Ad Placeholder Image

Luka di Pinggir Bibir: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Luka di Pinggir Bibir: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Luka di Pinggir Bibir: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke DokterLuka di Pinggir Bibir: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter

Luka di Pinggir Bibir: Definisi dan Gambaran Umum

Luka di pinggir bibir, yang secara medis dikenal sebagai angular cheilitis, adalah kondisi peradangan yang terjadi pada sudut mulut. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang pecah-pecah, kemerahan, dan rasa perih yang mengganggu.

Angular cheilitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi jamur atau bakteri hingga kebiasaan menjilat bibir. Kondisi ini umumnya tidak menular dan dapat diobati dengan penanganan yang tepat.

Gejala Luka di Pinggir Bibir yang Perlu Diperhatikan

Gejala angular cheilitis dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:

  • Kulit kering dan pecah-pecah di sudut mulut
  • Kemerahan dan peradangan
  • Rasa perih atau gatal
  • Luka atau retakan kecil
  • Pengelupasan kulit

Pada kasus yang lebih parah, luka di pinggir bibir dapat menyebabkan nyeri saat membuka mulut atau makan.

Penyebab Utama Luka di Pinggir Bibir

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya luka di pinggir bibir, antara lain:

Infeksi Jamur atau Bakteri

Infeksi jamur Candida atau bakteri Staphylococcus aureus sering menjadi penyebab utama angular cheilitis. Kondisi lembap di sudut bibir menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme ini untuk berkembang biak.

Bibir Kering (Xerostomia)

Cuaca dingin, dehidrasi, atau kebiasaan menjilat bibir dapat menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah, sehingga rentan terhadap luka di sudut bibir.

Faktor Fisik/Alat

Penggunaan kawat gigi, gigi palsu yang tidak pas, atau bentuk mulut tertentu dapat menyebabkan air liur menumpuk di sudut bibir dan memicu peradangan.

Kekurangan Nutrisi

Kekurangan vitamin B2 (riboflavin), zat besi, dan zinc dapat meningkatkan risiko terjadinya luka di pinggir bibir.

Cara Mengatasi dan Meredakan Nyeri Akibat Luka di Pinggir Bibir

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan meredakan nyeri akibat luka di pinggir bibir:

  • Menjaga Kelembapan: Oleskan pelembap bibir (lip balm) atau petroleum jelly secara teratur untuk mencegah kulit semakin pecah.
  • Hindari Menjilat Bibir: Menjilat bibir justru membuat area tersebut lebih lembap dan memperparah infeksi.
  • Menjaga Kebersihan: Pastikan sudut mulut kering, terutama setelah makan atau minum.
  • Nutrisi Seimbang: Konsumsi makanan yang kaya vitamin B dan zat besi, serta cukup minum air putih.
  • Pengobatan Topikal: Jika disebabkan infeksi jamur, dokter mungkin meresepkan krim antijamur.
  • Bahan Alami: Kompres dengan air teh chamomile hangat untuk meredakan iritasi.

Kapan Sebaiknya Mencari Pertolongan Medis?

Jika luka di pinggir bibir tidak membaik dalam beberapa hari, terasa sangat nyeri, berdarah, atau menyebar, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini terutama penting jika ada indikasi infeksi jamur atau bakteri.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi.

Pencegahan Luka di Pinggir Bibir: Langkah-Langkah Sederhana

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka di pinggir bibir:

  • Jaga bibir tetap lembap dengan menggunakan lip balm secara teratur, terutama saat cuaca dingin atau kering.
  • Hindari kebiasaan menjilat bibir.
  • Pastikan kebersihan mulut dan gigi terjaga.
  • Konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan kaya akan vitamin B, zat besi, dan zinc.
  • Jika menggunakan gigi palsu, pastikan ukurannya pas dan nyaman.

Rekomendasi Halodoc

Jika mengalami luka di pinggir bibir yang tidak kunjung sembuh atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dapatkan penanganan yang tepat dan hindari komplikasi yang mungkin terjadi. Download Halodoc sekarang juga!