Ad Placeholder Image

Macam Macam Fraktur: Kenali Jenis Patah Tulangmu!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Macam Macam Fraktur: Pahami Jenis Patah Tulangmu

Macam Macam Fraktur: Kenali Jenis Patah Tulangmu!Macam Macam Fraktur: Kenali Jenis Patah Tulangmu!

Memahami Macam-Macam Fraktur: Klasifikasi, Gejala, dan Penanganan yang Tepat

Fraktur, atau yang dikenal dengan patah tulang, merupakan kondisi medis di mana terjadi kerusakan pada kontinuitas tulang. Kondisi ini bisa berkisar dari retakan kecil hingga patahan yang parah, di mana tulang terbelah menjadi beberapa fragmen. Memahami berbagai macam fraktur sangat penting untuk diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, mengingat setiap jenis memiliki karakteristik dan penanganan khusus.

Patah tulang dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari cedera traumatis akibat kecelakaan, aktivitas fisik berulang, hingga kondisi medis tertentu yang melemahkan struktur tulang. Klasifikasi fraktur membantu tenaga medis dalam menentukan langkah terbaik untuk pemulihan, serta mengidentifikasi potensi risiko dan komplikasi. Artikel ini akan menguraikan secara detail macam-macam fraktur berdasarkan berbagai kategori.

Macam-Macam Fraktur Berdasarkan Kondisi Kulit

Klasifikasi ini adalah yang paling mendasar dan penting karena berkaitan langsung dengan risiko infeksi.

  • Fraktur Tertutup (Sederhana)
    Fraktur tertutup adalah kondisi di mana tulang mengalami patah atau retak, namun kulit di atas area yang cedera tetap utuh. Tidak ada luka terbuka yang menghubungkan tulang yang patah dengan lingkungan luar. Meskipun demikian, patah tulang ini tetap memerlukan penanganan medis serius.
  • Fraktur Terbuka (Majemuk)
    Fraktur terbuka terjadi ketika ujung tulang yang patah menembus kulit, atau luka terbuka yang dalam mengekspos tulang yang patah. Jenis fraktur ini memiliki risiko infeksi yang sangat tinggi karena adanya kontak langsung antara tulang dan lingkungan luar. Penanganan segera dengan membersihkan luka dan antibiotik sangat krusial.

Macam-Macam Fraktur Berdasarkan Pola atau Bentuk Patahan

Pola patahan tulang seringkali mencerminkan mekanisme cedera yang terjadi.

  • Fraktur Transversal
    Patahan ini lurus melintang, tegak lurus terhadap sumbu panjang tulang. Biasanya disebabkan oleh kekuatan langsung yang mengenai tulang dari samping.
  • Fraktur Oblik
    Patahan oblik memiliki garis patahan diagonal atau miring melintasi tulang. Jenis ini sering terjadi akibat tekanan gabungan dari gaya puntir dan kompresi.
  • Fraktur Spiral
    Fraktur spiral memiliki pola patahan melingkar atau berpilin di sekitar tulang. Umumnya disebabkan oleh cedera putaran atau torsi yang kuat pada tulang, sering terlihat pada cedera olahraga.
  • Fraktur Kominutif
    Ini adalah fraktur di mana tulang hancur menjadi tiga bagian atau lebih fragmen kecil. Fraktur kominutif sering terjadi akibat trauma energi tinggi dan memerlukan penanganan yang kompleks.
  • Fraktur Greenstick
    Fraktur greenstick adalah patah tidak sempurna, di mana tulang hanya melengkung dan retak sebagian pada satu sisi, sedangkan sisi lainnya tetap utuh. Jenis fraktur ini umum terjadi pada anak-anak karena tulang mereka masih lebih lentur dan belum sepenuhnya mengeras.
  • Fraktur Segmental
    Fraktur segmental terjadi ketika tulang patah di dua tempat, menciptakan segmen tulang yang terpisah dan tidak saling berkaitan. Ini juga biasanya disebabkan oleh trauma energi tinggi.

Macam-Macam Fraktur Berdasarkan Pergeseran Tulang

Klasifikasi ini penting untuk menentukan apakah reduksi (penempatan kembali) tulang diperlukan.

  • Fraktur Bergeser (Displaced)
    Pada fraktur bergeser, fragmen tulang yang patah telah bergerak dari posisi aslinya. Pergeseran ini bisa berupa angulasi, rotasi, atau tumpang tindih. Jenis ini seringkali memerlukan tindakan reduksi untuk mengembalikan posisi tulang.
  • Fraktur Tidak Bergeser (Nondisplaced)
    Fraktur tidak bergeser berarti tulang retak atau patah, tetapi fragmen tulangnya tetap berada di posisi anatomis aslinya. Meskipun demikian, perlu imobilisasi untuk mencegah pergeseran selama proses penyembuhan.

Macam-Macam Fraktur Berdasarkan Penyebab atau Lokasi

Beberapa fraktur memiliki karakteristik khusus terkait dengan penyebab atau lokasi terjadinya.

