Ad Placeholder Image

Macam-macam Klasifikasi Abortus: Jangan Sampai Salah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 April 2026

Klasifikasi Abortus: Jenis Keguguran Mudah Paham

Macam-macam Klasifikasi Abortus: Jangan Sampai SalahMacam-macam Klasifikasi Abortus: Jangan Sampai Salah

Klasifikasi Abortus (Keguguran) Berdasarkan Kondisi Klinis dan Penyebab

Abortus atau yang umum dikenal sebagai keguguran merupakan kondisi berakhirnya kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan 20 minggu, atau saat janin belum mampu bertahan hidup di luar kandungan. Memahami klasifikasi abortus sangat penting untuk diagnosis yang tepat dan penanganan medis yang sesuai. Klasifikasi ini membantu tenaga kesehatan dalam menentukan langkah terbaik untuk kesehatan ibu dan kehamilan selanjutnya.

Secara garis besar, abortus dapat dibagi berdasarkan kondisi klinis yang dialami ibu hamil dan berdasarkan penyebab atau tindakan yang memicunya. Setiap jenis abortus memiliki karakteristik dan implikasi medis yang berbeda.

Definisi Abortus (Keguguran)

Abortus adalah terminasi kehamilan yang terjadi secara spontan atau disengaja sebelum janin mencapai usia viabilitas, yaitu kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim. Batasan usia kehamilan untuk abortus umumnya adalah sebelum 20 minggu kehamilan atau berat janin kurang dari 500 gram. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi fisik dan emosional bagi ibu hamil.

Klasifikasi Abortus Berdasarkan Kondisi Klinis (Abortus Spontan)

Klasifikasi ini mengacu pada tahapan atau kondisi keguguran yang terjadi secara alami. Setiap jenis memerlukan pendekatan medis yang spesifik.

  • Abortus Imminens (Terancam)

    Jenis ini adalah kondisi di mana ada perdarahan dari vagina pada awal kehamilan. Namun, serviks atau leher rahim masih tertutup rapat dan janin di dalamnya masih hidup. Perdarahan umumnya sedikit hingga sedang, dan kadang disertai nyeri pinggang atau perut ringan. Pada abortus imminens, kehamilan masih berpotensi untuk dipertahankan.

  • Abortus Insipiens (Sedang Berlangsung)

    Pada kondisi ini, keguguran sedang berlangsung. Serviks mulai membuka, menandakan janin sudah mulai terlepas dari dinding rahim. Perdarahan dari vagina biasanya lebih banyak dan disertai dengan kram perut yang semakin hebat. Peluang untuk mempertahankan kehamilan sangat kecil pada tahap ini.

  • Abortus Inkomplit (Tidak Sempurna)

    Abortus inkomplit terjadi ketika sebagian jaringan kehamilan, seperti janin atau plasenta, sudah keluar dari rahim. Namun, sebagian lainnya masih tertinggal di dalam rahim. Kondisi ini sering ditandai dengan perdarahan yang terus-menerus dan kadang sangat banyak, serta kram perut yang berkelanjutan. Penanganan medis segera diperlukan untuk mengeluarkan sisa jaringan dan mencegah infeksi.

  • Abortus Komplet (Sempurna)

    Ini adalah kondisi di mana seluruh jaringan kehamilan, termasuk janin dan plasenta, telah keluar sepenuhnya dari rahim. Setelah semua jaringan keluar, perdarahan dan nyeri perut biasanya akan mereda atau berhenti. Meskipun demikian, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan rahim bersih dan tidak ada komplikasi.

  • Missed Abortion (Janin Mati Tertahan)

    Missed abortion adalah kondisi ketika janin telah meninggal di dalam kandungan, tetapi tidak ada tanda-tanda keguguran yang muncul, seperti perdarahan atau nyeri. Janin yang mati tetap tertahan di dalam rahim untuk jangka waktu tertentu. Seringkali, kondisi ini baru terdeteksi saat pemeriksaan USG rutin.

