Ad Placeholder Image

Martabak Telur Berapa Kalori? Yuk Hitung Bareng!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Martabak Telur Berapa Kalori? Cek Porsi Amanmu!

Martabak Telur Berapa Kalori? Yuk Hitung Bareng!Martabak Telur Berapa Kalori? Yuk Hitung Bareng!

DAFTAR ISI


Siapa yang bisa menolak aroma harum martabak telur saat melewati kedai pinggir jalan di malam hari? Kudapan gurih ini merupakan salah satu “street food” paling favorit di Indonesia. Isian telur yang dikocok bersama daging sapi atau ayam, irisan daun bawang yang melimpah, dibungkus kulit martabak yang renyah, lalu digoreng dengan minyak panas—kombinasi ini memang sangat menggugah selera.

Namun, di balik kelezatannya, banyak orang yang sedang menjalani program diet atau menjaga kesehatan jantung sering bertanya-tanya: martabak telur berapa kalori sebenarnya? Mengetahui jumlah kalori dalam makanan favorit adalah langkah awal yang bijak untuk tetap bisa menikmati kuliner tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang.

Sebagai makanan yang diproses dengan cara deep frying dan mengandung bahan-bahan padat energi, martabak telur memang memiliki profil nutrisi yang perlu diperhatikan. Jika tidak dikontrol, konsumsi berlebihan dapat memicu penumpukan lemak dan kenaikan berat badan. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memahami rincian kalorinya dan bagaimana cara menyiasatinya agar metabolisme tubuh tetap terjaga.

Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen pendukung metabolisme dan berapa detail kalori martabak telur? Berikut ulasannya!

Martabak Telur Berapa Kalori? Ini Rinciannya

Secara umum, satu potong martabak telur (ukuran standar dari martabak telur “Spesial” atau “Biasa”) mengandung sekitar 110 hingga 150 kalori. Angka ini mungkin terlihat kecil, namun masalahnya jarang ada orang yang hanya mengonsumsi satu potong saja. Dalam satu porsi martabak telur yang dibeli di pedagang kaki lima, biasanya terdapat 12 hingga 16 potong.

Jika kamu menghabiskan setengah kotak porsi martabak telur (sekitar 6 potong), maka kalori yang masuk ke tubuhmu bisa mencapai 660 hingga 900 kalori. Angka ini setara dengan satu porsi besar nasi padang lengkap dengan lauk pauknya. Kalori utama berasal dari lemak jenuh pada minyak goreng dan karbohidrat dari tepung terigu pada kulit martabak.

Berikut adalah estimasi rincian nutrisi dalam satu potong martabak telur:

  • Lemak: 7-10 gram
  • Karbohidrat: 8-12 gram
  • Protein: 5-7 gram
  • Natrium: 150-200 mg

Penting untuk diingat bahwa jika kamu memilih martabak telur dengan telur bebek, kalorinya akan sedikit lebih tinggi dibandingkan telur ayam karena kandungan lemak pada kuning telur bebek yang lebih pekat. Selain itu, tambahan isian daging sapi berlemak juga akan meningkatkan densitas kalori per potongnya. Jika kamu khawatir dengan efek konsumsi lemak berlebih, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan saran diet yang tepat.

Rekomendasi Suplemen Kesehatan untuk Mengimbangi Kalori

Makan makanan tinggi lemak dan kalori sesekali tentu diperbolehkan. Namun, untuk membantu tubuh mengelola kolesterol dan melancarkan pencernaan setelah makan martabak telur, kamu mungkin memerlukan bantuan suplemen kesehatan yang aman dan terpercaya.

1. Nutrive Benecol Smoothies Original 100 ml

Nutrive Benecol adalah minuman fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE). Kandungan aktif PSE ini bekerja dengan cara menghambat penyerapan kolesterol di usus halus, sehingga kolesterol dari makanan (seperti lemak pada martabak telur) tidak semuanya masuk ke aliran darah.

Minuman ini sangat cocok dikonsumsi segera setelah makan makanan berlemak untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal. Produk ini tersedia dalam berbagai varian rasa buah yang menyegarkan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dianjurkan minum 2 botol setiap hari langsung setelah makan.
  • Kocok dahulu sebelum diminum.

Obat ini termasuk kategori suplemen kesehatan yang aman dikonsumsi setiap hari. Simpan di tempat sejuk agar kualitas PSE tetap terjaga.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nutrive Benecol Smoothies Original 100 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. FibreFirst 15 Sachet

FibreFirst merupakan suplemen serat premium yang dikombinasikan dengan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran. Cara kerjanya adalah dengan mengikat lemak jahat dan sisa-sisa makanan di saluran pencernaan (detoksifikasi) dan membuangnya melalui feses.

Mengingat martabak telur rendah serat, mengonsumsi FibreFirst dapat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah penumpukan lemak di perut. Selain itu, kandungan antioksidannya membantu menjaga daya tahan tubuh.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet per hari, diminum pada malam hari sebelum tidur atau setelah makan besar.
  • Larutkan ke dalam 300 ml air dingin, kocok kuat (dengan shaker) dan segera habiskan.

