Ad Placeholder Image

Lingual Braces: Kelebihan, Kekurangan, dan Harga Terbaru

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Lingual Braces: Kelebihan, Kekurangan & Harga Terbaru

Lingual Braces: Kelebihan, Kekurangan, dan Harga TerbaruLingual Braces: Kelebihan, Kekurangan, dan Harga Terbaru

DAFTAR ISI


Memiliki senyum yang indah dan susunan gigi yang rapi adalah dambaan banyak orang. Namun, tidak semua orang terlahir dengan kondisi gigi yang sejajar dan rahang yang proporsional. Di sinilah peran kedokteran gigi, khususnya bidang ortodonti, menjadi sangat krusial. Salah satu solusi paling umum dan efektif untuk mengatasi masalah susunan gigi adalah dengan menggunakan kawat gigi atau yang sering disebut sebagai braces.

Secara medis, braces adalah alat berbasis kawat yang digunakan oleh dokter gigi spesialis ortodonti (ortodontis) untuk memperbaiki gigi atau rahang yang tidak rata maupun berjejal. Susunan gigi yang berantakan tidak hanya berdampak pada penampilan dan kepercayaan diri seseorang, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan mulut yang lebih serius. Gigi yang tumpang tindih lebih sulit dibersihkan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penumpukan plak, pembusukan gigi, hingga penyakit gusi.

Penting untuk dipahami bahwa pemasangan kawat gigi bukanlah sekadar tren estetika, melainkan sebuah prosedur medis yang memerlukan perencanaan dan diagnosis yang presisi. Setiap pasien memiliki struktur rahang dan profil gigi yang unik. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika kamu merasa memiliki masalah dengan susunan gigi atau gigitan rahang, langkah pertama dan paling krusial adalah memastikan kondisinya melalui ahlinya.

Kamu tidak perlu bingung harus mulai dari mana. Saat ini, kamu bisa melakukan konsultasi dokter gigi spesialis di Halodoc kapan saja dan di mana saja untuk menanyakan keluhan awal mengenai kondisi gigimu. Melalui diagnosis yang tepat, dokter akan menentukan apakah kamu benar-benar membutuhkan kawat gigi dan jenis apa yang paling sesuai untuk profil kesehatan mulutmu.

Nah, mau tahu apa saja jenis-jenis kawat gigi, manfaat medisnya, serta bagaimana proses pemasangannya? Berikut ulasan lengkapnya!

Pengertian dan Kondisi yang Membutuhkan Braces

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, braces adalah perangkat ortodontik yang memberikan tekanan ringan namun konstan pada gigi dalam jangka waktu tertentu. Tekanan terukur ini perlahan-lahan memindahkan gigi ke posisi spesifik yang telah direncanakan oleh ortodontis. Selain merapikan gigi, alat ini juga bertujuan untuk memperbaiki posisi gigitan (oklusi) sehingga fungsi mengunyah dan berbicara menjadi lebih optimal.

Tidak semua orang menyadari bahwa mereka membutuhkan perawatan ini. Terkadang, masalahnya tidak hanya terletak pada gigi yang terlihat berantakan dari luar, melainkan pada struktur gigitan rahang atas dan bawah. Berikut adalah beberapa kondisi klinis yang umumnya membutuhkan pemasangan kawat gigi:

  • Gigi Berjejal (Crowding): Kondisi di mana lengkung rahang terlalu kecil untuk menampung semua gigi, sehingga gigi tumbuh tumpang tindih, terpelintir, atau terdorong ke depan maupun ke belakang.
  • Gigi Renggang (Spacing): Kebalikan dari gigi berjejal, kondisi ini terjadi karena ukuran gigi terlalu kecil dibandingkan dengan ukuran rahang, atau adanya gigi yang hilang, sehingga terdapat celah antar gigi.
  • Overbite: Kondisi di mana deretan gigi depan rahang atas terlalu menjorok ke depan menutupi gigi rahang bawah secara berlebihan saat mulut tertutup.
  • Underbite: Kondisi di mana rahang bawah lebih maju dibandingkan rahang atas, sehingga gigi depan rahang bawah berada di depan gigi rahang atas saat mulut tertutup.
  • Crossbite: Kondisi di mana satu atau beberapa gigi rahang atas berada di bagian dalam gigi rahang bawah (mengarah ke lidah) saat rahang dikatupkan.
  • Open Bite: Terdapat celah atau ruang terbuka antara gigi atas dan bawah saat rahang ditutup rapat, biasanya disebabkan oleh kebiasaan mengisap jempol saat kecil atau mendorong lidah ke depan.
Tanda-tanda Awal Kamu Mungkin Membutuhkan Kawat Gigi
  1. Sering tidak sengaja menggigit pipi bagian dalam atau lidah saat mengunyah.
  2. Kesulitan saat menggigit atau mengunyah makanan tertentu.
  3. Rahang berbunyi (klik), terasa kaku, atau nyeri saat digunakan untuk mengunyah dan berbicara.
  4. Kesulitan mengucapkan huruf atau kata tertentu (masalah artikulasi/cadel).
  5. Gigi terlihat bertumpuk, miring, atau memiliki celah yang terlalu lebar.

