Ad Placeholder Image

Makan Beras Mentah? Bahaya! Kenapa Harus Stop.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Makan Beras Mentah: Amankah Buat Kesehatan?

Makan Beras Mentah? Bahaya! Kenapa Harus Stop.Makan Beras Mentah? Bahaya! Kenapa Harus Stop.

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu merasa sangat ingin mengunyah butiran beras mentah saat sedang memasak atau bahkan sengaja mengambilnya dari tempat penyimpanan? Jika iya, kamu tidak sendirian. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele atau hanya dianggap sebagai “ngidam” biasa, namun dalam dunia medis, dorongan kuat untuk mengonsumsi benda-benda yang bukan makanan (seperti beras mentah, tanah, es batu, atau kapur) dikenal dengan istilah pica.

Makan beras mentah secara terus-menerus bukanlah perilaku yang normal dan bisa menjadi sinyal bahwa tubuhmu sedang mengalami kondisi medis tertentu. Seringkali, kebiasaan ini berkaitan erat dengan defisiensi atau kekurangan nutrisi penting di dalam tubuh. Selain itu, tekstur keras dan risiko kontaminasi pada beras mentah dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius jika tidak segera dihentikan.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa keinginan ini bukanlah sekadar kebiasaan buruk yang bisa hilang begitu saja dengan kemauan kuat. Ada faktor biologis dan psikologis yang seringkali memerlukan penanganan tepat. Jika kamu merasa sulit untuk mengendalikan keinginan ini, sangat disarankan untuk melakukan [konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja](https://halodoc.onelink.me/cQvV/8x1v8wkv) guna mencari tahu akar permasalahannya.

Nah, mau tahu apa saja bahaya, penyebab, serta cara berhenti makan beras mentah secara medis? Berikut ulasannya!

Mengenal Pica: Gangguan di Balik Keinginan Makan Beras Mentah

Pica adalah gangguan makan yang ditandai dengan keinginan untuk mengonsumsi zat-zat yang tidak memiliki nilai gizi. Dalam konteks beras mentah, meskipun beras adalah bahan makanan, namun mengonsumsinya dalam keadaan mentah dianggap sebagai perilaku abnormal karena beras seharusnya dimasak terlebih dahulu untuk dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia.

Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak, ibu hamil, atau individu dengan kondisi medis tertentu. Pada orang dewasa, pica sering kali merupakan manifestasi dari tubuh yang “meminta” mineral yang hilang. Otak menerjemahkan kekurangan mineral tersebut sebagai dorongan untuk mengunyah sesuatu yang keras atau memiliki aroma tertentu, yang kebetulan ditemukan pada beras mentah.

Bahaya Kesehatan Akibat Mengonsumsi Beras Mentah

Mengapa kamu harus berhenti sekarang juga? Beras mentah tidak dirancang untuk dikonsumsi langsung oleh sistem pencernaan manusia. Berikut adalah beberapa risiko yang mengintai:

1. Keracunan Bakteri Bacillus Cereus

Beras mentah sering kali terkontaminasi oleh spora bakteri Bacillus cereus. Spora ini sangat tahan lama dan dapat bertahan hidup meskipun beras telah dicuci. Jika masuk ke dalam tubuh dalam keadaan mentah, bakteri ini dapat memproduksi toksin yang menyebabkan mual, muntah hebat, dan diare. Keracunan makanan ini bisa menjadi serius terutama pada individu dengan sistem imun yang lemah.

2. Kerusakan Enamel Gigi

Butiran beras mentah memiliki tekstur yang sangat keras. Mengunyahnya secara rutin dapat menyebabkan abrasi pada gigi, retaknya enamel, hingga kerusakan permanen pada struktur gigi. Biaya perawatan gigi akibat kebiasaan ini tentu tidak sedikit.

3. Gangguan Pencernaan dan Sembelit

Pati dalam beras mentah (pati resisten) sangat sulit dipecah oleh enzim di lambung. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan di usus, memicu kram perut, gas berlebih, dan sembelit kronis. Dalam kasus yang ekstrem, konsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan obstruksi atau penyumbatan usus yang memerlukan tindakan medis segera.

4. Infeksi Parasit

Beras yang disimpan di gudang atau tempat terbuka berisiko tinggi terpapar kotoran hewan atau parasit. Mengonsumsinya tanpa proses pemanasan yang cukup meningkatkan risiko infeksi cacing dan parasit perut lainnya.

Tanda Kamu Harus Segera Berhenti Makan Beras Mentah
  1. Sering mengalami nyeri perut tanpa sebab yang jelas setelah mengunyah beras.
  2. Gigi mulai terasa sensitif atau terlihat ada bagian yang retak.
  3. Mengalami kelelahan ekstrem (gejala anemia yang mendasari).
  4. Sulit buang air besar selama beberapa hari.

