Ad Placeholder Image

Lepas Jahitan Apakah Sakit? Simak Fakta dan Sensasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Lepas Jahitan Apakah Sakit? Ternyata Begini Sensasinya

Lepas Jahitan Apakah Sakit? Simak Fakta dan SensasinyaLepas Jahitan Apakah Sakit? Simak Fakta dan Sensasinya

Mengenal Prosedur Medis Lepas Jahitan pada Luka

Prosedur medis pelepasan jahitan merupakan tahap akhir dari pemulihan luka setelah tindakan bedah atau penanganan cedera fisik. Banyak pasien merasa khawatir dan bertanya mengenai lepas jahitan apakah sakit saat jadwal kunjungan dokter tiba. Secara medis, jahitan digunakan untuk menyatukan tepi luka agar proses granulasi dan re-epitelisasi jaringan kulit dapat berjalan maksimal. Setelah jaringan baru terbentuk dan luka dinyatakan menyatu, benang jahitan yang bersifat non-absorbable atau tidak dapat diserap tubuh harus diangkat untuk mencegah iritasi kronis atau risiko infeksi benda asing.

Waktu pelepasan jahitan bervariasi tergantung pada lokasi luka, kedalaman cedera, dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Luka pada area wajah biasanya memerlukan waktu 5 hingga 7 hari, sementara luka pada area persendian atau punggung mungkin membutuhkan waktu hingga 14 hari karena adanya tegangan kulit yang lebih tinggi. Memahami mekanisme kerja tenaga medis saat mengangkat benang dapat membantu mengurangi kecemasan pasien mengenai rasa tidak nyaman yang mungkin muncul selama proses berlangsung.

Lepas Jahitan Apakah Sakit dan Bagaimana Sensasinya

Jawaban utama bagi pertanyaan lepas jahitan apakah sakit adalah umumnya tidak menimbulkan nyeri hebat. Sebagian besar pasien hanya merasakan sensasi tarikan ringan atau tekanan sesaat ketika benang digunting dan ditarik keluar dari pori-皮kulit. Rasa sakit saat melepas jahitan jauh lebih ringan dibandingkan dengan rasa sakit saat proses penjahitan dilakukan pertama kali. Hal ini dikarenakan luka sudah dalam kondisi kering, menyatu, dan fase inflamasi akut sudah terlewati.

Dokter biasanya tidak memberikan suntikan bius lokal atau anestesi sebelum melakukan pelepasan jahitan. Pemberian suntikan anestesi justru dianggap lebih menyakitkan bagi pasien dibandingkan dengan prosedur pelepasan benang itu sendiri. Proses ini berlangsung sangat cepat, seringkali hanya membutuhkan waktu beberapa menit tergantung pada jumlah jahitan yang ada. Saraf pada area luka memang mungkin menjadi sedikit lebih sensitif selama masa penyembuhan, namun sensitivitas ini tidak berujung pada rasa nyeri menusuk selama prosedur dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten.

Faktor yang Menyebabkan Rasa Nyeri Meningkat saat Pelepasan

Meskipun secara umum tidak sakit, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu rasa nyeri yang lebih terasa saat benang diangkat. Salah satu faktor utama adalah durasi pelepasan jahitan yang melampaui jadwal yang ditentukan dokter. Jika benang dibiarkan terlalu lama, jaringan kulit baru dapat tumbuh menyelimuti benang atau benang menempel erat pada kerak luka. Kondisi ini membuat proses penarikan benang menjadi lebih sulit dan berisiko menimbulkan trauma kecil pada jaringan kulit yang baru terbentuk.

Keberadaan infeksi juga menjadi faktor penentu tingkat kenyamanan pasien. Jika area luka mengalami infeksi, jaringan di sekitarnya akan membengkak, kemerahan, dan menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan karena dapat memperburuk rasa nyeri saat pelepasan jahitan:

  • Terbentuknya abses atau penumpukan nanah di bawah permukaan jahitan.
  • Terjadinya peradangan hebat akibat paparan bakteri pada luka yang tidak terjaga kebersihannya.
  • Kondisi luka yang masih basah atau belum menyatu sempurna akibat aktivitas berlebihan.
  • Benang jahitan yang tertanam terlalu dalam akibat edema atau bengkak pada awal masa penyembuhan.

Tanda-Tanda Infeksi yang Perlu Diwaspadai

Penting bagi pasien untuk mengenali gejala infeksi sebelum datang ke klinik untuk melepas jahitan. Jika terdapat tanda-tanda infeksi, dokter mungkin akan menunda pelepasan jahitan atau memberikan perawatan tambahan terlebih dahulu. Gejala yang umum ditemukan meliputi munculnya cairan berbau tidak sedap dari sela-sela jahitan, rasa hangat yang tidak biasa pada area luka, serta peningkatan intensitas nyeri secara tiba-tiba. Pembengkakan yang tidak kunjung mereda juga menjadi indikator bahwa proses penyembuhan mengalami hambatan.

Menjaga kebersihan luka adalah kunci utama agar proses pelepasan jahitan berjalan lancar tanpa hambatan nyeri. Luka harus dijaga agar tetap kering dan tidak terpapar air kotor yang mengandung kuman. Jika luka kotor, segera bersihkan sesuai dengan instruksi medis yang telah diberikan sebelumnya. Ketidakpatuhan dalam menjaga higienitas luka dapat menyebabkan benang menjadi sarang bakteri, yang pada akhirnya memicu komplikasi medis saat prosedur pengangkatan benang dilakukan.

Setelah jahitan berhasil dilepas, area kulit tersebut masih memerlukan perlindungan ekstra. Jaringan kulit yang baru terbentuk bersifat sangat tipis dan rentan terhadap iritasi atau cedera ulang. Tenaga medis biasanya akan memberikan plester pelindung atau salep antibiotik topikal untuk menjaga kelembapan area tersebut. Hindari menggaruk atau memberikan tekanan berlebih pada bekas luka selama beberapa hari ke depan guna memastikan kekuatan regangan kulit kembali normal secara bertahap.

Rekomendasi Medis dan Konsultasi Halodoc

Proses pelepasan jahitan adalah bagian krusial dalam manajemen luka yang tidak perlu ditakuti. Ketepatan waktu dalam melakukan prosedur ini sangat menentukan hasil akhir estetika bekas luka dan mencegah risiko komplikasi jangka panjang. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh dokter merupakan langkah paling bijak untuk memastikan transisi pemulihan berjalan dengan optimal dan minim rasa sakit.

Apabila ditemukan kelainan seperti luka terbuka kembali setelah jahitan dilepas, pendarahan yang tidak berhenti, atau munculnya jaringan parut yang tidak normal, segera lakukan konsultasi medis profesional. Layanan kesehatan di Halodoc menyediakan akses bagi pasien untuk berdiskusi dengan dokter mengenai perawatan luka pasca operasi atau cedera secara mendalam. Konsultasi dini sangat membantu dalam mendeteksi adanya gangguan penyembuhan serta memberikan solusi penanganan yang tepat sasaran tanpa harus menunggu kondisi menjadi lebih parah.