Macam Macam Abortus: Spontan, Provokatus, & Jenisnya

Keguguran atau abortus adalah mimpi buruk bagi setiap wanita hamil. Kondisi ini menandakan berakhirnya kehamilan sebelum janin mampu bertahan hidup di luar rahim. Ada berbagai macam abortus yang perlu diketahui, baik yang terjadi secara alami maupun karena tindakan medis.
Apa Itu Abortus?
Abortus adalah istilah medis untuk keguguran, yaitu berhentinya kehamilan secara spontan atau disengaja sebelum usia kehamilan mencapai 20-22 minggu. Pada usia ini, janin belum mampu bertahan hidup di luar rahim.
Macam-Macam Abortus Berdasarkan Klasifikasi
Secara umum, macam macam abortus dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu abortus spontan (terjadi secara alami) dan abortus provokatus (sengaja diinduksi). Berikut penjelasannya:
Abortus Spontan (Keguguran Alami)
Abortus spontan terjadi tanpa adanya tindakan medis atau intervensi yang disengaja. Penyebabnya bisa beragam, seperti kelainan kromosom pada janin, infeksi, atau masalah kesehatan pada ibu.
Berikut adalah jenis-jenis abortus spontan:
- Abortus Imminens (Ancaman Keguguran): Ditandai dengan perdarahan ringan dari vagina, namun mulut rahim (serviks) masih tertutup dan janin masih hidup.
- Abortus Insipiens (Keguguran Sedang Berlangsung): Perdarahan lebih banyak, disertai kram perut, dan serviks mulai terbuka. Kondisi ini menandakan keguguran tidak dapat dihindari.
- Abortus Inkomplet (Keguguran Tidak Lengkap): Sebagian jaringan janin atau plasenta sudah keluar dari rahim, namun masih ada sisa yang tertinggal.
- Abortus Komplet (Keguguran Lengkap): Seluruh jaringan kehamilan (janin dan plasenta) telah keluar dari rahim.
- Missed Abortion (Keguguran Tertunda): Janin telah meninggal di dalam kandungan, tetapi tidak dikeluarkan secara spontan selama beberapa minggu (biasanya lebih dari 8 minggu).
- Abortus Habitualis (Keguguran Berulang): Terjadi keguguran sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut.
- Abortus Septik: Keguguran yang disertai infeksi berat pada rahim. Kondisi ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
Abortus Provokatus (Induced Abortion/Disengaja)
Abortus provokatus adalah tindakan penghentian kehamilan yang dilakukan secara sengaja. Ada dua jenis abortus provokatus:
- Abortus Terapeutik (Medisinalis): Dilakukan atas dasar indikasi medis yang kuat, misalnya jika kehamilan mengancam nyawa ibu atau janin mengalami kelainan yang sangat berat.
- Abortus Kriminalis: Pengguguran kehamilan yang dilakukan tanpa adanya indikasi medis yang jelas dan melanggar hukum yang berlaku.
Abortus Berdasarkan Waktu Terjadinya
Selain klasifikasi di atas, abortus juga dapat dibedakan berdasarkan usia kehamilan saat kejadian, yaitu:
- Abortus Dini: Terjadi sebelum usia kehamilan 12-13 minggu.
- Abortus Lambat: Terjadi antara usia kehamilan 13-20 minggu.
Penanganan Setelah Keguguran
Penanganan setelah keguguran akan tergantung pada jenis abortus yang dialami. Pada kasus abortus komplet, biasanya tidak diperlukan tindakan medis lebih lanjut. Namun, pada abortus inkomplet atau missed abortion, dokter mungkin akan melakukan tindakan kuretase untuk membersihkan sisa jaringan di dalam rahim.
Penting untuk diingat bahwa setiap wanita yang mengalami keguguran membutuhkan dukungan emosional dan fisik. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari keluarga, teman, atau profesional kesehatan.
Rekomendasi Halodoc
Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan selama kehamilan, seperti perdarahan atau nyeri perut hebat, segera konsultasikan dengan dokter kandungan di Halodoc. Dokter dapat membantu mendiagnosis kondisi dan memberikan penanganan yang tepat. Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis demi kesehatan dan keselamatan.



