Ad Placeholder Image

Leukemia: Gejala, Jenis, dan Pengobatan Terkini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Februari 2026

Leukemia: Kenali Gejala, Jenis, & Cara Mengobati

Leukemia: Gejala, Jenis, dan Pengobatan TerkiniLeukemia: Gejala, Jenis, dan Pengobatan Terkini

Leukemia: Pengertian, Jenis, Gejala, dan Pengobatan

Leukemia, atau kanker darah, adalah kondisi serius yang terjadi akibat produksi sel darah putih abnormal secara berlebihan di sumsum tulang. Sel-sel abnormal ini kemudian menumpuk dan mengganggu fungsi sel darah sehat. Akibatnya, tubuh menjadi rentan terhadap infeksi, anemia, dan perdarahan. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang. Pada kondisi normal, sumsum tulang memproduksi sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit yang berfungsi dengan baik. Namun, pada leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sel-sel abnormal ini berkembang biak dengan cepat dan tidak terkendali, sehingga menghambat produksi sel darah sehat lainnya.

Jenis-Jenis Leukemia

Leukemia diklasifikasikan berdasarkan kecepatan perkembangannya (akut atau kronis) dan jenis sel darah putih yang terkena (limfositik atau mieloid). Berikut adalah beberapa jenis leukemia yang umum:

  • Leukemia Limfoblastik Akut (ALL): Jenis leukemia ini paling sering terjadi pada anak-anak. ALL berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera.
  • Leukemia Mieloid Akut (AML): AML dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Seperti ALL, AML juga berkembang dengan cepat.
  • Leukemia Limfositik Kronis (CLL): CLL adalah jenis leukemia yang berkembang lambat dan paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Gejala Leukemia yang Perlu Diwaspadai

Gejala leukemia bervariasi tergantung pada jenis leukemia dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum leukemia meliputi:

  • Demam dan menggigil
  • Kelelahan dan kelemahan yang berkelanjutan
  • Infeksi yang sering terjadi
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Perdarahan atau memar yang mudah terjadi
  • Nyeri tulang atau sendi
  • Keringat malam

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Apa Penyebab Leukemia?

Penyebab pasti leukemia belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena leukemia meliputi:

  • Riwayat keluarga dengan leukemia
  • Paparan radiasi tingkat tinggi
  • Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena
  • Kelainan genetik tertentu, seperti sindrom Down
  • Riwayat pengobatan kemoterapi sebelumnya

Bagaimana Leukemia Diobati?

Pengobatan leukemia tergantung pada jenis leukemia, stadium penyakit, usia pasien, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Beberapa metode pengobatan leukemia meliputi:

  • Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Terapi Target: Penggunaan obat-obatan yang menargetkan sel-sel kanker secara spesifik.
  • Transplantasi Sel Induk: Prosedur penggantian sel-sel sumsum tulang yang rusak dengan sel-sel sehat.
  • Terapi Radiasi: Penggunaan sinar-X atau radiasi lain untuk membunuh sel-sel kanker.

Bisakah Leukemia Dicegah?

Karena penyebab pasti leukemia belum diketahui, sulit untuk mencegah penyakit ini sepenuhnya. Namun, beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena leukemia meliputi:

  • Menghindari paparan radiasi dan bahan kimia berbahaya.
  • Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga secara teratur.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat keluarga dengan leukemia atau faktor risiko lainnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau memiliki faktor risiko leukemia. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan penanganan yang sesuai.