Ad Placeholder Image

Manfaat Sukun untuk Ibu Hamil: Bikin Bunda Fit Bikin Janin Sehat

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   18 Juni 2026

Manfaat Sukun untuk Ibu Hamil: Nutrisi Lengkap!

Manfaat Sukun untuk Ibu Hamil: Bikin Bunda Fit Bikin Janin SehatManfaat Sukun untuk Ibu Hamil: Bikin Bunda Fit Bikin Janin Sehat

DAFTAR ISI


Masa kehamilan adalah momen di mana seorang ibu harus ekstra memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Tidak hanya untuk menjaga stamina dan kesehatan ibu, asupan gizi yang optimal sangat krusial bagi pembentukan organ dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Banyak ibu hamil yang sering merasa bosan dengan menu makanan sehari-hari dan mencari alternatif makanan yang lezat namun tetap kaya manfaat.

Salah satu bahan makanan lokal yang kerap dipandang sebelah mata namun ternyata menyimpan segudang nutrisi adalah buah sukun. Buah yang memiliki tekstur empuk seperti roti ketika dimasak ini sangat populer di Indonesia, biasanya disajikan dengan cara direbus, dikukus, atau digoreng. Sukun bukan sekadar camilan pengganjal perut, melainkan sumber karbohidrat kompleks yang sangat disarankan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai pantangan makanan bagi ibu hamil, termasuk keraguan mengenai keamanan mengonsumsi sukun. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat dan dikonsumsi dalam porsi yang wajar, sukun bisa menjadi “superfood” lokal yang membantu mengatasi berbagai keluhan kehamilan mulai dari sembelit, mual (morning sickness), hingga tubuh yang mudah lelah.

Nah, mau tahu apa saja kandungan nutrisi dan manfaat sukun untuk ibu hamil? Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar kehamilan kamu tetap fit dan janin tumbuh sehat!

Kandungan Nutrisi Sukun yang Baik untuk Kehamilan

Sebelum membahas manfaatnya secara spesifik, penting untuk mengetahui apa saja zat gizi yang terkandung di dalam buah sukun. Dalam setiap 100 gram buah sukun, terdapat kalori yang cukup padat yang berasal dari karbohidrat kompleks. Berbeda dengan karbohidrat sederhana (seperti gula pasir atau tepung putih), karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat oleh tubuh sehingga memberikan efek kenyang lebih lama dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.

Selain karbohidrat, sukun juga kaya akan serat makanan (dietary fiber), vitamin C, vitamin B kompleks (termasuk folat dan niasin), serta berbagai mineral penting seperti kalium (potassium), magnesium, kalsium, dan fosfor. Sukun juga mengandung antioksidan alami berupa senyawa flavonoid dan fenolik yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu hamil. Profil nutrisi inilah yang menjadikan sukun sangat relevan dengan kebutuhan diet ibu hamil sehari-hari.

Manfaat Sukun untuk Ibu Hamil

1. Mencegah dan Mengatasi Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah keluhan yang sangat umum dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester pertama dan ketiga. Hal ini terjadi karena peningkatan hormon progesteron yang merelaksasi otot-otot saluran pencernaan, sehingga pergerakan usus menjadi lebih lambat. Kandungan serat yang tinggi pada buah sukun sangat efektif untuk melunakkan feses dan melancarkan buang air besar, sehingga ibu hamil terhindar dari risiko wasir (ambeien).

2. Sumber Energi yang Stabil

Ibu hamil sering kali merasa cepat lelah (fatigue) karena tubuh bekerja ekstra keras untuk mendukung pertumbuhan janin. Sukun merupakan sumber energi yang sangat baik berkat kandungan karbohidrat kompleksnya. Pelepasan energi yang perlahan dari sukun membantu ibu hamil tetap bertenaga sepanjang hari tanpa memicu risiko diabetes gestasional (diabetes saat kehamilan).

3. Mendukung Perkembangan Saraf Janin

Kandungan asam folat dan vitamin B kompleks dalam sukun turut berkontribusi dalam pembentukan sel dan sistem saraf pusat janin. Meskipun jumlah folat dalam sukun tidak sebanyak pada bayam atau hati sapi, namun mengonsumsi sukun sebagai camilan sehat dapat membantu melengkapi kebutuhan folat harian guna mencegah cacat tabung saraf (neural tube defects) pada bayi.

4. Menjaga Keseimbangan Tekanan Darah dan Mencegah Bengkak

Kalium yang melimpah pada sukun bekerja sebagai vasodilator alami, yakni membantu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah tetap stabil. Selain itu, kalium membantu menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh ibu hamil, sehingga efektif mencegah edema (pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan tangan) yang sering terjadi di trimester akhir. Namun, jika bumil mengalami masalah tekanan darah tinggi yang disertai sakit kepala hebat atau pandangan kabur secara terus menerus, jangan ditunda, segera konsultasi ke dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat terkait risiko preeklamsia.

5. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Ibu hamil memiliki sistem imun yang cenderung menurun agar tubuh tidak menolak kehadiran janin. Hal ini membuat bumil lebih rentan terkena flu atau batuk. Vitamin C dan antioksidan yang terkandung di dalam sukun berperan penting dalam meningkatkan sel darah putih dan fungsi kekebalan tubuh, sehingga ibu hamil tidak mudah jatuh sakit dan proses penyerapan zat besi dari makanan lain menjadi lebih maksimal.

Perhatian Saat Mengonsumsi Sukun
  1. Pastikan sukun dimasak hingga benar-benar matang untuk menghindari gangguan pencernaan.
  2. Pilih cara memasak yang sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang. Batasi konsumsi sukun goreng karena tambahan lemak jenuh dari minyak goreng berisiko meningkatkan kolesterol dan asam lambung.
  3. Konsumsi dalam porsi wajar. Mengonsumsi serat terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat memicu produksi gas lambung yang menyebabkan perut terasa begah atau kembung.

Tips Aman Memenuhi Nutrisi Selain dari Sukun

1. Lengkapi dengan Suplemen Kehamilan

Meski sukun sangat bernutrisi, makanan utuh sehari-hari kadang belum cukup untuk memenuhi 100% Angka Kecukupan Gizi (AKG) mikronutrien bagi ibu hamil, khususnya untuk asam folat, kalsium, zat besi, dan DHA. Selain menjaga pola makan bergizi dari bahan alami seperti sukun, kebutuhan mikronutrien harian juga harus terpenuhi dengan suplemen. Ibu bisa dengan praktis beli suplemen kehamilan dan vitamin prenatal secara online untuk mendukung tumbuh kembang otak dan tulang janin secara optimal.

2. Variasikan dengan Sumber Protein

Sukun sangat miskin akan protein. Oleh karena itu, saat mengonsumsi sukun sebagai pengganti nasi atau camilan, pastikan kamu tetap mengonsumsi sumber protein hewani dan nabati berkualitas seperti telur matang, ikan gabus, dada ayam, tempe, atau tahu. Protein sangat esensial untuk pembentukan jaringan tubuh janin dan plasenta.

Studi Terkait Nutrisi Kehamilan

Sebuah pedoman klinis yang dirilis oleh The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebutkan bahwa kebutuhan serat harian untuk ibu hamil adalah sekitar 28 gram per hari. Pemenuhan serat melalui makanan seperti buah berpati (termasuk sukun), sayuran, dan gandum utuh terbukti secara klinis menurunkan insidensi konstipasi pada ibu hamil hingga lebih dari 40%.

Selain itu, studi terkait nutrisi maternal menunjukkan bahwa mengganti sebagian porsi karbohidrat olahan (seperti nasi putih dan roti putih) dengan karbohidrat kompleks kaya serat sangat efektif dalam membantu mengontrol berat badan ibu hamil agar tidak naik secara berlebihan. Berat badan ibu hamil yang terkontrol berkorelasi langsung dengan penurunan risiko komplikasi saat persalinan dan mencegah bayi lahir makrosomia (bayi lahir dengan berat badan di atas rata-rata).

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Nutrition During Pregnancy.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Nutritional interventions during pregnancy.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Complex Carbohydrates and Dietary Fiber in Pregnancy.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) – Panduan Gizi Kehamilan.

FAQ

1. Bolehkah ibu hamil makan sukun goreng?

Boleh saja, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan. Sukun goreng menyerap banyak minyak yang mengandung lemak jenuh, yang bisa memicu naiknya asam lambung (heartburn) dan menambah asupan kalori kosong. Akan lebih sehat jika sukun diolah dengan cara direbus atau dikukus.

2. Apakah makan sukun bisa memicu gas dan perut kembung pada ibu hamil?

Iya, jika dikonsumsi dalam porsi yang terlalu banyak. Sukun tinggi akan karbohidrat kompleks dan serat yang ketika difermentasi oleh bakteri di usus besar akan menghasilkan gas. Makanlah dalam porsi kecil namun sering untuk menghindari begah.

3. Berapa banyak porsi sukun yang aman untuk ibu hamil?

Satu hingga dua potong sukun kukus ukuran sedang (sekitar 100-150 gram) per hari sudah cukup sebagai camilan sehat atau pengganti satu porsi nasi. Pastikan kebutuhan gizi lainnya tetap seimbang.

4. Apakah sukun aman bagi ibu hamil yang memiliki riwayat diabetes gestasional?

Sangat aman dan justru direkomendasikan. Karena indeks glikemik sukun lebih rendah dibandingkan nasi putih, konsumsi sukun tidak akan membuat gula darah ibu hamil melonjak drastis secara tiba-tiba, sehingga baik untuk manajemen gula darah.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang