Ad Placeholder Image

Makan Ini! Makanan Rendah Serat untuk Diare Cepat Pulih

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Makanan Rendah Serat untuk Diare, Buat Perut Lega

Makan Ini! Makanan Rendah Serat untuk Diare Cepat PulihMakan Ini! Makanan Rendah Serat untuk Diare Cepat Pulih

Pilihan Makanan Rendah Serat untuk Diare yang Efektif Memadatkan Tinja

Diare adalah kondisi pencernaan yang ditandai dengan buang air besar (BAB) encer atau berair lebih dari tiga kali dalam sehari. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat, sehingga penting untuk segera mengatasinya, salah satunya dengan mengatur pola makan. Memilih makanan rendah serat untuk diare sangat dianjurkan untuk membantu meringankan kerja sistem pencernaan dan memadatkan tinja yang encer.

Apa Itu Diare?

Diare merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, diare juga dapat dipicu oleh keracunan makanan, intoleransi laktosa, efek samping obat-obatan, atau kondisi medis tertentu. Gejala diare meliputi frekuensi BAB yang meningkat, tinja encer, nyeri perut, kram, mual, muntah, hingga demam.

Mengapa Makanan Rendah Serat Penting Saat Diare?

Saat mengalami diare, saluran pencernaan menjadi lebih sensitif dan bekerja ekstra keras. Makanan tinggi serat, terutama serat tidak larut, dapat mempercepat pergerakan usus dan memperburuk kondisi diare. Sebaliknya, makanan rendah serat cenderung lebih mudah dicerna dan tidak membebani usus. Konsumsi makanan rendah serat membantu memadatkan tinja, mengurangi frekuensi BAB, dan memberi kesempatan bagi usus untuk pulih. Diet BRAT (pisang, nasi putih, saus apel, roti tawar) adalah contoh diet rendah serat yang sering direkomendasikan karena efektif dan mudah dicerna.

Daftar Makanan Rendah Serat yang Dianjurkan untuk Diare

Memilih asupan yang tepat sangat krusial untuk mempercepat pemulihan dari diare. Makanan rendah serat berfungsi untuk menenangkan saluran pencernaan dan membantu mengembalikan konsistensi tinja. Berikut adalah beberapa pilihan makanan yang dianjurkan:

Buah-buahan yang Aman untuk Diare

  • Pisang: Mudah dicerna dan kaya kalium, elektrolit yang sering hilang saat diare.
  • Saus apel: Rendah serat dan mengandung pektin, zat yang membantu memadatkan tinja.
  • Melon dan Semangka: Memiliki kandungan air tinggi yang membantu mencegah dehidrasi.
  • Buah kalengan: Pilihlah buah kalengan tanpa kulit dan biji untuk memastikan kandungan seratnya rendah.

Sumber Karbohidrat yang Mudah Dicerna

  • Nasi putih: Sumber energi yang mudah dicerna dan membantu memadatkan tinja.
  • Roti putih: Pilih roti tawar dari tepung halus, hindari roti gandum utuh.
  • Pasta atau mi dari tepung halus: Sumber karbohidrat yang lembut dan tidak mengiritasi usus.
  • Biskuit beras atau sereal rendah serat (Corn Flakes): Pilihan yang ringan untuk sarapan atau camilan.

Pilihan Protein yang Aman untuk Diare

  • Ayam rebus atau kukus (tanpa kulit): Sumber protein tanpa lemak yang mudah dicerna.
  • Ikan: Pilih ikan yang dimasak dengan cara direbus atau dikukus.
  • Telur: Dapat direbus atau dibuat orak-arik tanpa banyak minyak.
  • Keju cottage: Rendah laktosa dan merupakan sumber protein baik.
  • Selai kacang halus: Pilihlah yang tidak mengandung potongan kacang atau serat tinggi.

Produk Susu dan Olahan yang Sesuai

  • Yogurt plain: Mengandung probiotik yang dapat membantu menyeimbangkan flora usus.
  • Susu: Konsumsi dalam jumlah kecil dan hentikan jika memperburuk diare.
  • Keju: Pilihlah keju rendah lemak dan konsumsi secukupnya.

Sayuran yang Aman Saat Diare

  • Kentang tumbuk (tanpa kulit): Sumber karbohidrat dan potasium yang menenangkan.
  • Wortel yang dimasak matang: Mengandung nutrisi dan mudah dicerna.
  • Labu kuning yang dimasak: Lembut dan kaya vitamin.
  • Asparagus yang dimasak: Pilih bagian yang empuk dan masak hingga sangat lunak.

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Diare

Selain memilih makanan rendah serat, penting untuk menghindari beberapa jenis makanan yang dapat memperburuk diare. Ini termasuk makanan tinggi serat, makanan berlemak dan digoreng, makanan pedas, serta makanan dan minuman tinggi gula. Hindari juga kafein dan alkohol yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Meskipun diare seringkali dapat diobati di rumah dengan istirahat dan diet yang tepat, ada beberapa tanda bahaya yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika diare berlangsung lebih dari dua hari, disertai demam tinggi, nyeri perut hebat, atau terdapat darah dalam tinja. Dehidrasi parah yang ditandai dengan mulut kering, jarang buang air kecil, dan kelelahan ekstrem juga memerlukan penanganan cepat.

Jika mengalami diare berkepanjangan atau gejala yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Halodoc menyediakan akses mudah ke tenaga medis profesional yang dapat memberikan saran kesehatan terpercaya.