Ad Placeholder Image

Mana Lebih Enak? Beda Rajungan dan Kepiting

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Beda Rajungan dan Kepiting: Jangan Sampai Salah!

Mana Lebih Enak? Beda Rajungan dan KepitingMana Lebih Enak? Beda Rajungan dan Kepiting

DAFTAR ISI


Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan hasil laut, dan seafood menjadi salah satu primadona kuliner yang digemari banyak orang. Di antara berbagai jenis hidangan laut, kepiting dan rajungan sering kali dianggap sama oleh sebagian masyarakat. Padahal, meski keduanya berasal dari keluarga krustasea yang sama, ada perbedaan signifikan yang mendasari karakteristik, rasa, hingga profil nutrisinya.

Memahami perbedaan antara keduanya bukan hanya soal memuaskan rasa penasaran saat memesan makanan di restoran, tetapi juga berkaitan dengan cara penanganan dan dampak kesehatannya bagi tubuh. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap salah satunya, atau mencari kandungan protein tertentu yang lebih tinggi untuk mendukung pola diet sehat.

Selain itu, aspek kesehatan seperti kadar purin dan kolesterol pada seafood sering menjadi perhatian bagi penderita kondisi medis tertentu. Jika kamu mengalami keluhan setelah mengonsumsi seafood, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan diagnosis yang tepat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan perbedaan kepiting dan rajungan serta mana yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu? Berikut ulasannya!

Mengenal Karakteristik Kepiting dan Rajungan

Kepiting dan rajungan memang bersaudara dekat dalam klasifikasi biologi. Secara umum, istilah “kepiting” sering digunakan masyarakat Indonesia untuk merujuk pada kepiting bakau (Scylla), sedangkan “rajungan” merujuk pada Portunus pelagicus. Keduanya memiliki cangkang keras (karapas) dan capit yang kuat, namun evolusi mereka di habitat yang berbeda menciptakan ciri khas tersendiri.

Kepiting bakau cenderung memiliki struktur tubuh yang lebih kokoh dan berat. Hal ini dikarenakan mereka harus mampu bertahan di lingkungan yang fluktuatif seperti area pasang surut hutan mangrove. Sebaliknya, rajungan memiliki bentuk tubuh yang lebih ramping dan didesain untuk berenang di perairan laut yang lebih dalam dan luas.

Perbedaan Habitat dan Cara Hidup

Perbedaan paling mendasar terletak pada di mana mereka tinggal. Kepiting bakau, sesuai namanya, menghabiskan sebagian besar hidupnya di perairan payau, muara sungai, dan hutan bakau. Mereka mampu hidup di luar air dalam waktu yang cukup lama karena memiliki organ pernapasan yang adaptif, selama kondisi lingkungan tetap lembap.

Berbeda dengan kepiting, rajungan adalah penghuni laut sejati. Mereka jarang ditemukan di air tawar atau payau yang dangkal dalam waktu lama. Rajungan sangat bergantung pada oksigen terlarut dalam air laut yang jernih. Begitu dikeluarkan dari air, rajungan akan cepat mati. Inilah alasan mengapa di pasar tradisional kita lebih sering menemukan kepiting dalam kondisi hidup terikat, sementara rajungan biasanya dijual dalam keadaan sudah mati atau dalam kemasan daging kupas.

Perbedaan Fisik yang Mencolok

Jika diperhatikan secara seksama, ada beberapa ciri fisik yang bisa membantu kamu membedakan keduanya secara instan:

1. Warna dan Corak Cangkang

Kepiting bakau umumnya memiliki warna yang cenderung gelap, seperti hijau kecokelatan, abu-abu tua, atau hitam kusam tanpa corak yang mencolok. Warna ini berfungsi sebagai kamuflase di lumpur bakau. Sementara itu, rajungan memiliki penampilan yang lebih “estetik” dengan corak bintik-bintik putih yang kontras. Rajungan jantan biasanya berwarna kebiruan terang, sedangkan betinanya cenderung berwarna kehijauan atau cokelat dengan bintik putih.

2. Bentuk Capit dan Kaki

Capit kepiting biasanya lebih pendek, bulat, dan sangat tebal dengan kekuatan jepit yang luar biasa. Kaki-kakinya pun cenderung lebih besar dan kuat untuk berjalan di atas lumpur. Rajungan memiliki capit yang lebih panjang dan ramping. Keunikan rajungan terletak pada pasangan kaki terakhirnya yang berbentuk pipih seperti kayuh, yang sangat efisien digunakan untuk berenang dengan cepat di laut lepas.

Tips Memilih Seafood yang Segar
  1. Pilih kepiting yang masih hidup dan aktif bergerak untuk menjamin kesegaran dagingnya.
  2. Untuk rajungan, pastikan cangkangnya masih keras dan tidak mengeluarkan aroma amonia yang menyengat.
  3. Periksa beratnya; kepiting atau rajungan yang terasa berat untuk ukurannya biasanya memiliki daging yang lebih padat.

Tekstur dan Cita Rasa Daging

Bagi para pencinta kuliner, perbedaan rasa adalah faktor penentu utama. Kepiting bakau dikenal memiliki daging yang sangat padat, tebal, dan berserat besar. Rasa daging kepiting cenderung lebih manis dan gurih alami (umami). Bagian capit kepiting adalah bagian yang paling dicari karena kepadatan dagingnya.