Jenis-jenis Braces yang Tersedia

Seiring dengan perkembangan teknologi material dan kedokteran gigi, saat ini terdapat berbagai pilihan kawat gigi yang bisa disesuaikan dengan tingkat keparahan kasus, anggaran, dan kebutuhan estetika pasien. Berikut adalah beberapa jenis yang umum digunakan:

1. Braces Logam Konvensional (Traditional Metal Braces)

Ini adalah jenis kawat gigi yang paling umum dan mudah dikenali. Terbuat dari bahan baja anti karat tingkat medis berkualitas tinggi. Alat ini terdiri dari bracket (kepingan logam) yang ditempelkan di bagian depan setiap gigi, dihubungkan dengan archwire (kawat lengkung), dan diikat menggunakan karet elastis kecil (O-ring) yang warnanya bisa diganti-ganti. Meskipun paling terlihat mencolok, jenis ini sangat efektif untuk menangani kasus ortodontik yang kompleks dan biasanya merupakan pilihan yang paling terjangkau.

2. Braces Keramik (Ceramic Braces)

Cara kerja kawat gigi keramik sama persis dengan kawat gigi logam konvensional. Perbedaannya terletak pada material bracket yang digunakan. Pada kawat gigi jenis ini, bracket terbuat dari bahan keramik bening atau berwarna menyerupai gigi asli, sehingga tidak terlalu mencolok saat digunakan. Ini menjadi pilihan populer bagi remaja dan orang dewasa yang mengutamakan estetika. Namun, bahan keramik sedikit lebih rapuh dibandingkan logam dan membutuhkan perawatan ekstra agar tidak meninggalkan noda akibat makanan atau minuman.

3. Lingual Braces (Kawat Gigi Lingual)

Bagi pasien yang ingin memakai kawat gigi namun tidak ingin alat tersebut terlihat sama sekali dari luar, lingual braces adalah solusinya. Komponen yang digunakan mirip dengan kawat gigi logam, tetapi bracket dan kawat dipasang di bagian belakang gigi (menghadap ke arah lidah). Secara estetika, ini sangat menguntungkan. Akan tetapi, kawat gigi lingual lebih sulit dibersihkan, membutuhkan waktu adaptasi yang lebih lama (karena dapat mengiritasi lidah dan memengaruhi cara bicara), dan proses pemasangannya jauh lebih rumit sehingga harganya relatif lebih mahal.

4. Self-Ligating Braces (Kawat Gigi Damon)

Jenis ini sekilas terlihat mirip dengan kawat gigi konvensional. Bedanya, self-ligating braces tidak menggunakan karet elastis untuk menahan kawat lengkung pada bracket. Sebagai gantinya, bracket jenis ini memiliki klip khusus berbentuk pintu kecil yang mengunci kawat secara otomatis. Keuntungannya adalah berkurangnya gesekan antara kawat dan bracket, proses pembersihan lebih mudah karena tidak ada karet tempat menumpuknya sisa makanan, dan waktu kunjungan kontrol ke dokter gigi biasanya lebih singkat.

5. Clear Aligners (Penyelaras Bening)

Berbeda dengan sistem kawat dan bracket, clear aligner (seperti Invisalign) adalah serangkaian nampan plastik bening yang dicetak khusus mengikuti bentuk gigi pasien. Alat ini bisa dilepas-pasang saat makan, menyikat gigi, atau flossing. Aligner bening sangat nyaman, hampir tidak terlihat, dan sangat disukai oleh orang dewasa. Namun, kedisiplinan pasien sangat dituntut karena alat ini harus dipakai minimal 20-22 jam sehari. Selain itu, alat ini umumnya direkomendasikan untuk kasus ortodontik ringan hingga sedang.

