Ad Placeholder Image

Lidah Pendek Bikin Susah Bicara? Atasi Tongue Tied Kini!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Pahami Tongue Tied dan Gejalanya

Lidah Pendek Bikin Susah Bicara? Atasi Tongue Tied Kini!Lidah Pendek Bikin Susah Bicara? Atasi Tongue Tied Kini!

Tongue-tie atau ankyloglossia adalah kondisi bawaan yang membatasi gerakan lidah karena jaringan ikat di bawah lidah (frenulum) terlalu pendek atau kencang. Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan menyusu, makan, menelan, dan berbicara, terutama pada bayi. Mengenali gejala tongue-tie sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan mendukung tumbuh kembang optimal.

Apa Itu Tongue-Tie (Ankyloglossia)?

Tongue-tie, secara medis dikenal sebagai ankyloglossia, merupakan kelainan kongenital atau bawaan lahir. Kondisi ini terjadi ketika frenulum lingual, yaitu selaput tipis yang menghubungkan bagian bawah lidah ke dasar mulut, lebih pendek, tebal, atau kencang dari seharusnya. Frenulum yang terlalu kencang membatasi jangkauan gerak lidah. Akibatnya, lidah tidak dapat bergerak bebas ke atas atau menjulur keluar mulut secara normal.

Pada beberapa kasus, lidah yang mengalami tongue-tie seringkali tampak berbentuk hati atau V saat dijulurkan. Pembatasan gerak lidah ini dapat memengaruhi berbagai fungsi penting, mulai dari proses menyusu pada bayi hingga kesulitan makan, menelan, dan artikulasi bicara pada anak yang lebih besar.

Gejala Tongue-Tie pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala tongue-tie pada bayi sangat krusial untuk intervensi dini. Gejala ini seringkali paling terlihat selama proses menyusu, baik pada bayi maupun ibu.

  • Kesulitan Menyusu: Bayi mungkin kesulitan untuk melekat pada payudara dengan benar, menghasilkan isapan yang lemah, atau sering melepaskan puting.
  • Menyusu Berkepanjangan atau Sering: Bayi perlu menyusu lebih lama atau lebih sering karena tidak mendapatkan cukup ASI dalam satu sesi.
  • Gagal Menambah Berat Badan: Akibat asupan ASI yang tidak efektif, bayi mungkin tidak mengalami kenaikan berat badan sesuai usia.
  • Suara Mengecap atau Berdecak Saat Menyusu: Ini menunjukkan bayi kesulitan menciptakan segel yang baik di sekitar puting.
  • Rewel atau Gelisah Saat Menyusu: Bayi frustrasi karena kesulitan mendapatkan ASI.
  • Kesulitan Menjulurkan Lidah: Lidah bayi tidak dapat dijulurkan melewati bibir bawah, atau saat dijulurkan, ujungnya terlihat berbentuk hati atau V.
  • Masalah Pada Ibu Menyusui: Ibu dapat mengalami nyeri puting, puting lecet, atau mastitis berulang akibat pelekatan yang buruk.

Penyebab Tongue-Tie

Penyebab pasti tongue-tie belum sepenuhnya dipahami. Namun, kondisi ini diyakini merupakan hasil dari perkembangan janin yang tidak sempurna. Selama masa perkembangan, frenulum lingual harusnya mengalami resesi atau menyusut, sehingga lidah dapat bergerak bebas. Apabila proses ini tidak terjadi secara sempurna, frenulum tetap melekat terlalu kencang pada dasar lidah.

Faktor genetik juga diduga berperan, karena tongue-tie kadang ditemukan dalam keluarga. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi cenderung lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan bayi perempuan.

Diagnosis Tongue-Tie

Diagnosis tongue-tie umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter anak, konsultan laktasi, atau dokter gigi anak. Pemeriksaan melibatkan observasi gerakan lidah bayi dan palpasi (perabaan) frenulum lingual. Dokter akan mengevaluasi seberapa jauh lidah dapat diangkat dan dijulurkan.

