Ad Placeholder Image

Makan Ular: Nikmat Ekstrem atau Ancaman Kesehatan?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Makan Ular: Ketahui Fakta Unik dan Risiko Kesehatan

Makan Ular: Nikmat Ekstrem atau Ancaman Kesehatan?Makan Ular: Nikmat Ekstrem atau Ancaman Kesehatan?

DAFTAR ISI


Mengonsumsi daging ular mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang, namun di beberapa wilayah di Indonesia dan Asia Tenggara, daging ular telah lama dianggap sebagai kuliner eksotis sekaligus obat tradisional. Berbagai jenis ular, mulai dari ular sanca (piton) hingga ular kobra, sering diolah menjadi sate, sup, atau empedu ular yang dipercaya memiliki khasiat luar biasa bagi tubuh.

Banyak masyarakat meyakini bahwa daging ular dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, meningkatkan stamina, hingga mengobati asma. Fenomena ini memicu ketertarikan dari sisi medis untuk melihat apakah klaim-klaim tersebut didasarkan pada fakta nutrisi atau sekadar mitos yang berkembang secara turun-temurun.

Penting bagi kamu untuk memahami bahwa meskipun mengandung nutrisi tertentu, konsumsi daging ular juga menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan, mulai dari infeksi bakteri hingga parasit berbahaya. Oleh karena itu, edukasi mengenai profil keamanan pangan ini sangat krusial sebelum kamu memutuskan untuk mencobanya.

Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai manfaat makan ular, risiko yang mengintai, serta sudut pandang medisnya? Berikut ulasannya!

Kandungan Nutrisi dalam Daging Ular

Secara ilmiah, daging ular merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Dalam setiap porsinya, daging ular mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk perbaikan jaringan sel yang rusak. Selain protein, daging ular juga diketahui mengandung lemak dalam jumlah yang relatif rendah dibandingkan daging merah seperti sapi, sehingga sering dianggap sebagai alternatif protein rendah lemak.

Daging ular juga mengandung beberapa mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan fosfor. Beberapa studi pendahuluan juga menunjukkan adanya kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 pada jenis ular air tertentu, yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak. Namun, kadar nutrisi ini sangat bergantung pada jenis ular, habitat, serta makanan yang dikonsumsi ular tersebut di alam liar.

Manfaat Makan Ular bagi Kesehatan

Meskipun bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas, berikut adalah beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan konsumsi daging ular dalam pengobatan tradisional:

1. Mengatasi Masalah Kulit

Salah satu klaim paling populer adalah kemampuan daging ular untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan jerawat parah. Masyarakat percaya bahwa minyak atau daging ular memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan peradangan pada kulit. Jika kamu mengalami masalah kulit yang tak kunjung sembuh, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

2. Meningkatkan Stamina dan Vitalitas

Daging ular, terutama bagian darah dan empedunya, sering dikonsumsi pria untuk meningkatkan energi dan stamina seksual. Secara nutrisi, kandungan protein tinggi dan asam amino memang mendukung metabolisme energi, namun klaim peningkatan vitalitas secara spesifik masih memerlukan penelitian medis lebih lanjut.

3. Membantu Meredakan Gejala Asma

Dalam praktik pengobatan tradisional Cina dan beberapa daerah di Indonesia, sup ular dipercaya dapat membantu melegakan saluran pernapasan pada penderita asma. Hal ini diduga karena adanya senyawa tertentu yang bersifat bronkodilator, meskipun belum ada protokol medis resmi yang menyarankan hal ini sebagai terapi utama.

Tips Mengolah Daging Ular Secara Aman
  1. Pastikan daging ular berasal dari sumber yang jelas dan bukan ular yang mati karena racun.
  2. Cuci bersih dengan air mengalir dan buang seluruh bagian organ dalam yang berisiko menyimpan bakteri.
  3. Masak daging ular hingga benar-benar matang sempurna (suhu internal minimal 75 derajat Celcius) untuk membunuh parasit.

