Ad Placeholder Image

Makanan untuk yang Diare: Perut Nyaman, Cepat Pulih

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Mei 2026

Makanan untuk yang Diare: Redakan Diare, Perut Lega

Makanan untuk yang Diare: Perut Nyaman, Cepat PulihMakanan untuk yang Diare: Perut Nyaman, Cepat Pulih

Makanan untuk yang Diare: Panduan Lengkap Pemulihan

Diare adalah kondisi umum yang menyebabkan buang air besar (BAB) dengan konsistensi tinja cair atau encer, lebih sering dari biasanya. Kondisi ini seringkali membuat tubuh lemas dan rentan mengalami dehidrasi. Pemilihan makanan yang tepat sangat krusial untuk membantu memulihkan sistem pencernaan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Artikel ini akan membahas secara detail pilihan makanan yang dianjurkan dan dihindari saat diare, serta pentingnya hidrasi untuk mempercepat proses penyembuhan.

Apa Itu Diare dan Penyebabnya?

Diare terjadi ketika pergerakan usus menjadi lebih cepat dan penyerapan cairan di usus besar terganggu. Hal ini mengakibatkan feses menjadi lebih encer dan sering. Penyebab diare bervariasi, mulai dari infeksi bakteri atau virus, alergi makanan, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Meskipun seringkali dapat sembuh sendiri, diare perlu ditangani dengan baik terutama pada anak-anak dan lansia untuk mencegah dehidrasi.

Mengapa Pemilihan Makanan Penting Saat Diare?

Saat diare, saluran pencernaan sedang meradang dan sensitif. Mengonsumsi makanan yang salah dapat memperburuk kondisi dan memperlambat pemulihan. Sebaliknya, makanan yang tepat dapat membantu memadatkan feses, menenangkan usus, dan mengganti nutrisi serta cairan yang hilang.

Tujuannya adalah untuk memberikan nutrisi tanpa membebani sistem pencernaan yang sedang bermasalah.

Makanan yang Dianjurkan Saat Diare

Prioritaskan makanan hambar, rendah serat, dan mudah dicerna. Pola makan BRAT sering direkomendasikan karena sifatnya yang lembut untuk lambung.

Pola Makanan BRAT

  • Pisang: Sumber kalium yang baik untuk mengganti elektrolit yang hilang. Pisang juga kaya pektin, serat larut yang membantu memadatkan feses.
  • Nasi Putih: Karbohidrat sederhana yang mudah dicerna dan memberikan energi tanpa memicu iritasi usus.
  • Apel Halus (Saus Apel): Mengandung pektin yang membantu menyerap kelebihan air di usus. Pastikan tanpa tambahan gula.
  • Roti Panggang: Roti tawar yang dipanggang menjadi lebih kering dan mudah dicerna. Hindari roti gandum utuh yang tinggi serat.

Sumber Karbohidrat Lain yang Aman

  • Kentang Rebus: Mudah dicerna dan menyediakan energi. Pastikan dimasak hingga empuk dan tanpa tambahan bumbu.
  • Oatmeal: Pilih oatmeal polos tanpa tambahan gula atau perasa. Serat larutnya dapat membantu menenangkan saluran cerna.
  • Biskuit Gandum atau Crackers: Pilih jenis yang hambar, rendah lemak, dan tidak mengandung banyak gula.
  • Sereal: Pilih sereal beras atau jagung tawar yang rendah serat.

Pilihan Protein Rendah Lemak

  • Ayam Rebus Tanpa Kulit: Sumber protein yang baik tanpa lemak berlebih yang sulit dicerna.
  • Ikan Rebus atau Kukus: Ikan putih seperti kakap atau dori adalah pilihan yang baik.
  • Telur: Telur rebus atau orak-arik tanpa banyak minyak mudah dicerna.
  • Tahu Kukus/Rebus: Pilihan protein nabati yang lembut dan rendah lemak.

Cairan dan Probiotik Penting

  • Air Putih: Minum banyak air putih sangat vital untuk mencegah dehidrasi.
  • Oralit: Larutan rehidrasi oral ini efektif mengganti cairan dan elektrolit yang hilang dengan cepat.
  • Teh Jahe/Chamomile: Dapat membantu menenangkan perut dan mengurangi mual. Hindari kafein.
  • Yogurt dan Yakult: Mengandung probiotik atau bakteri baik yang mendukung keseimbangan flora usus dan membantu pemulihan pencernaan.

Sayuran yang Mudah Dicerna

  • Wortel Rebus: Kaya nutrisi dan mudah dicerna.
  • Labu Siam Rebus: Teksturnya lembut dan rendah serat.

Makanan yang Perlu Dihindari Saat Diare

Beberapa jenis makanan dapat memperburuk diare dan memicu iritasi usus. Penting untuk menghindarinya sampai kondisi pulih.

  • Makanan Pedas: Dapat mengiritasi saluran pencernaan yang sudah sensitif.
  • Makanan Berlemak: Seperti gorengan, makanan cepat saji, dan daging berlemak, sulit dicerna dan dapat memperburuk diare.
  • Makanan Tinggi Serat: Meskipun serat baik, serat tinggi pada sayuran mentah, biji-bijian utuh, dan buah berkulit dapat mempercepat pergerakan usus saat diare.
  • Produk Susu: Kecuali yogurt dan Yakult, produk susu lain seperti susu segar dan keju dapat sulit dicerna bagi sebagian orang saat diare.
  • Minuman Berkafein dan Beralkohol: Bersifat diuretik dan dapat mempercepat dehidrasi.
  • Minuman Bergula Tinggi: Seperti soda dan jus buah kemasan dengan banyak gula, dapat menarik air ke usus dan memperburuk diare.

Pentingnya Hidrasi untuk Mencegah Dehidrasi

Dehidrasi adalah komplikasi paling berbahaya dari diare. Cairan dan elektrolit penting hilang setiap kali buang air besar. Memastikan asupan cairan yang cukup sangat krusial.

Selain air putih dan oralit, jus buah tertentu seperti jus melon yang tinggi kalium dapat membantu mengganti elektrolit yang hilang. Minumlah sedikit demi sedikit namun sering sepanjang hari.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Jika diare tidak membaik dalam 2-3 hari, disertai demam tinggi, tinja berdarah atau hitam, nyeri perut hebat, atau tanda-tanda dehidrasi berat seperti mulut kering dan sangat lemas, segera cari pertolongan medis.

Terutama pada bayi dan lansia, diare dapat menjadi kondisi serius yang memerlukan penanganan cepat.

Kesimpulan

Mengelola asupan makanan merupakan bagian penting dari pemulihan dari diare. Memilih makanan hambar, rendah serat, mudah dicerna, dan memastikan hidrasi yang adekuat dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat penyembuhan. Hindari makanan yang dapat memicu iritasi dan pergerakan usus lebih cepat.

Untuk mendapatkan penanganan dan saran medis yang lebih personal dan akurat, unduh aplikasi Halodoc. Konsultasikan kondisi kesehatan dengan dokter umum atau spesialis terpercaya secara mudah melalui fitur chat, voice call, atau video call kapan saja dan di mana saja.