Ad Placeholder Image

Makanan yang Membuat Gemuk: Sehat Atau Berisiko?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Maret 2026

Bikin Berat Badan Naik? Ini Makanan yang Membuat Gemuk

Makanan yang Membuat Gemuk: Sehat Atau Berisiko?Makanan yang Membuat Gemuk: Sehat Atau Berisiko?

Makanan yang Membuat Gemuk: Memahami Peran Nutrisi dan Kalori

Kenaikan berat badan seringkali menjadi perhatian, baik bagi individu yang ingin mencapai berat badan ideal maupun yang berusaha mengelolanya. Faktor utama di balik penambahan berat badan adalah asupan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua makanan yang menyebabkan gemuk sama. Ada makanan tinggi kalori yang kaya nutrisi, serta ada pula yang minim gizi dan justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Apa Itu Makanan yang Membuat Gemuk?

Secara sederhana, makanan yang membuat gemuk adalah makanan yang mengandung kalori lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas dan menjalankan fungsi dasarnya. Ketika asupan kalori secara konsisten melebihi pengeluaran kalori, tubuh akan menyimpan kelebihan energi ini dalam bentuk lemak, yang kemudian menyebabkan penambahan berat badan. Faktor lain seperti kandungan lemak, gula, dan karbohidrat yang tinggi juga berperan.

Makanan Pemicu Kenaikan Berat Badan Tidak Sehat

Beberapa jenis makanan secara umum dikenal dapat memicu kenaikan berat badan, terutama jika dikonsumsi berlebihan dan tidak diimbangi dengan nutrisi lain atau aktivitas fisik. Makanan-makanan ini umumnya tinggi kalori, lemak jenuh, gula tambahan, dan rendah serat serta mikronutrien penting.

  • **Gorengan**: Makanan yang digoreng seperti keripik, ayam goreng, atau tempe mendoan, tinggi akan lemak jenuh dan lemak trans. Jenis lemak ini, selain meningkatkan kalori, juga berkontribusi pada risiko penyakit jantung dan penumpukan lemak visceral.
  • **Makanan Olahan**: Sosis, nugget, bakso kemasan, atau makanan beku lainnya seringkali mengandung pengawet, natrium tinggi, dan lemak tambahan yang tidak sehat. Proses pengolahan mengurangi kandungan nutrisi alami dan meningkatkan kepadatan kalori.
  • **Manisan dan Minuman Manis**: Cokelat batangan, permen, kue, es krim, serta minuman bersoda atau jus kemasan mengandung gula tambahan yang sangat tinggi. Gula berlebih cepat meningkatkan kadar glukosa darah dan diubah menjadi lemak jika tidak segera digunakan sebagai energi.
  • **Produk Instan/Kalengan**: Mie instan, sup kalengan, atau sereal manis siap saji seringkali rendah serat dan protein, tetapi tinggi garam, gula, dan pengawet. Konsumsi rutin dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kurangnya asupan nutrisi esensial.

Makanan Padat Nutrisi untuk Kenaikan Berat Badan yang Sehat

Tidak semua makanan yang membuat gemuk itu buruk. Ada banyak makanan padat kalori yang juga kaya akan nutrisi, yang direkomendasikan untuk individu yang ingin menaikkan berat badan secara sehat. Peningkatan massa tubuh yang sehat berarti membangun otot dan meningkatkan cadangan energi dengan nutrisi yang baik.

  • **Sumber Protein**: Protein sangat penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot. Pilihan makanan meliputi daging merah tanpa lemak (sapi, kambing), daging unggas (ayam, bebek), ikan berlemak (salmon, tuna), telur, produk susu (susu, keju, yogurt), serta sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu.
  • **Karbohidrat Kompleks**: Ini adalah sumber energi utama tubuh. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat dan memberikan energi berkelanjutan. Contohnya adalah nasi merah, roti gandum, oatmeal, ubi jalar, kentang rebus, dan pasta gandum.
  • **Lemak Sehat**: Lemak sehat merupakan sumber kalori paling padat dan penting untuk fungsi hormon serta penyerapan vitamin. Alpukat, kacang-kacangan (almond, kacang tanah, mete), biji-bijian (biji chia, biji bunga matahari), minyak zaitun, dan ikan berlemak adalah pilihan yang baik.
  • **Buah-buahan Tinggi Kalori**: Beberapa buah memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dan kaya nutrisi. Contohnya alpukat, buah kering (kismis, kurma, aprikot kering), dan durian yang sangat padat kalori.

Strategi Meningkatkan Asupan Kalori Sehat

Untuk menaikkan berat badan secara sehat, fokus pada peningkatan asupan kalori dari makanan bergizi, bukan dari makanan cepat saji yang minim nutrisi. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi:

  • **Pilih Porsi Lebih Besar**: Tingkatkan ukuran porsi makanan utama secara bertahap.
  • **Cemilan Bergizi di Antara Waktu Makan**: Tambahkan cemilan sehat seperti kacang-kacangan, buah kering, atau yogurt dengan granola di antara waktu makan utama.
  • **Konsumsi Minuman Padat Kalori**: Minum susu murni, jus buah asli, atau buat smoothie protein buatan sendiri dengan tambahan buah, yogurt, dan bubuk protein.
  • **Tambahkan Bahan Makanan Padat Kalori**: Contohnya, tambahkan keju parut pada sup, mentega kacang pada roti gandum, atau minyak zaitun pada salad.
  • **Makan Teratur**: Jangan melewatkan waktu makan dan usahakan makan setiap 3-4 jam untuk menjaga asupan kalori tetap konsisten.

Kapan Perlu Konsultasi Dokter atau Ahli Gizi?

Jika individu kesulitan menambah berat badan meskipun sudah mencoba berbagai strategi, atau jika mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Penurunan atau kesulitan menaikkan berat badan bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan profesional. Ahli gizi juga dapat membantu menyusun rencana makan yang dipersonalisasi dan memastikan asupan nutrisi yang adekuat.

Kesimpulan:
Memahami jenis makanan yang membuat gemuk sangat penting untuk mencapai tujuan berat badan yang sehat. Prioritaskan makanan padat nutrisi seperti protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, lemak sehat, dan buah-buahan tinggi kalori untuk kenaikan berat badan yang positif. Batasi konsumsi makanan olahan, gorengan, dan minuman manis yang tinggi kalori kosong. Untuk panduan gizi yang lebih spesifik atau penanganan kondisi kesehatan terkait berat badan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi melalui Halodoc. Profesional kesehatan dapat memberikan rekomendasi yang tepat dan aman sesuai kebutuhan individu.