Ad Placeholder Image

Lidah Terasa Terbakar? Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Lidah Terasa Terbakar: Penyebab, Cara Mengatasi Efektif

Lidah Terasa Terbakar? Penyebab dan Cara Mengatasinya!Lidah Terasa Terbakar? Penyebab dan Cara Mengatasinya!





Lidah Terasa Terbakar Gejala Sakit Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasakan sensasi panas, perih, atau tersengat di area lidah padahal kamu tidak sedang mengonsumsi makanan pedas atau panas? Keluhan lidah terasa terbakar, atau dalam dunia medis dikenal sebagai Burning Mouth Syndrome (BMS), merupakan kondisi yang sering membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan cemas akan kesehatan mulut mereka.

Sensasi ini bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang secara bertahap seiring berjalannya waktu. Bagi sebagian orang, rasa terbakar ini hanya terasa di ujung lidah, namun bagi yang lain, sensasi tersebut bisa menyebar ke seluruh bagian mulut, termasuk langit-langit, gusi, dan bagian dalam pipi. Karena gejalanya yang subjektif, banyak orang bertanya-tanya: lidah terasa terbakar gejala sakit apa sebenarnya?

Mengetahui penyebab di balik keluhan ini sangat penting karena lidah terasa terbakar bukan sekadar gangguan ringan, melainkan bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang lebih kompleks, mulai dari kekurangan nutrisi hingga gangguan saraf. Jika kamu mengalami keluhan ini berkepanjangan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja kemungkinan penyebab dan cara menangani lidah yang terasa terbakar? Berikut ulasan lengkapnya!

Memahami Kondisi Lidah Terbakar

Burning Mouth Syndrome (BMS) dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu primer dan sekunder. BMS primer terjadi ketika tidak ditemukan adanya kelainan klinis atau laboratorium yang mendasari. Dalam kasus ini, dokter menduga adanya kerusakan pada saraf yang mengontrol rasa dan nyeri. Sementara itu, BMS sekunder disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang dapat diidentifikasi.

Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, namun secara statistik lebih sering ditemukan pada wanita, terutama yang sedang memasuki masa menopause. Hal ini berkaitan erat dengan perubahan hormonal yang memengaruhi sensitivitas reseptor saraf di rongga mulut.

Gejala yang Sering Menyertai

Selain sensasi panas seperti tersiram air mendidih, ada beberapa gejala lain yang sering dikeluhkan oleh penderita, antara lain:

  • Rasa haus yang meningkat atau mulut terasa sangat kering (xerostomia).
  • Perubahan rasa di lidah, seperti munculnya rasa logam atau pahit.
  • Kehilangan indra perasa secara parsial.
  • Sensasi kesemutan atau mati rasa pada lidah.

Penyebab Medis Lidah Terasa Terbakar

1. Kekurangan Nutrisi

Salah satu penyebab paling umum dari lidah terasa terbakar adalah defisiensi atau kekurangan nutrisi penting. Tubuh membutuhkan vitamin B kompleks (terutama B1, B2, B6, B9, dan B12), zat besi, dan zinc untuk menjaga kesehatan jaringan mukosa mulut dan fungsi saraf. Jika kadar nutrisi ini rendah, regenerasi sel di permukaan lidah terganggu, menyebabkan lidah menjadi lebih tipis, merah, dan sensitif terhadap rangsangan.

2. Infeksi Jamur (Oral Candidiasis)

Pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan di dalam mulut dapat menyebabkan peradangan. Gejalanya biasanya berupa bercak putih di lidah, namun dalam beberapa kasus, infeksi ini hanya menimbulkan rasa perih dan terbakar yang intens tanpa adanya bercak yang nyata.

3. Refluks Asam Lambung (GERD)

Asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan dan rongga mulut dapat mengiritasi jaringan halus di lidah. Kondisi ini sering kali diperparah saat malam hari atau setelah mengonsumsi makanan tertentu, menyebabkan lidah terasa asam dan panas.