Produk ini termasuk suplemen serat alami. Pastikan kamu juga mencukupi kebutuhan air putih harian saat mengonsumsi produk tinggi serat.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan FibreFirst 15 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Efek Konsumsi Gorengan Berlebih
  1. Kenaikan kadar kolesterol jahat (LDL).
  2. Risiko peradangan pada saluran pencernaan akibat minyak trans.
  3. Gangguan metabolisme jika tidak diimbangi dengan serat dan aktivitas fisik.

3. Hemaviton Cardio 10 Kaplet

Hemaviton Cardio mengandung kombinasi Phytosterol, Vitamin C, Vitamin E, Zinc, dan Selenium. Phytosterol memiliki struktur yang mirip dengan kolesterol sehingga dapat “menipu” tubuh untuk menyerapnya sebagai pengganti kolesterol jahat dari makanan.

Manfaat utama produk ini adalah membantu menurunkan kadar kolesterol total dan menjaga kesehatan pembuluh darah dari risiko aterosklerosis yang dipicu oleh makanan berminyak seperti martabak telur.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kaplet diminum 3 kali sehari setelah makan atau bersamaan dengan makanan.

Suplemen ini membantu menjaga profil lipid tubuh. Efektivitasnya akan lebih maksimal jika dibarengi dengan diet rendah lemak jenuh.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Hemaviton Cardio 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Makan Martabak Telur Lebih Sehat

Kamu tidak perlu benar-benar berhenti makan martabak telur. Ada beberapa cara cerdas untuk memangkas asupan kalori dan lemak jahat saat menikmati hidangan ini:

1. Batasi Jumlah Potongan

Kunci utama adalah moderasi. Alih-alih menghabiskan satu porsi sendirian, bagilah martabak dengan teman atau keluarga. Cukup konsumsi 1-2 potong untuk memuaskan keinginan lidah, sehingga kalori yang masuk hanya sekitar 250 kalori saja.

2. Serap Minyak Berlebih dengan Tisu Pengesat

Martabak telur sering kali disajikan dalam keadaan sangat berminyak. Gunakan tisu pengesat makanan (food grade) untuk menekan permukaan martabak sebelum dimakan. Langkah sederhana ini bisa mengurangi cukup banyak kalori yang berasal dari lemak jenuh.

3. Jangan Lewatkan Acar Sayuran

Pedagang martabak biasanya menyediakan acar mentimun, wortel, dan bawang merah. Jangan dibuang! Serat dari acar membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, hindari meminum kuah cukonya secara berlebihan jika kamu memiliki riwayat maag atau asam lambung.

Studi Mengenai Konsumsi Lemak Trans dan Obesitas

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi makanan yang digoreng secara rutin berhubungan langsung dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Minyak yang dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi—seperti yang sering ditemukan pada pedagang kaki lima—dapat menghasilkan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan jantung.

Studi tersebut menekankan pentingnya mengimbangi asupan lemak trans dengan asupan serat larut dan senyawa phytosterol (seperti yang terdapat dalam suplemen rekomendasi di atas) untuk membantu memitigasi dampak buruk kolesterol pada pembuluh darah.

Punya Keluhan Kesehatan Setelah Makan Gorengan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah makan martabak telur, seperti perut begah atau pusing, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

Halodoc Intelligent Digital Assistant (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika kamu merasa kadar kolesterolmu mulai tidak terkontrol akibat sering jajan sembarangan, segera beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen penurun kolesterol atau vitamin tambahan yang original dan praktis dikirim ke rumah.

Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gizi terkait pola makan harianmu melalui aplikasi Halodoc agar program sehatmu tetap on-track.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. How Many Calories Are in Your Favorite Street Foods?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary fats: Know which to choose.
WebMD. Diakses pada 2026. The Truth About Fried Foods.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. Fats and Cholesterol.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kandungan Gizi Makanan Indonesia.

FAQ

1. Apakah martabak telur bikin gemuk?

Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik, martabak telur dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena kandungan kalori dan lemaknya yang tinggi.

2. Mana yang lebih tinggi kalorinya, martabak telur atau martabak manis?

Umumnya, satu potong martabak manis (terang bulan) memiliki kalori lebih tinggi (sekitar 200-300 kalori) karena kandungan gula, margarin, dan topping yang sangat padat energi dibandingkan martabak telur.

3. Apakah penderita kolesterol boleh makan martabak telur?

Boleh, namun sangat dibatasi. Disarankan hanya mengonsumsi satu potong kecil dan diimbangi dengan konsumsi suplemen penurun kolesterol seperti Plant Stanol Ester setelahnya.

4. Kenapa martabak telur menggunakan banyak minyak?

Minyak yang banyak (teknik deep frying) diperlukan untuk memastikan kulit martabak menjadi sangat renyah dan bagian isian telur matang dengan sempurna hingga ke dalam.