Tips Menjaga Kebersihan Mulut Saat Memakai Kawat Gigi
  1. Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan sikat gigi khusus ortodontik berbulu lembut.
  2. Gunakan interdental brush (sikat gigi sela) untuk membersihkan sisa makanan di sekitar bracket dan di bawah kawat.
  3. Gunakan benang gigi (dental floss) khusus setidaknya sekali sehari sebelum tidur.
  4. Gunakan obat kumur berfluoride untuk perlindungan ekstra terhadap gigi berlubang.

Manfaat Menggunakan Braces untuk Kesehatan

Meski sebagian besar orang memasang kawat gigi karena alasan kosmetik untuk memperbaiki penampilan senyum mereka, manfaat medis dari perawatan ini jauh lebih mendalam. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari pemasangan braces:

1. Meningkatkan Kesehatan Mulut dan Gigi

Gigi yang berjejal atau saling tumpang tindih menciptakan banyak celah sempit yang sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi dan benang gigi. Akibatnya, plak dan bakteri akan mudah bersarang di area tersebut. Dengan merapikan posisi gigi, proses pembersihan harian menjadi jauh lebih mudah dan efektif. Ini secara langsung menurunkan risiko terjadinya karies (gigi berlubang), radang gusi (gingivitis), dan penyakit periodontal yang dapat menyebabkan gigi tanggal.

2. Memperbaiki Sistem Pencernaan

Proses pencernaan manusia dimulai di rongga mulut. Gigi bertugas memotong dan menghaluskan makanan sebelum ditelan. Jika susunan gigitan atas dan bawah tidak bertemu dengan benar (maloklusi), makanan tidak dapat dikunyah hingga halus. Potongan makanan yang masih besar akan membebani kerja lambung dan usus, yang pada akhirnya dapat memicu masalah pencernaan dan mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh.

3. Mencegah Erosi Tulang Rahang

Setiap kali kita mengunyah atau berbicara, gigi yang sejajar akan mendistribusikan tekanan secara merata ke seluruh tulang rahang. Jika gigi tidak rata, tekanan saat menggigit akan terpusat pada beberapa gigi tertentu saja. Tekanan berlebih yang terjadi secara terus-menerus ini dapat menyebabkan keausan pada email gigi dan merangsang penyusutan (erosi) pada tulang rahang pendukung di sekitarnya.

4. Mengurangi Risiko Gangguan Sendi Rahang (TMD)

Gigitan yang tidak selaras memaksa otot rahang bekerja lebih keras saat mengunyah atau mengatupkan mulut. Ketegangan otot yang berkelanjutan ini sering kali menjadi penyebab utama Temporomandibular Joint Disorder (TMD). Gejala TMD meliputi sakit kepala kronis, nyeri di area telinga dan rahang, hingga kesulitan saat membuka dan menutup mulut.

Cara Kerja dan Proses Pemasangan

Banyak calon pasien yang merasa cemas sebelum memasang kawat gigi karena tidak mengetahui tahapan prosedurnya. Secara umum, proses pemasangan kawat gigi tidaklah menyakitkan, memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Berikut adalah gambaran umum tahapan perawatannya:

1. Konsultasi dan Rencana Perawatan

Pada kunjungan pertama, ortodontis akan melakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh pada gigi dan rahang pasien. Setelah itu, akan dilakukan pengambilan foto rontgen panoromik dan sefalometri untuk melihat struktur tulang wajah dan akar gigi. Dokter juga akan membuat cetakan gigi (model studi) dari bahan alginat atau menggunakan pemindai 3D. Berdasarkan data ini, dokter akan merumuskan rencana perawatan yang spesifik untuk pasien.

2. Persiapan Rongga Mulut

Sebelum kawat dipasang, gigi pasien harus berada dalam kondisi yang sehat. Jika terdapat penumpukan karang gigi, dokter akan melakukan scaling terlebih dahulu. Apabila ada gigi yang berlubang, maka harus ditambal. Dalam kasus gigi berjejal parah, mungkin diperlukan prosedur pencabutan (ekstraksi) satu atau dua gigi untuk memberikan ruang agar gigi lainnya dapat bergeser ke posisi yang ideal.