Selain itu, riwayat menyusui dan masalah yang dialami ibu serta bayi juga menjadi bagian penting dari proses diagnosis. Penilaian fungsi lidah lebih diutamakan daripada hanya melihat penampilan frenulum secara visual.

Pengobatan Tongue-Tie

Penanganan tongue-tie bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan dampaknya terhadap fungsi lidah. Beberapa kasus ringan mungkin hanya memerlukan pemantauan jika tidak mengganggu proses menyusu atau makan. Namun, jika tongue-tie menyebabkan masalah signifikan, prosedur bedah minor bisa menjadi pilihan.

Prosedur ini dikenal sebagai frenotomi atau frenulektomi. Frenotomi adalah prosedur cepat dan minimal invasif untuk memotong frenulum lingual yang kencang. Tindakan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan gunting steril atau laser, seringkali tanpa anestesi pada bayi yang sangat muda. Prosedur ini bertujuan untuk membebaskan lidah dan memungkinkan rentang gerak yang lebih baik.

Pada beberapa kasus, terutama pada anak yang lebih besar atau frenulum yang lebih tebal, mungkin diperlukan frenuloplasti. Ini adalah prosedur yang lebih kompleks yang melibatkan pemotongan frenulum dan kemudian menutup luka dengan jahitan.

Perawatan Setelah Tindakan Frenotomi

Setelah prosedur frenotomi, bayi umumnya dapat langsung menyusu. Hal ini membantu menenangkan bayi dan memanfaatkan gerakan lidah untuk mencegah luka menyatu kembali. Dokter mungkin akan merekomendasikan latihan lidah lembut untuk beberapa hari ke depan.

Bayi mungkin mengalami sedikit ketidaknyamanan atau nyeri setelah prosedur. Untuk meredakan demam atau nyeri ringan yang mungkin timbul, penggunaan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter dapat membantu.

Pencegahan Tongue-Tie

Karena tongue-tie adalah kondisi bawaan yang terjadi selama perkembangan janin, tidak ada langkah pencegahan spesifik yang diketahui. Namun, penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan rutin. Deteksi dini setelah bayi lahir sangat penting. Orang tua dan tenaga medis perlu mewaspadai gejala yang mengganggu fungsi menyusu.

Kapan Harus ke Dokter untuk Tongue-Tie?

Segera konsultasikan dengan dokter anak atau konsultan laktasi jika bayi menunjukkan gejala tongue-tie yang mengganggu proses menyusu. Terutama jika bayi tidak mengalami peningkatan berat badan yang memadai, ibu mengalami nyeri puting yang parah, atau jika ada kekhawatiran tentang perkembangan bicara di kemudian hari. Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi jangka panjang.

Pertanyaan Umum Seputar Tongue-Tie (FAQ)

  • Apakah tongue-tie bisa sembuh sendiri?

    Tongue-tie tidak bisa sembuh sendiri. Frenulum yang terlalu pendek atau kencang tidak akan memanjang secara alami. Namun, tidak semua kasus tongue-tie memerlukan intervensi. Jika tidak menimbulkan masalah fungsional, tindakan mungkin tidak diperlukan.

  • Apakah tongue-tie selalu membutuhkan operasi?

    Tidak selalu. Keputusan untuk melakukan operasi tergantung pada seberapa besar tongue-tie memengaruhi kemampuan bayi untuk menyusu, makan, atau berbicara. Jika masalah fungsional signifikan, prosedur frenotomi seringkali direkomendasikan.

Kesimpulan

Tongue-tie adalah kondisi yang dapat memengaruhi kualitas hidup bayi, terutama dalam hal menyusu dan asupan nutrisi. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala sejak dini dan segera mencari bantuan medis. Diagnosis dan penanganan yang tepat, seperti frenotomi jika diperlukan, dapat secara signifikan memperbaiki kondisi dan mendukung tumbuh kembang bayi. Konsultasi dengan dokter anak melalui aplikasi Halodoc dapat memberikan informasi dan rekomendasi penanganan terbaik untuk setiap kasus tongue-tie.