Licorice Candy: Manis, Unik, & Populer di Indonesia!

Licorice candy atau permen akar manis adalah camilan populer yang dikenal dengan rasa uniknya. Terbuat dari ekstrak tanaman Glycyrrhiza glabra, gula, dan bahan pengental, permen ini menawarkan rasa manis alami yang khas. Meskipun populer, konsumsi permen akar manis perlu diperhatikan karena potensi efek sampingnya.
Apa Itu Licorice Candy?
Licorice candy adalah jenis permen yang bahan utamanya berasal dari ekstrak akar tanaman licorice (Glycyrrhiza glabra). Ekstrak ini memberikan rasa manis yang khas dan sering dikombinasikan dengan gula serta bahan pengental seperti pati, gelatin, atau gum arab. Beberapa varian juga mengandung perasa tambahan seperti adas manis (anise) atau molase untuk memperkaya cita rasa.
Permen ini tersedia dalam berbagai bentuk, tekstur, dan warna. Yang paling umum adalah varian hitam dengan rasa klasik licorice, namun ada juga varian merah yang menawarkan rasa buah seperti stroberi. Teksturnya pun beragam, mulai dari yang lembut (soft) hingga keras.
Karakteristik dan Jenis Licorice Candy
Licorice candy memiliki beberapa karakteristik unik yang membedakannya dari jenis permen lainnya:
- Rasa: Rasa klasik (hitam) didominasi oleh rasa adas manis atau anise. Beberapa varian, terutama yang berasal dari negara-negara Nordik, memiliki rasa asin (salmiakki).
- Varietas: Terdapat berbagai varietas licorice candy, termasuk yang bertekstur lembut, keras, dan liquorice allsorts (campuran berbagai bentuk dan rasa).
- Warna: Meskipun identik dengan warna hitam, licorice candy juga tersedia dalam varian merah dengan rasa buah.
- Bahan: Bahan utama meliputi ekstrak akar manis, gula, dan pengental seperti tepung terigu, gum arab, atau gelatin.
Manfaat dan Risiko Licorice Candy bagi Kesehatan
Akar manis telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Namun, konsumsi licorice candy juga memiliki potensi risiko, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Manfaat Licorice Candy
- Meredakan Batuk: Akar manis secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan batuk.
- Mengatasi Masalah Lambung: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akar manis dapat membantu mengatasi masalah lambung.
Risiko Konsumsi Licorice Candy
Konsumsi berlebihan licorice candy, terutama varian hitam, dapat menyebabkan efek samping yang merugikan karena kandungan glycyrrhizin yang tinggi.
- Tekanan Darah Tinggi: Glycyrrhizin dapat meningkatkan tekanan darah.
- Hipokalemia: Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
- Diabetes: Kandungan gula yang tinggi dalam permen dapat meningkatkan risiko diabetes.
Tips Mengonsumsi Licorice Candy dengan Aman
Untuk menikmati licorice candy tanpa khawatir akan efek sampingnya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Konsumsi dalam Jumlah Sedang: Batasi konsumsi licorice candy dan nikmati sebagai bagian dari pola makan seimbang.
- Perhatikan Kandungan Gula: Pilih varian dengan kandungan gula yang lebih rendah atau konsumsi dalam porsi kecil.
- Konsultasi dengan Dokter: Jika memiliki kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau diabetes, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi licorice candy.
Ketersediaan Licorice Candy di Indonesia
Licorice candy dapat ditemukan dengan mudah di berbagai toko daring (online) maupun luring di Indonesia. Beberapa platform e-commerce populer seperti Blibli, Shopee, dan Tokopedia menawarkan berbagai merek dan jenis licorice candy, termasuk produk impor.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Licorice candy adalah camilan dengan rasa unik yang menawarkan manfaat kesehatan tertentu, tetapi juga memiliki potensi risiko jika dikonsumsi berlebihan. Nikmati permen ini dalam jumlah sedang sebagai bagian dari pola makan seimbang. Jika memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai licorice candy dan dampaknya bagi kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Konsultasi dengan dokter dapat membantu memberikan informasi yang lebih personal dan sesuai dengan kondisi kesehatan.



