Ad Placeholder Image

Lidah Bayi Terbelah? Tenang, Ini yang Perlu Bunda Tahu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Lidah Bayi Terbelah: Kenali Bedanya dan Kapan Periksa

Lidah Bayi Terbelah? Tenang, Ini yang Perlu Bunda TahuLidah Bayi Terbelah? Tenang, Ini yang Perlu Bunda Tahu

Memahami Kondisi Lidah Bayi Terbelah: Antara Fissured Tongue dan Tongue-Tie

Kondisi lidah bayi yang tampak “terbelah” seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Istilah ini sebenarnya dapat merujuk pada dua kondisi medis yang berbeda: fissured tongue (lidah pecah-pecah atau berlekuk) dan tongue-tie (lidah pendek atau terikat). Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting karena implikasi dan penanganannya tidak sama.

Fissured tongue umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya dan seringkali tidak memerlukan intervensi khusus. Sementara itu, tongue-tie bisa memengaruhi kemampuan menyusu bayi dan mungkin memerlukan penanganan medis. Artikel ini akan membahas kedua kondisi lidah bayi terbelah secara detail untuk memberikan pemahaman yang akurat.

Fissured Tongue (Lidah Pecah-Pecah/Berlekuk)

Kondisi ini ditandai dengan adanya alur atau celah pada permukaan lidah. Celah ini bisa bervariasi kedalamannya dan umumnya muncul pada bagian punggung lidah.

Ciri-ciri Fissured Tongue

  • Permukaan lidah memiliki lekukan atau alur yang terlihat jelas.
  • Alur bisa tunggal di tengah atau bercabang membentuk pola menyerupai peta.
  • Lidah umumnya tampak normal tanpa adanya keluhan atau rasa sakit.

Penyebab Fissured Tongue

Penyebab utama dari fissured tongue seringkali genetik atau bawaan lahir. Kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan sindrom tertentu, seperti sindrom Down atau sindrom Melkersson-Rosenthal. Pada beberapa kasus, fissured tongue juga dapat terjadi bersamaan dengan lidah geografis (geographic tongue), suatu kondisi peradangan jinak yang berpindah-pindah lokasi di permukaan lidah. Namun, secara umum, fissured tongue bukanlah kondisi berbahaya.

Penanganan Fissured Tongue

Kebanyakan kasus fissured tongue tidak memerlukan pengobatan khusus. Penanganan utama berfokus pada menjaga kebersihan mulut yang baik. Jika sisa makanan tersangkut di lekukan lidah, hal ini dapat menyebabkan iritasi, bau mulut, atau bahkan infeksi. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan lidah bayi secara teratur menggunakan kain bersih dan lembut atau sikat lidah khusus bayi.

Tongue-Tie (Ankyloglossia/Lidah Pendek Terikat)

Tongue-tie adalah kondisi bawaan di mana frenulum linguae, pita jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah ke dasar mulut, terlalu pendek, tebal, atau kencang. Hal ini membatasi gerakan lidah bayi.

Definisi Tongue-Tie

Ankyloglossia atau tongue-tie terjadi ketika frenulum lingual (pita di bawah lidah) membatasi gerakan lidah. Kondisi ini dapat menyebabkan lidah tampak “terbelah” atau berbentuk hati saat bayi menjulurkan lidahnya.

Ciri-ciri dan Gejala Tongue-Tie

  • Lidah bayi tidak dapat dijulurkan melebihi gusi bawah.
  • Lidah tampak berbentuk hati atau seperti ada belahan saat bayi mencoba menjulurkannya.
  • Kesulitan saat menyusu, seperti sulit melekat pada puting, menyusu dalam waktu lama, atau membuat suara “klik” saat menyusu.
  • Bayi mungkin tidak mendapatkan cukup ASI, menyebabkan kenaikan berat badan yang buruk.
  • Ibu menyusui mungkin mengalami nyeri puting atau puting lecet.
  • Kesulitan dalam membersihkan sisa makanan dari mulut saat bayi tumbuh.
  • Pada kasus yang lebih parah, dapat memengaruhi perkembangan bicara di kemudian hari.

Penyebab Tongue-Tie

Tongue-tie adalah kondisi kongenital, artinya sudah ada sejak lahir. Kondisi ini terjadi karena frenulum linguae tidak terpisah secara sempurna dari dasar mulut selama perkembangan janin. Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan ada faktor genetik yang berperan.

Dampak Tongue-Tie pada Bayi

Dampak utama tongue-tie seringkali terkait dengan proses menyusu. Keterbatasan gerak lidah dapat menyulitkan bayi untuk melekat (latch) dengan benar pada payudara ibu, yang dapat menyebabkan asupan ASI tidak optimal dan potensi masalah berat badan. Selain itu, kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan bicara dan kebersihan gigi di masa mendatang.

Pengobatan Tongue-Tie

Jika tongue-tie menyebabkan masalah menyusu atau potensi masalah perkembangan lain, penanganan medis mungkin diperlukan. Prosedur yang paling umum adalah frenotomi atau frenulektomi. Ini adalah prosedur sederhana yang melibatkan pemotongan frenulum yang kencang dengan gunting steril atau laser.

Prosedur ini cepat, biasanya dilakukan di klinik, dan seringkali tidak memerlukan anestesi pada bayi baru lahir. Setelah prosedur, bayi umumnya dapat langsung menyusu dan seringkali menunjukkan peningkatan dalam kemampuan melekat.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter gigi anak jika melihat tanda-tanda lidah bayi terbelah atau mencurigai adanya tongue-tie. Penting untuk mencari evaluasi medis jika:

  • Bayi mengalami kesulitan menyusu, tidak menempel dengan baik, atau tidak mendapatkan cukup ASI.
  • Ibu mengalami nyeri puting yang persisten saat menyusui.
  • Bayi menunjukkan pola makan yang tidak efektif atau berat badannya tidak naik sesuai harapan.
  • Terdapat kekhawatiran tentang kebersihan mulut atau potensi masalah bicara di kemudian hari.

Kesimpulan

Kondisi lidah bayi terbelah dapat merujuk pada fissured tongue yang umumnya tidak berbahaya, atau tongue-tie yang berpotensi memengaruhi fungsi menyusu dan perlu penanganan. Diagnosis yang tepat dari profesional medis adalah kunci untuk menentukan apakah kondisi tersebut memerlukan intervensi. Orang tua tidak perlu panik, namun disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan rekomendasi terbaik. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan konsultasi, silakan hubungi dokter anak melalui aplikasi Halodoc.