Risiko Kesehatan Makan Daging Ular

Di balik klaim manfaatnya, mengonsumsi daging ular dari alam liar tanpa standar keamanan pangan yang ketat memiliki risiko yang sangat tinggi bagi kesehatan manusia.

1. Infeksi Parasit (Sparganosis)

Banyak ular liar yang menjadi inang bagi larva cacing pita Spirometra. Jika daging ular dikonsumsi mentah atau kurang matang, larva ini dapat berpindah ke tubuh manusia dan menyebabkan sparganosis, sebuah kondisi di mana larva bermigrasi ke jaringan bawah kulit, mata, bahkan otak.

2. Kontaminasi Bakteri Salmonella

Ular, seperti reptil lainnya, merupakan pembawa alami bakteri Salmonella. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan diare parah, kram perut, demam, dan muntah yang bisa berujung pada dehidrasi berat jika tidak ditangani dengan benar.

3. Paparan Logam Berat

Sebagai predator puncak di ekosistemnya, ular berisiko tinggi mengakumulasi logam berat seperti merkuri dan timbal dari mangsa yang mereka makan. Mengonsumsi daging ular yang terkontaminasi logam berat secara rutin dapat merusak fungsi ginjal dan saraf.

Studi Mengenai Konsumsi Daging Reptil

International Journal of Food Microbiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi daging reptil, termasuk ular, dapat memicu berbagai zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia). Studi tersebut menyoroti keberadaan parasit, bakteri, dan virus yang sering ditemukan pada daging ular yang dijual di pasar tradisional tanpa pengawasan sanitasi.

Para peneliti menekankan bahwa risiko kesehatan dari patogen yang ada pada ular seringkali lebih besar daripada manfaat nutrisi yang bisa didapatkan. Oleh karena itu, pengolahan yang higienis menjadi harga mati jika seseorang tetap ingin mengonsumsinya.

Jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa seperti demam atau gangguan pencernaan setelah mencoba makanan tertentu, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk meredakan gejala awal sesuai rekomendasi apoteker.

Sangat disarankan untuk tetap memprioritaskan sumber protein yang sudah terjamin keamanannya seperti ikan, ayam, atau daging sapi. Jika tujuanmu mengonsumsi ular adalah untuk pengobatan, konsultasikanlah terlebih dahulu dengan ahli medis agar tidak memperburuk kondisi kesehatanmu.

Referensi:
International Journal of Food Microbiology. Diakses pada 2026. Health Risks Associated with Consumption of Reptile Meat.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Food Safety and Zoonotic Diseases.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Salmonella and Reptiles.
Journal of Ethnopharmacology. Diakses pada 2026. Traditional Uses of Snake Products in Medicine.

FAQ

1. Apakah darah ular kobra aman diminum mentah?

Sangat tidak disarankan. Darah ular kobra mentah berisiko tinggi terkontaminasi bakteri Salmonella dan parasit yang dapat menyebabkan infeksi sistemik pada manusia.

2. Apakah makan daging ular benar-benar bisa menyembuhkan gatal-gatal?

Secara empiris banyak orang mengklaim demikian, namun secara klinis belum ada penelitian yang membuktikan daging ular sebagai obat standar untuk dermatitis atau eksim.

3. Jenis ular apa yang paling sering dikonsumsi?

Di Asia, ular piton, ular kobra, dan ular air adalah jenis yang paling sering diolah sebagai makanan atau bahan obat tradisional karena ukurannya atau reputasi khasiatnya.

4. Bagaimana tanda-tanda keracunan atau infeksi setelah makan ular?

Gejala umum meliputi mual, muntah, diare, demam tinggi, atau munculnya benjolan aneh di bawah kulit yang merupakan indikasi adanya infeksi parasit.


## Punya Keluhan Kesehatan setelah Mencoba Makanan Ekstrem? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mencoba makanan eksotis, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu ingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.