  • Abortus Septik

    Abortus septik adalah keguguran yang disertai dengan infeksi serius pada rahim atau bagian tubuh lainnya. Infeksi ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini sering terjadi akibat tindakan medis yang tidak steril atau abortus ilegal. Gejalanya meliputi demam tinggi, menggigil, nyeri perut hebat, dan keputihan berbau.

  • Abortus Habitualis (Berulang)

    Abortus habitualis didefinisikan sebagai terjadinya keguguran spontan sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut pada kehamilan yang berbeda. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan mendalam untuk mencari penyebab dasarnya, seperti masalah genetik, hormonal, atau anatomi rahim. Penanganan seringkali melibatkan perencanaan kehamilan dan terapi khusus.

Klasifikasi Abortus Berdasarkan Penyebab atau Tindakan

Selain kondisi klinis, abortus juga dapat diklasifikasikan berdasarkan bagaimana keguguran tersebut terjadi, apakah alami atau disengaja.

  • Abortus Spontan

    Abortus spontan adalah keguguran yang terjadi secara alami tanpa adanya intervensi atau tindakan medis tertentu. Ini adalah jenis keguguran yang paling umum. Abortus spontan biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelainan kromosom pada janin, masalah hormonal pada ibu, infeksi, atau masalah struktural rahim.

  • Abortus Provokatus (Disengaja)

    Abortus provokatus adalah keguguran yang sengaja diinduksi atau dilakukan. Jenis ini lebih lanjut dibagi menjadi dua kategori.

    • Abortus Medisinalis (Terapeutik)

      Ini adalah tindakan aborsi yang dilakukan oleh tenaga medis profesional karena alasan medis yang sah. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa ibu atau mengatasi masalah kesehatan serius yang membahayakan ibu jika kehamilan dilanjutkan. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan medis yang ketat dan seringkali melibatkan tim dokter.

    • Abortus Criminalis (Ilegal)

      Abortus criminalis adalah tindakan aborsi yang dilakukan tanpa alasan medis yang sah dan melanggar hukum yang berlaku. Tindakan ini seringkali dilakukan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi medis atau di tempat yang tidak memenuhi standar kesehatan. Abortus jenis ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan ibu, dengan risiko komplikasi serius seperti perdarahan hebat, infeksi, hingga kematian.

Pentingnya Mengenali Tanda Keguguran dan Deteksi Dini

Mengenali tanda-tanda awal keguguran sangat krusial untuk mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Tanda-tanda umum meliputi perdarahan dari vagina, kram atau nyeri perut bagian bawah, serta keluarnya jaringan dari vagina. Intensitas dan jenis gejala dapat bervariasi tergantung pada klasifikasi abortus yang dialami. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Penanganan Medis untuk Abortus

Penanganan abortus sangat bergantung pada jenis dan kondisi klinisnya. Abortus imminens mungkin memerlukan istirahat total dan pengawasan medis. Abortus insipiens, inkomplit, atau missed abortion seringkali memerlukan tindakan evakuasi jaringan yang tertinggal di rahim, bisa dengan obat-obatan atau prosedur bedah minor. Abortus septik memerlukan penanganan infeksi yang intensif. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk USG, untuk menentukan diagnosis yang tepat dan merencanakan penanganan terbaik.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Memahami berbagai klasifikasi abortus sangat penting bagi setiap wanita hamil dan keluarga. Setiap jenis keguguran memiliki ciri khas dan penanganan tersendiri. Jika mengalami tanda atau gejala yang mencurigakan selama kehamilan, seperti perdarahan atau nyeri perut, segera cari pertolongan medis profesional. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius.

Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Melalui Halodoc, dapatkan informasi akurat, diagnosis awal, dan rekomendasi penanganan yang sesuai. Prioritaskan kesehatan reproduksi dengan tidak menunda konsultasi medis.