4. Mulut Kering (Xerostomia)

Air liur berfungsi sebagai pelumas dan pelindung jaringan mulut. Ketika produksi air liur berkurang—akibat penggunaan obat-obatan tertentu, sindrom Sjogren, atau dehidrasi—gesekan di dalam mulut meningkat dan menyebabkan sensasi terbakar.

5. Faktor Psikologis

Stres kronis, kecemasan (anxiety), dan depresi memiliki hubungan yang kuat dengan gangguan saraf sensorik. Pada beberapa individu, stres manifestasi secara fisik dalam bentuk nyeri neuropatik di area mulut.

Tips Mengurangi Ketidaknyamanan pada Lidah
  1. Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan mulut.
  2. Hindari makanan yang terlalu asam, pedas, atau sangat panas.
  3. Gunakan pasta gigi tanpa kandungan deterjen (SLS) untuk mengurangi iritasi.

Faktor Risiko dan Pemicu

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami lidah terasa terbakar, di antaranya adalah kebiasaan merokok, penggunaan gigi palsu yang tidak pas, alergi terhadap bahan tertentu (seperti logam pada kawat gigi atau penyedap makanan), serta kondisi sistemik seperti diabetes melitus.

Bagi penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dapat mengubah komposisi air liur dan meningkatkan risiko infeksi mulut, yang pada akhirnya memicu sensasi terbakar. Selain itu, penderita diabetes juga rentan mengalami neuropati (kerusakan saraf) yang bisa dirasakan di area wajah dan mulut.

Cara Mengatasi dan Perawatan Mandiri

1. Menjaga Higienitas Mulut

Rutin menyikat gigi dan membersihkan lidah dengan lembut dapat membantu mengurangi populasi bakteri dan jamur penyebab iritasi. Gunakan obat kumur non-alkohol agar tidak membuat mulut semakin kering.

2. Suplemen Nutrisi

Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin, kamu bisa mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks atau zat besi. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan mudah.

Studi Mengenai Burning Mouth Syndrome

Journal of Oral & Maxillofacial Research menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa mekanisme neuropatik memainkan peran kunci dalam timbulnya sensasi terbakar pada mulut, di mana terjadi malfungsi pada serat saraf sensorik kecil.

Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam penanganan BMS, yang mencakup pemeriksaan nutrisi, evaluasi psikologis, dan manajemen nyeri saraf untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun lidah terasa terbakar sering kali bukan tanda penyakit yang mengancam jiwa, kamu tidak boleh mengabaikannya jika keluhan berlangsung lebih dari dua minggu, mengganggu pola tidur, atau menyebabkan kesulitan makan. Diagnosis yang terlambat pada kondisi seperti diabetes atau anemia defisiensi vitamin bisa memicu komplikasi yang lebih serius.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat sasaran sesuai dengan penyebab dasarnya.

FAQ

1. Apakah lidah terasa terbakar berbahaya?

Secara umum tidak berbahaya, namun bisa menjadi tanda adanya penyakit sistemik seperti diabetes atau kekurangan vitamin yang memerlukan penanganan medis segera.

2. Apakah stres bisa menyebabkan lidah perih?

Ya, stres dan kecemasan dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan meningkatkan sensitivitas nyeri di rongga mulut, yang sering disebut sebagai psikogenik BMS.

3. Vitamin apa yang bagus untuk lidah terbakar?

Vitamin B12, B6, asam folat, dan zat besi sangat penting untuk kesehatan mukosa mulut dan fungsi saraf lidah.

4. Makanan apa yang harus dihindari?

Hindari makanan pedas, buah-buahan sitrus (jeruk, lemon), minuman berkafein, dan makanan yang mengandung banyak cuka karena dapat memperparah iritasi.


## Lidah Terasa Perih dan Panas Tak Kunjung Hilang? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan lidah terasa terbakar, tapi bingung apa penyebab pastinya? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Burning Mouth Syndrome.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Burning Mouth Syndrome (BMS): Symptoms & Causes.
National Institute of Dental and Craniofacial Research. Diakses pada 2026. Burning Mouth Syndrome.
WebMD. Diakses pada 2026. Why Does My Tongue Burn?.
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Burning Tongue and How Is It Treated?.