  • Fraktur Kompresi
    Fraktur kompresi terjadi ketika tulang remuk akibat tekanan yang kuat, seringkali pada tulang belakang (vertebra). Ini umum pada lansia dengan osteoporosis atau akibat jatuh yang keras.
  • Fraktur Avulsi
    Fraktur avulsi terjadi ketika tendon atau ligamen menarik potongan kecil tulang lepas dari tulang utama. Ini biasanya terjadi pada sendi-sendi besar saat terjadi kontraksi otot yang sangat kuat.
  • Fraktur Patologis
    Fraktur patologis adalah patah tulang yang terjadi akibat tulang yang lemah karena penyakit yang mendasarinya, seperti osteoporosis, tumor tulang (baik jinak maupun ganas), atau infeksi. Patah tulang ini terjadi bahkan dengan cedera ringan atau tanpa cedera sama sekali.
  • Fraktur Stres
    Fraktur stres adalah retakan halus pada tulang yang diakibatkan oleh tekanan atau aktivitas fisik berulang. Ini sering terjadi pada atlet atau individu yang melakukan aktivitas fisik intensif secara terus-menerus.
  • Fraktur Epifisis
    Fraktur epifisis adalah patah tulang yang terjadi pada lempeng pertumbuhan (epifisis) pada anak-anak dan remaja. Karena lempeng pertumbuhan adalah area tulang yang masih lunak, cedera pada area ini memerlukan perhatian khusus untuk mencegah gangguan pertumbuhan tulang.

Gejala Umum Fraktur

Meskipun terdapat banyak jenis fraktur, ada beberapa gejala umum yang sering muncul saat seseorang mengalami patah tulang. Memahami gejala ini dapat membantu dalam mengenali kondisi dan mencari pertolongan medis segera.

  • Nyeri hebat yang memburuk saat area yang cedera digerakkan.
  • Pembengkakan dan memar di sekitar area yang patah.
  • Deformitas atau perubahan bentuk pada anggota tubuh yang cedera, seperti bengkok atau terlihat tidak pada tempatnya.
  • Kesulitan atau ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang cedera.
  • Bunyi “krek” atau “pop” yang terdengar saat cedera terjadi.
  • Tulang yang menonjol keluar dari kulit (pada fraktur terbuka).

Penanganan Fraktur

Penanganan fraktur bervariasi tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahannya. Tujuan utamanya adalah mengembalikan tulang ke posisi yang benar, menjaganya tetap stabil selama proses penyembuhan, dan memulihkan fungsi anggota tubuh.

  • Imobilisasi
    Metode ini melibatkan penggunaan pembidaian, pemasangan gips, atau belat untuk menjaga tulang tetap stabil dan mencegah pergerakan. Ini adalah langkah awal yang umum untuk sebagian besar fraktur.
  • Reduksi
    Jika tulang bergeser, dokter akan melakukan reduksi, yaitu mengembalikan fragmen tulang ke posisi anatomis yang benar. Reduksi bisa dilakukan secara manual (reduksi tertutup) atau melalui operasi (reduksi terbuka).
  • Fiksasi Internal dan Eksternal
    Pada kasus fraktur yang kompleks atau tidak stabil, operasi mungkin diperlukan. Fiksasi internal melibatkan pemasangan pen, pelat, sekrup, atau batang di dalam tulang untuk menstabilkan fragmen. Sementara itu, fiksasi eksternal menggunakan pin yang dimasukkan melalui kulit ke tulang dan dihubungkan ke rangka logam di luar tubuh.
  • Terapi Fisik dan Rehabilitasi
    Setelah tulang mulai sembuh dan imobilisasi dilepas, terapi fisik sangat penting untuk mengembalikan kekuatan, rentang gerak, dan fungsi anggota tubuh yang cedera.

Pencegahan Fraktur

Meskipun tidak semua fraktur dapat dihindari, beberapa langkah pencegahan dapat mengurangi risiko terjadinya patah tulang.

  • Meningkatkan kekuatan tulang melalui asupan kalsium dan vitamin D yang cukup.
  • Melakukan olahraga secara teratur untuk memperkuat otot dan tulang.
  • Menghindari jatuh, terutama pada lansia, dengan menciptakan lingkungan yang aman.
  • Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai saat berolahraga atau melakukan aktivitas berisiko tinggi.
  • Menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan yang dapat melemahkan tulang.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Memahami macam-macam fraktur adalah langkah awal yang penting dalam penanganan cedera tulang. Setiap jenis fraktur memerlukan pendekatan diagnosis dan terapi yang spesifik untuk mencapai hasil penyembuhan yang optimal. Jika seseorang mengalami gejala yang mengindikasikan patah tulang, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis. Penanganan dini dan tepat dapat mencegah komplikasi serius dan mempercepat proses pemulihan.

Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi yang berpengalaman, baik melalui fitur chat maupun video call, untuk mendapatkan diagnosis akurat dan rencana penanganan yang sesuai. Selain itu, Anda bisa menemukan informasi kesehatan terpercaya dan memesan obat atau vitamin yang direkomendasikan dokter melalui aplikasi Halodoc, yang akan diantar langsung ke rumah. Jangan tunda untuk mendapatkan penanganan yang tepat demi kesehatan tulang Anda.