3. Pemasangan Bracket dan Kawat

Setelah mulut dipastikan sehat dan kering, dokter akan mengoleskan cairan etsa khusus pada permukaan gigi untuk membantu lem melekat kuat. Selanjutnya, lem ortodontik dioleskan, dan bracket ditempelkan satu per satu pada posisi presisi di setiap gigi. Setelah lem dikeraskan dengan bantuan sinar khusus (light cure), dokter akan memasukkan kawat lengkung ke dalam slot bracket dan mengikatnya menggunakan karet elastis.

4. Fase Penyesuaian dan Kontrol Berkala

Beberapa jam setelah pemasangan, pasien mungkin akan merasakan gigi terasa kencang, ngilu, atau sensitif saat menggigit. Ini adalah reaksi normal karena gigi mulai menerima tekanan untuk bergerak. Rasa tidak nyaman ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari pertama. Selama masa perawatan, pasien wajib datang untuk kontrol rutin setiap 3 hingga 6 minggu sekali. Pada saat kontrol, dokter akan mengganti karet, menyesuaikan tekanan kawat, atau mengganti kawat dengan ukuran yang lebih tebal.

5. Penggunaan Retainer

Setelah target perawatan tercapai dan kawat gigi dilepas, perjalanan belum sepenuhnya berakhir. Gigi yang baru saja dipindahkan memiliki kecenderungan untuk bergerak kembali ke posisi asalnya (relaps). Untuk mencegah hal ini, dokter akan memberikan alat penahan yang disebut retainer. Alat ini harus dipakai secara disiplin sesuai dengan instruksi dokter, umumnya digunakan terus-menerus selama beberapa bulan pertama, dan selanjutnya hanya dipakai saat tidur.

Studi Mengenai Perawatan Ortodontik

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi yang menyoroti dampak psikologis dan kualitas hidup pada individu yang menjalani perawatan ortodontik dengan kawat gigi. Studi tersebut menjelaskan bahwa maloklusi atau susunan gigi yang tidak teratur secara signifikan berdampak negatif pada persepsi estetika wajah seseorang, yang sering kali berujung pada penurunan rasa percaya diri dan masalah interaksi sosial.

Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa setelah menyelesaikan masa perawatan kawat gigi, para pasien mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan, khususnya dalam domain kesehatan emosional dan sosial. Gigi yang rapi tidak hanya memperbaiki fungsi pengunyahan secara fisik, tetapi juga menghilangkan kecemasan sosial pasien terkait penampilan senyum mereka. Hal ini membuktikan bahwa investasi waktu dan biaya dalam perawatan braces memberikan dampak positif secara holistik bagi kesehatan mental dan fisik pasien.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan braces adalah perawatan seumur hidup?

Braces adalah perawatan aktif yang biasanya memakan waktu antara 1,5 hingga 3 tahun tergantung tingkat keparahan kasusnya. Namun, fase retensi menggunakan alat retainer setelah kawat gigi dilepas merupakan komitmen jangka panjang untuk menjaga agar gigi tidak bergeser kembali ke posisi asalnya.

2. Apakah pemasangan kawat gigi itu menyakitkan?

Proses pemasangan awal di klinik sama sekali tidak menyakitkan dan tidak memerlukan pembiusan. Rasa ngilu, kencang, dan sedikit tidak nyaman biasanya baru akan muncul beberapa jam setelah pemasangan dan berlangsung selama beberapa hari karena gigi mulai beradaptasi dengan tekanan kawat.

3. Makanan apa saja yang harus dihindari saat memakai braces?

Selama perawatan, sangat disarankan untuk menghindari makanan yang bertekstur terlalu keras (seperti kacang, es batu, permen keras), lengket (seperti karamel, permen karet), dan makanan yang membutuhkan gigitan kuat di gigi depan (seperti apel utuh atau jagung rebus). Makanan tersebut dapat merusak kawat atau membuat bracket terlepas dari gigi.

4. Kapan usia terbaik untuk anak mulai dievaluasi penggunaan kawat giginya?

Asosiasi Ortodontis menyarankan anak-anak mendapatkan evaluasi ortodontik pertama mereka pada usia 7 tahun. Meskipun pemasangan kawat gigi umumnya dilakukan pada usia remaja (11-14 tahun) saat sebagian besar gigi permanen sudah tumbuh, deteksi dini di usia 7 tahun membantu dokter mencegah masalah pertumbuhan rahang yang lebih kompleks di kemudian hari.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dental braces.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Braces.
American Association of Orthodontists (AAO). Diakses pada 2024. Types of Braces.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Quality of Life and Orthodontic Treatment.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Terkait Penggunaan Kawat Gigi.