Rajungan menawarkan sensasi yang sedikit berbeda. Daging rajungan memiliki tekstur yang lebih lembut, lebih halus, dan cenderung lebih manis daripada kepiting, namun jumlah dagingnya biasanya tidak sebanyak kepiting bakau pada ukuran yang sama. Karena kulit rajungan lebih tipis, bumbu masakan biasanya lebih mudah meresap ke dalam daging rajungan dibandingkan kepiting yang bercangkang tebal.

Kandungan Gizi dan Manfaat Kesehatan

Baik kepiting maupun rajungan adalah sumber nutrisi yang luar biasa bagi tubuh. Keduanya kaya akan protein berkualitas tinggi yang penting untuk perbaikan jaringan tubuh dan pembentukan otot. Selain itu, mereka mengandung asam lemak Omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Kandungan mineral seperti zinc, selenium, dan tembaga pada kedua jenis krustasea ini berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, perlu dicatat bahwa rajungan sering kali dianggap memiliki kadar lemak yang sedikit lebih rendah dibandingkan kepiting bakau, menjadikannya pilihan yang baik untuk mereka yang sedang menjaga asupan kalori.

Bagi kamu yang ingin menjaga daya tahan tubuh atau membutuhkan asupan nutrisi tambahan setelah sakit, kamu bisa beli obat, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan vitamin atau suplemen pendukung yang sesuai.

Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meski lezat dan bergizi, mengonsumsi kepiting dan rajungan harus dilakukan dengan bijak, terutama bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

1. Kadar Purin dan Asam Urat

Seafood, termasuk kepiting dan rajungan, mengandung purin dalam jumlah yang cukup tinggi. Purin yang dipecah dalam tubuh akan menjadi asam urat. Konsumsi berlebihan dapat memicu serangan nyeri sendi pada penderita gout atau asam urat tinggi.

2. Kolesterol

Kandungan kolesterol pada kepiting berkisar antara 70-80 mg per 100 gram daging. Meski tidak setinggi udang atau cumi-cumi, jumlah ini tetap perlu diperhatikan bagi penderita hiperkolesterolemia. Sebaiknya hindari pengolahan dengan santan kental atau mentega berlebih untuk menjaga kadar lemak tetap terkendali.

3. Alergi Seafood

Protein tropomyosin dalam krustasea adalah pemicu umum reaksi alergi. Gejalanya bisa mulai dari gatal-gatal, ruam kulit, hingga reaksi berat seperti sesak napas (anafilaksis). Jika gejala alergi muncul, segera hentikan konsumsi dan cari bantuan medis.

Studi Mengenai Kandungan Nutrisi Krustasea

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa profil asam lemak pada rajungan (Portunus pelagicus) menunjukkan konsentrasi EPA dan DHA yang signifikan. Kandungan ini sangat efektif dalam membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular jika dikonsumsi dalam porsi yang seimbang.

Studi tersebut juga menekankan pentingnya teknik memasak. Mengukus atau merebus lebih disarankan daripada menggoreng untuk mempertahankan integritas asam lemak esensial dan meminimalkan penambahan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah.

Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai diet yang aman bagi penderita kolesterol atau asam urat, jangan ragu untuk berdiskusi dengan tenaga medis profesional.

FAQ

1. Mana yang lebih tinggi kolesterolnya, kepiting atau rajungan?

Secara umum, keduanya memiliki kadar kolesterol yang hampir mirip, yakni sekitar 70-100 mg per 100 gram. Namun, karena kepiting biasanya memiliki ukuran lebih besar dan lebih banyak daging dalam satu ekor, asupan kolesterol per sajian sering kali lebih tinggi pada kepiting.

2. Apakah ibu hamil boleh makan rajungan?

Boleh, asalkan dipastikan rajungan dalam kondisi segar dan dimasak hingga benar-benar matang sempurna untuk menghindari infeksi bakteri atau parasit. Rajungan kaya akan protein dan mineral yang baik untuk perkembangan janin.

3. Mengapa rajungan lebih cepat mati setelah ditangkap?

Rajungan adalah hewan stenohalin yang sangat sensitif terhadap perubahan salinitas dan kadar oksigen. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan air dalam insangnya dalam waktu lama seperti kepiting bakau.

4. Apakah cangkang rajungan bisa dimakan?

Pada jenis rajungan soka atau yang sedang mengalami proses molting (ganti kulit), cangkangnya lunak dan bisa dimakan setelah digoreng krispi. Cangkang ini mengandung kitosan yang baik untuk pencernaan.

Punya Keluhan Setelah Makan Seafood? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu merasa pusing, gatal, atau nyeri sendi setelah menikmati hidangan kepiting? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Tabel Komposisi Pangan Indonesia.
NCBI – National Center for Biotechnology Information. Diakses pada 2026. Nutritional Composition of Blue Swimmer Crab (Portunus pelagicus).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Shellfish Allergy: Symptoms and Causes.
WebMD. Diakses pada 2026. Health Benefits of Crab.