Ad Placeholder Image

Makanan untuk Penderita Disentri: Perut Nyaman

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 13 Mei 2026

Makanan untuk Penderita Disentri: Cepat Pulih!

Makanan untuk Penderita Disentri: Perut NyamanMakanan untuk Penderita Disentri: Perut Nyaman

Makanan untuk Penderita Disentri: Panduan Diet Pemulihan

Disentri merupakan infeksi pada usus yang menyebabkan diare dengan darah atau lendir, seringkali disertai nyeri perut dan demam. Kondisi ini memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal asupan makanan dan cairan. Pemilihan makanan yang tepat sangat krusial untuk membantu pemulihan pencernaan, mencegah dehidrasi, dan mengganti energi serta elektrolit yang hilang.

Apa Itu Disentri?

Disentri adalah peradangan usus besar yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri (disentri basiler, seperti dari Shigella) atau amuba (disentri amuba, dari Entamoeba histolytica). Infeksi ini menyebabkan kerusakan pada lapisan usus, mengakibatkan gejala diare parah yang seringkali mengandung darah atau lendir.

Gejala Disentri yang Perlu Diwaspadai

Gejala disentri dapat bervariasi, tetapi yang paling umum meliputi:

  • Diare cair yang sering dan disertai darah, lendir, atau nanah.
  • Nyeri perut hebat atau kram.
  • Demam tinggi.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri saat buang air besar.
  • Kelelahan dan lesu akibat kehilangan cairan dan elektrolit.

Pentingnya Pengaturan Makanan Saat Disentri

Saat tubuh melawan infeksi disentri, sistem pencernaan menjadi sangat sensitif. Makanan yang dikonsumsi haruslah lunak, rendah serat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi. Tujuannya adalah untuk tidak membebani usus yang meradang, memastikan asupan energi yang cukup, dan membantu tubuh cepat pulih dari kondisi sakit.

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Disentri

Fokus utama adalah pada asupan cairan dan makanan yang memberikan energi tanpa memperparah kondisi usus. Berikut adalah pilihan makanan untuk penderita disentri:

Cairan

Asupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi akibat diare berlebihan. Perbanyak minum cairan seperti:

  • Air putih.
  • Oralit, yang berfungsi mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Jika tidak ada oralit kemasan, bisa dibuat sendiri dengan campuran gula dan garam secukupnya dalam air matang.
  • Air kelapa, yang kaya akan elektrolit alami.
  • Sup kaldu ayam atau sapi, yang dapat menghidrasi tubuh sekaligus memberikan nutrisi dan kehangatan.

Karbohidrat

Sumber karbohidrat yang mudah dicerna akan memberikan energi tanpa memberatkan sistem pencernaan:

  • Nasi putih, disajikan dalam porsi kecil dan tekstur lembut.
  • Roti panggang tawar.
  • Biskuit gandum tawar.
  • Kentang rebus atau dikukus, dihaluskan jika diperlukan.
  • Oatmeal, dimasak dengan air atau kaldu.

Protein

Protein diperlukan untuk perbaikan sel tubuh dan energi. Pilih sumber protein yang rendah lemak dan mudah dicerna:

  • Ayam rebus tanpa kulit dan lemak, disajikan dalam potongan kecil atau dicincang.
  • Telur rebus, merupakan sumber protein tinggi dan mudah dicerna.

Buah-buahan

Beberapa buah dapat membantu memulihkan elektrolit dan memberikan nutrisi:

  • Pisang, tinggi kalium untuk mengganti elektrolit dan mengandung prebiotik yang baik untuk usus.
  • Apel yang dihaluskan (apple sauce), tanpa tambahan gula atau pemanis buatan.

ASI Eksklusif untuk Bayi

Bagi bayi yang menderita disentri, pemberian ASI eksklusif harus tetap dilanjutkan. ASI mengandung antibodi dan nutrisi penting yang membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan.

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Disentri

Beberapa jenis makanan dapat memperburuk gejala dan memperlambat pemulihan. Hindari makanan seperti:

  • Makanan berlemak dan digoreng, karena sulit dicerna dan dapat meningkatkan pergerakan usus.
  • Makanan pedas, dapat mengiritasi lapisan usus yang meradang.
  • Makanan tinggi serat, seperti sayuran mentah, buah-buahan dengan kulit, dan biji-bijian utuh. Serat dapat meningkatkan volume tinja dan frekuensi buang air besar.
  • Produk susu, seperti susu, keju, dan es krim, karena laktosa dalam susu sulit dicerna saat usus sedang meradang dan dapat memicu diare.
  • Minuman berkafein dan beralkohol, karena bersifat diuretik dan dapat mempercepat dehidrasi.
  • Minuman dengan pemanis buatan atau gula tinggi, dapat menyebabkan diare osmotik.

Kesimpulan: Rekomendasi Praktis Halodoc

Mengelola asupan makanan merupakan bagian vital dari proses pemulihan disentri. Fokus pada makanan lunak, rendah serat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi, seperti nasi, pisang, sup kaldu, ayam rebus, dan telur rebus. Pastikan hidrasi tercukupi dengan air putih dan oralit. Hindari makanan berlemak, pedas, tinggi serat, dan produk susu. Jika gejala disentri tidak membaik atau memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan saran medis yang akurat.