
Leher Kiri Ada Benjolan Sakit Ditekan? Yuk, Kenali Sebabnya
Benjolan di Leher Kiri Sakit Bila Ditekan: Jangan Panik Dulu!

# Benjolan di Leher Kiri Sakit Bila Ditekan: Pahami Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter
Munculnya benjolan di leher kiri yang terasa sakit saat ditekan seringkali menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap suatu masalah kesehatan, namun terkadang juga bisa menjadi indikasi adanya kondisi yang lebih serius. Memahami penyebab dan gejala penyertanya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Apa Itu Benjolan di Leher Kiri yang Sakit Saat Ditekan?
Benjolan di leher kiri yang terasa nyeri ketika disentuh adalah massa atau pembengkakan yang muncul di area tersebut dan menyebabkan rasa sakit saat ditekan. Lokasi ini mencakup berbagai struktur anatomi penting, seperti kelenjar getah bening, kelenjar tiroid, kelenjar ludah, serta jaringan lunak lainnya. Rasa sakit yang muncul merupakan sinyal bahwa ada peradangan atau tekanan di area benjolan.
Penyebab Umum Benjolan di Leher Kiri yang Nyeri
Sebagian besar benjolan di leher yang terasa sakit saat ditekan disebabkan oleh kondisi non-kanker yang dapat sembuh seiring waktu. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:
- **Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)**
Ini adalah penyebab paling sering. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membengkak saat melawan infeksi. Jika tubuh sedang melawan infeksi virus atau bakteri, seperti pilek, radang tenggorokan, flu, atau infeksi gigi, kelenjar getah bening di leher kiri bisa membengkak. Benjolan jenis ini biasanya terasa lunak, nyeri, dan akan mengecil seiring membaiknya kondisi infeksi. - **Kista**
Kista adalah kantong berisi cairan, udara, atau material lain yang dapat terbentuk di bawah kulit. Kista di leher bisa terasa nyeri saat ditekan, terutama jika mengalami peradangan atau infeksi. Jenis kista tertentu, seperti kista brankial atau kista tiroglossal, dapat muncul di area leher. - **Lipoma**
Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit. Meskipun biasanya tidak nyeri, lipoma dapat terasa sakit jika tumbuh di dekat saraf atau jika mengalami cedera. Benjolan ini cenderung lunak dan mudah digerakkan. - **Gondongan (Mumps)**
Gondongan adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis. Kelenjar ini terletak di bawah telinga dan rahang. Jika kelenjar parotis di sisi kiri yang terinfeksi, akan muncul benjolan di leher kiri yang terasa nyeri dan bengkak. - **Infeksi Gigi atau Abses**
Infeksi parah pada gigi atau gusi dapat menyebar dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher yang berdekatan. Abses gigi juga bisa menyebabkan benjolan yang nyeri di rahang atau leher.
Kapan Harus Waspada Terhadap Benjolan di Leher?
Meskipun sebagian besar benjolan di leher tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera karena bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius:
- **Limfoma (Kanker Kelenjar Getah Bening)**
Limfoma adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel sistem kekebalan tubuh. Benjolan akibat limfoma seringkali terasa keras, tidak nyeri, dan cenderung terus membesar. Gejala penyerta bisa berupa demam yang tidak jelas penyebabnya, keringat malam berlebihan, dan penurunan berat badan yang tidak disengaja. - **Pembengkakan Tiroid (Gondok)**
Kelenjar tiroid terletak di bagian depan leher, di bawah jakun. Pembengkakan kelenjar tiroid, yang dikenal sebagai gondok, bisa disebabkan oleh kekurangan yodium, penyakit autoimun, atau nodul tiroid. Benjolan ini bisa terasa nyeri atau tidak, tergantung pada penyebabnya. - **Infeksi TBC Kelenjar (Limfadenitis Tuberkulosis)**
Infeksi tuberkulosis tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang kelenjar getah bening di leher. Benjolan TBC kelenjar umumnya tidak nyeri, tetapi bisa membesar dan kadang disertai gejala lain seperti demam ringan, penurunan berat badan, dan kelelahan. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus dengan antibiotik tuberkulosis. - **Kanker Lain di Area Leher**
Jenis kanker lain yang bisa menyebabkan benjolan di leher meliputi kanker tenggorokan, kanker laring, atau kanker yang menyebar dari bagian tubuh lain (metastasis). Benjolan kanker cenderung keras, tidak bergerak, dan mungkin tidak nyeri pada awalnya.
Langkah Penanganan Awal untuk Benjolan di Leher Kiri yang Sakit
Apabila mengalami benjolan di leher yang terasa sakit, ada beberapa tindakan awal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala sementara sebelum memeriksakan diri ke dokter:
- **Kompres Hangat atau Dingin**
Gunakan kompres hangat atau dingin secara bergantian pada area benjolan untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Kompres hangat dapat meningkatkan aliran darah, sementara kompres dingin dapat mengurangi peradangan. - **Istirahat Cukup dan Konsumsi Makanan Bergizi**
Memberikan tubuh istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang baik dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Pastikan untuk minum air putih yang cukup. - **Hindari Memegang atau Memijat Berlebihan**
Terlalu sering menyentuh atau memijat benjolan dapat memperburuk iritasi atau peradangan, bahkan bisa menyebabkan infeksi menyebar jika ada luka. - **Konsumsi Pereda Nyeri Ringan**
Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan demam yang mungkin menyertai benjolan, sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.
Kapan Wajib Segera Periksa ke Dokter?
Penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika benjolan di leher kiri yang sakit memiliki karakteristik berikut:
- **Semakin Besar, Keras, atau Tidak Bergerak**
Benjolan yang tumbuh dengan cepat, terasa sangat keras saat disentuh, atau tidak bisa digerakkan dari posisinya, memerlukan evaluasi medis. - **Disertai Demam Berkepanjangan, Keringat Malam, atau Penurunan Berat Badan**
Gejala-gejala sistemik ini, terutama jika muncul bersamaan dengan benjolan, bisa menjadi tanda infeksi serius atau kondisi keganasan. - **Menyebabkan Sulit Menelan, Berbicara, atau Bernapas**
Jika benjolan menyebabkan gangguan fungsi vital seperti kesulitan menelan makanan, perubahan suara, atau sesak napas, segera cari pertolongan medis darurat. - **Benjolan Muncul Tanpa Disertai Gejala Infeksi**
Jika tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pilek atau radang tenggorokan yang jelas, namun benjolan muncul dan nyeri, sebaiknya segera periksakan. - **Benjolan Tidak Mengecil Setelah Beberapa Minggu**
Benjolan akibat infeksi umumnya akan mengecil seiring sembuhnya infeksi. Jika benjolan tidak menunjukkan tanda-tanda membaik setelah dua hingga tiga minggu, konsultasi medis diperlukan.
Rekomendasi Medis Halodoc
Benjolan di leher kiri yang terasa sakit saat ditekan memerlukan diagnosis yang akurat dari tenaga medis profesional. Mengingat banyaknya kemungkinan penyebab, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang lebih serius seperti kanker, pemeriksaan dokter adalah langkah terbaik. Dokter umum dapat melakukan pemeriksaan awal dan jika diperlukan, akan merujuk ke spesialis yang tepat, seperti dokter spesialis bedah, THT, atau penyakit dalam, untuk pemeriksaan lanjutan seperti USG leher, tes darah, atau biopsi. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter secara daring atau membuat janji temu di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan diagnosis pasti dan rencana penanganan yang sesuai. Jangan tunda pemeriksaan untuk memastikan kesehatan dan penanganan yang optimal.


