Ad Placeholder Image

Mammae: Fungsi, Anatomi, dan Pentingnya USG Payudara

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   20 Februari 2026

Mammae: Kenali Anatomi, Kondisi, & Cara Periksa!

Mammae: Fungsi, Anatomi, dan Pentingnya USG PayudaraMammae: Fungsi, Anatomi, dan Pentingnya USG Payudara

Mengenal Mammae: Struktur, Fungsi, dan Kondisi Terkait

Mammae, atau yang lebih dikenal dengan payudara, adalah kelenjar kulit yang memiliki fungsi penting dalam memproduksi susu. Organ ini ditemukan pada pria dan wanita, meskipun dengan fungsi yang berbeda. Mari kita pelajari lebih lanjut mengenai struktur, fungsi, dan kondisi yang terkait dengan mammae.

Anatomi Mammae: Apa Saja Bagiannya?

Mammae terdiri dari beberapa bagian utama:

  • Areola: Area melingkar berwarna gelap di sekitar puting.
  • Papilla Mammaria: Puting susu, tempat keluarnya air susu.
  • Jaringan Lemak: Memberikan bentuk dan ukuran pada payudara.
  • Jaringan Ikat: Menopang dan menghubungkan berbagai komponen payudara.
  • Kelenjar Susu: Memproduksi air susu setelah melahirkan.

Pada anak-anak sebelum pubertas, bentuk mammae pada laki-laki dan perempuan relatif serupa.

Fungsi Utama Mammae

Fungsi utama mammae adalah memproduksi air susu (ASI) untuk memberikan nutrisi penting bagi bayi setelah kelahiran. Proses ini dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi wanita.

Kondisi yang Terkait dengan Mammae

Beberapa kondisi dapat memengaruhi kesehatan mammae, di antaranya:

Fibroadenoma Mammae (FAM)

FAM adalah tumor jinak yang paling umum terjadi pada wanita usia 15-35 tahun. Cirinya adalah:

  • Benjolan padat dan kenyal.
  • Dapat bergeser saat diraba.
  • Umumnya tidak menimbulkan nyeri.

Mammae Asesoria

Kondisi ini merupakan kelainan bawaan di mana terdapat jaringan payudara tambahan di luar lokasi normal, misalnya di ketiak.

Pentingnya Pemeriksaan Mammae

Pemeriksaan mammae secara rutin sangat penting untuk deteksi dini kelainan. Ada dua cara utama untuk melakukan pemeriksaan:

  • SADARI (Periksa Payudara Sendiri): Pemeriksaan mandiri yang dilakukan secara berkala untuk mendeteksi perubahan atau benjolan yang tidak biasa.
  • USG Mammae: Pemeriksaan pencitraan non-invasif yang menggunakan gelombang suara untuk memvisualisasikan struktur payudara.

USG mammae aman dan efektif untuk membedakan antara benjolan jinak dan ganas, serta dapat mendeteksi kista atau tumor jinak lainnya. Prosedur ini biasanya berlangsung selama 15-30 menit.

Jika hasil USG mammae tidak pasti, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti MRI atau biopsi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika menemukan:

  • Benjolan baru di payudara atau ketiak.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.
  • Perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan, penebalan, atau lesung pipit.

Rekomendasi Halodoc

Deteksi dini adalah kunci untuk menjaga kesehatan mammae. Lakukan SADARI secara rutin dan konsultasikan dengan dokter jika menemukan kelainan. Anda dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter spesialis dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan payudara. Jangan tunda untuk memeriksakan diri jika ada keluhan, karena semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk penanganan yang efektif.