
Makan 1 Hari Sekali, Turun Berapa Kilo? Bahaya atau Sehat?
Makan 1 Hari Sekali Turun Berapa Kilo? Ketahui Bahayanya

Banyak orang mencari cara cepat untuk menurunkan berat badan, termasuk melalui metode makan hanya satu kali sehari. Pertanyaan umum yang muncul adalah, “makan 1 hari sekali turun berapa kilo?” Walaupun metode ini dapat menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan di awal, penting untuk memahami mekanisme, risiko, dan pendekatan yang lebih aman serta sehat.
Pada awalnya, membatasi asupan makanan menjadi hanya sekali sehari bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cukup drastis. Penurunan ini sering kali disebabkan oleh kombinasi defisit kalori ekstrem dan kehilangan cairan tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa pada tahap awal diet ekstrem, berat badan dapat turun hingga 0,9 kg per hari.
Namun, penurunan berat badan yang cepat ini sering kali tidak berkelanjutan dan dapat membawa risiko kesehatan yang serius.
Berapa Kilo Berat Badan Turun dengan Makan 1 Hari Sekali?
Saat tubuh hanya menerima asupan kalori satu kali dalam sehari, tubuh akan merespons dengan membakar cadangan energi. Pada fase awal, penurunan berat badan bisa terlihat cepat karena tubuh tidak hanya membakar lemak, tetapi juga kehilangan air dan glikogen (bentuk simpanan karbohidrat) yang terikat pada air. Kehilangan glikogen dan air inilah yang menyebabkan angka di timbangan turun drastis dalam waktu singkat, terkadang mencapai 0,9 kg dalam sehari.
Setelah fase awal, tubuh mungkin akan beradaptasi dengan kondisi kurang makan. Metabolisme cenderung melambat sebagai upaya tubuh untuk menghemat energi, yang pada akhirnya dapat menghambat proses penurunan berat badan selanjutnya.
Risiko dan Bahaya Makan 1 Hari Sekali untuk Penurunan Berat Badan
Meskipun tampak menjanjikan untuk penurunan berat badan, pola makan sekali sehari memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Kekurangan Nutrisi Esensial. Sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, protein, serat, dan nutrisi penting lainnya hanya dengan satu kali makan dalam sehari, bahkan jika porsinya besar.
- Penurunan Massa Otot. Saat tubuh kekurangan kalori secara ekstrem, ia tidak hanya membakar lemak tetapi juga dapat memecah otot untuk mendapatkan energi. Kehilangan massa otot dapat memperlambat metabolisme jangka panjang.
- Metabolisme Melambat. Pembatasan kalori yang ekstrem secara terus-menerus dapat membuat tubuh memasuki “mode bertahan hidup”, di mana metabolisme melambat untuk menghemat energi. Ini bisa membuat penurunan berat badan semakin sulit dan memicu kenaikan berat badan kembali setelah diet dihentikan.
- Gangguan Kesehatan Lainnya. Potensi efek samping meliputi kelelahan kronis, pusing, sulit berkonsentrasi, iritabilitas, gangguan pencernaan, batu empedu, dan risiko hipoglikemia (gula darah rendah) pada sebagian individu.
- Efek Yoyo. Diet ekstrem sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Ketika seseorang kembali ke pola makan normal, ada kemungkinan besar berat badan akan naik kembali (efek yoyo), bahkan mungkin melebihi berat badan awal.
Penurunan Berat Badan yang Aman dan Sehat
Penurunan berat badan yang direkomendasikan dan aman adalah sekitar 0,5 hingga 1 kilogram per minggu. Tingkat penurunan ini dicapai melalui defisit kalori yang moderat, yaitu sekitar 500-1000 kalori per hari dari total kebutuhan kalori harian.
Menciptakan defisit kalori yang sehat melibatkan kombinasi mengurangi asupan kalori dari makanan dan minuman, serta meningkatkan pengeluaran kalori melalui aktivitas fisik. Pendekatan ini memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup sambil membakar lemak secara efektif.
Alternatif Pola Makan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan
Daripada membatasi makan hanya sekali sehari yang berisiko, ada pola makan yang lebih terstruktur dan didukung oleh bukti ilmiah untuk penurunan berat badan, seperti intermittent fasting (IF) dengan metode 16/8. Dalam metode ini, seseorang berpuasa selama 16 jam dan memiliki jendela makan selama 8 jam.
Contohnya, seseorang bisa makan pada pukul 12 siang hingga 8 malam, dan berpuasa di luar jam tersebut. Selama jendela makan, penting untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan porsi yang terkontrol untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi.
Metode IF 16/8 dapat membantu menciptakan defisit kalori secara alami tanpa risiko kekurangan gizi ekstrem, serta dapat meningkatkan metabolisme dan kesehatan sel. Namun, tetap diperlukan konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai diet apa pun.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Sebelum memulai program penurunan berat badan atau mengubah pola makan secara drastis, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Ini sangat penting terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan makan.
Profesional kesehatan dapat membantu menyusun rencana diet yang aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Mereka juga dapat memantau kondisi kesehatan selama proses penurunan berat badan untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.
Menurunkan berat badan dengan makan satu hari sekali mungkin menunjukkan hasil cepat di awal, tetapi metode ini tidak disarankan karena berbagai risiko kesehatan seperti kekurangan gizi dan perlambatan metabolisme. Prioritaskan penurunan berat badan yang aman dan berkelanjutan, yaitu 0,5-1 kg per minggu, melalui defisit kalori sehat dan pola makan teratur seperti Intermittent Fasting 16/8, yang didampingi oleh profesional kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi medis, jangan ragu untuk menggunakan layanan Halodoc.