Penyebab Medis yang Perlu Diwaspadai

Mengapa dorongan ini muncul? Dokter sering menemukan kaitan antara pica dengan beberapa kondisi berikut:

1. Anemia Defisiensi Besi

Ini adalah penyebab paling umum. Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin yang cukup. Entah bagaimana, kekurangan ini memicu keinginan untuk mengunyah benda keras atau non-pangan. Banyak pasien melaporkan bahwa keinginan makan beras mentah hilang seketika setelah kadar zat besi mereka kembali normal.

2. Kekurangan Zinc (Seng)

Zinc berperan penting dalam fungsi sensorik seperti rasa dan bau. Defisiensi zinc dapat mengubah persepsi rasa dan memicu pica.

3. Faktor Psikologis dan Stres

Bagi sebagian orang, mengunyah sesuatu yang keras seperti beras mentah menjadi mekanisme koping (cara mengatasi) terhadap stres atau kecemasan. Bunyi “krak” saat mengunyah dianggap memberikan sensasi tenang secara tidak sadar.

Cara Efektif Berhenti Makan Beras Mentah

Berhenti dari kebiasaan ini memerlukan pendekatan yang menyeluruh, baik dari sisi medis maupun perilaku:

1. Lakukan Tes Darah

Langkah pertama adalah memastikan apakah ada defisiensi nutrisi. Mintalah dokter untuk memeriksa kadar hemoglobin, feritin (cadangan besi), dan zinc kamu. Jika terbukti ada kekurangan, dokter akan meresepkan suplemen yang tepat. Kamu juga bisa [beli obat online di Halodoc](https://halodoc.onelink.me/cQvV/9gfr6qva) untuk mendapatkan produk vitamin atau mineral yang direkomendasikan dokter secara praktis.

2. Cari Alternatif Mengunyah yang Sehat

Jika keinginan mengunyah muncul, alihkan ke benda yang lebih aman seperti wortel mentah yang sudah dicuci bersih, potongan apel, atau es batu (dalam jumlah terbatas). Namun, ingat bahwa es batu pun bisa merusak gigi jika terlalu sering.

3. Terapi Perilaku

Jika penyebabnya adalah psikologis atau kebiasaan yang sudah mendarah daging, terapi kognitif perilaku dapat membantu kamu mengidentifikasi pemicu stres dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat.

Studi Mengenai Hubungan Pica dan Anemia

Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pica adalah gejala klinis yang sering terabaikan namun sangat spesifik untuk anemia defisiensi besi.

Studi ini menekankan bahwa pasien dengan pica seringkali merasa malu untuk mengakui kebiasaannya. Padahal, pemberian suplemen zat besi secara signifikan dapat menghentikan kebiasaan pica hanya dalam hitungan minggu setelah pengobatan dimulai. Hal ini membuktikan bahwa faktor biokimia jauh lebih berperan dibandingkan sekadar keinginan perilaku.

FAQ

1. Apakah makan beras mentah bisa menyebabkan usus buntu?

Meskipun tidak secara langsung, beras mentah yang keras dan sulit dicerna bisa menyebabkan peradangan pada saluran cerna atau menyumbat bagian usus tertentu, yang secara tidak langsung meningkatkan risiko gangguan usus jika dikonsumsi berlebihan.

2. Kenapa ibu hamil sering ingin makan beras mentah?

Ibu hamil memiliki kebutuhan zat besi yang meningkat drastis untuk janin. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, ibu hamil rentan mengalami anemia yang kemudian bermanifestasi sebagai ngidam beras mentah.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berhenti?

Jika penyebabnya adalah anemia, keinginan biasanya akan berkurang dalam 1-2 minggu setelah memulai suplementasi zat besi di bawah pengawasan dokter.

4. Apakah beras organik lebih aman dimakan mentah?

Tidak. Meskipun organik, risiko bakteri Bacillus cereus dan kerusakan gigi tetap ada karena struktur fisik beras mentah tetap keras dan sulit dicerna.

Jangan biarkan kebiasaan ini merusak kesehatanmu dalam jangka panjang. Segera cari tahu penyebabnya dan lakukan penanganan yang tepat.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan atau suplemen pendukung di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Punya Keinginan Makan Beras Mentah tapi Bingung Kenapa? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa punya dorongan aneh untuk terus mengunyah beras mentah dan bingung harus berbuat apa? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pica: Symptoms and Causes.
Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives. Diakses pada 2026. Pica: An Important Flag for Iron Deficiency.
Healthline. Diakses pada 2026. Is It Safe to Eat Raw Rice?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Pica (Eating Disorder).
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Bacillus Cereus Poisoning.