. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan yang cukup besar di area leher bagian atas dan rahang, sering kali disertai demam dan rasa nyeri saat mengunyah makanan.

Faktor Risiko dan Pemicu Bengkak di Leher
  1. Sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau radang amandel.
  2. Memiliki kebersihan gigi dan mulut yang buruk, memicu abses atau infeksi gusi.
  3. Kekurangan asupan yodium dalam pola makan sehari-hari.
  4. Terpapar virus menular seperti Epstein-Barr (penyebab mononukleosis).

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar bengkak di leher tidak berbahaya, kamu harus tetap waspada. Segera perhatikan apabila pembengkakan di leher disertai dengan beberapa tanda bahaya atau “red flags” berikut ini:

1. Kesulitan Bernapas dan Menelan

Jika benjolan di leher menekan saluran napas (trakea) atau kerongkongan (esofagus), kamu mungkin akan mengalami sesak napas, suara serak yang tidak kunjung sembuh, atau kesulitan menelan makanan maupun cairan. Ini adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

2. Benjolan Keras dan Sulit Digerakkan

Benjolan akibat infeksi umumnya terasa kenyal dan nyeri. Sebaliknya, jika bengkak di leher terasa sangat keras seperti batu, tidak terasa nyeri sama sekali, menetap lebih dari dua hingga tiga minggu, dan ukurannya terus membesar, ini bisa menjadi tanda peringatan awal adanya pertumbuhan sel abnormal atau tumor.

Cara Mengatasi Bengkak di Leher di Rumah

Untuk kasus bengkak di leher yang disebabkan oleh infeksi ringan atau kelelahan, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah untuk meredakan gejalanya:

1. Berikan Kompres Hangat

Mengaplikasikan kompres hangat pada area leher yang bengkak dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan meredakan rasa nyeri. Celupkan handuk bersih ke dalam air hangat, peras, lalu tempelkan di area yang bengkak selama 15-20 menit beberapa kali sehari.

2. Penggunaan Obat Bebas

Jika bengkak di leher disertai dengan rasa nyeri berdenyut atau demam ringan, kamu bisa mempertimbangkan untuk beli obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti Paracetamol atau Ibuprofen. Obat-obatan ini efektif untuk menekan peradangan dan menurunkan suhu tubuh yang sedang demam. Pastikan untuk selalu membaca aturan pakai pada kemasan dan mengonsumsinya setelah makan.

3. Perbanyak Istirahat dan Cairan

Tubuh membutuhkan energi ekstra untuk melawan infeksi penyebab bengkak. Tidurlah minimal 7-8 jam di malam hari dan perbanyak minum air putih hangat. Cairan membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan melancarkan pembuangan zat beracun dari dalam tubuh.

Namun, jika setelah melakukan perawatan rumahan kondisi bengkak tidak menyusut, bertambah nyeri, atau justru menjalar, jangan tunda untuk segera konsultasi ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan fisik dan diagnosis yang lebih akurat.

Studi Terkait Bengkak di Leher

American Academy of Family Physicians (AAFP) menerbitkan sebuah panduan diagnosis yang menjelaskan bahwa penyebab benjolan di leher sangat bergantung pada rentang usia pasien. Pada anak-anak dan dewasa muda, infeksi virus dan bakteri menempati urutan pertama sebagai penyebab utama limfadenopati servikal (pembengkakan kelenjar getah bening leher).

Studi ini juga menekankan bahwa benjolan leher yang persisten (menetap) pada pasien berusia di atas 40 tahun membutuhkan evaluasi klinis yang lebih mendalam, termasuk pemeriksaan pencitraan seperti USG leher atau CT scan, guna menyingkirkan kemungkinan adanya keganasan. Oleh karena itu, usia dan lamanya bengkak muncul adalah dua faktor kunci dalam observasi medis.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kesehatan adalah investasi masa depan. Jangan pernah mengabaikan perubahan kecil pada tubuhmu, termasuk ketika mendapati adanya bengkak di leher.

Jika kamu memerlukan vitamin atau suplemen pendukung daya tahan tubuh, kamu bisa mendapatkannya dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi secara virtual dengan dokter spesialis terkait masalah kesehatan yang sedang dialami langsung melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
American Academy of Family Physicians. Diakses pada 2024. Evaluation of a Neck Mass in Adults.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Swollen lymph nodes – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Swollen Lymph Nodes.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Waspadai Benjolan di Leher.

FAQ

1. Apakah bengkak di leher sebelah kiri berbahaya?

Tingkat bahayanya tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh radang tenggorokan atau infeksi telinga ringan, bengkak tersebut umumnya tidak berbahaya dan bisa kempis dengan sendirinya. Namun, jika bengkak terasa keras, tidak nyeri, dan menetap lebih dari dua minggu, kondisi tersebut perlu segera dievaluasi oleh dokter.

2. Berapa lama bengkak kelenjar getah bening di leher bisa sembuh?

Pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi virus ringan biasanya akan berangsur kempis dan sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu seiring dengan hilangnya infeksi. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, mungkin membutuhkan antibiotik dari dokter agar bisa kempes sepenuhnya.

3. Apakah panas dalam bisa menyebabkan leher bengkak?

Istilah “panas dalam” di masyarakat sering merujuk pada radang tenggorokan atau infeksi saluran napas atas. Infeksi ini memicu sistem imun bereaksi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kelenjar getah bening di sekitar leher dan rahang membesar sebagai bentuk pertahanan tubuh.

4. Bagaimana cara membedakan benjolan tiroid dan benjolan kelenjar getah bening?

Benjolan akibat pembesaran tiroid (gondok) biasanya berada di leher bagian depan agak ke bawah, dan benjolan ini akan ikut bergerak naik-turun saat kamu menelan ludah atau makanan. Sedangkan benjolan kelenjar getah bening umumnya berada di sisi samping leher, bawah rahang, atau belakang telinga, dan tidak bergerak saat menelan.