• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masalah Otak, Ini 6 Gejala Anencephaly Pada Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masalah Otak, Ini 6 Gejala Anencephaly Pada Bayi

Masalah Otak, Ini 6 Gejala Anencephaly Pada Bayi

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 September 2022

“Anencephaly adalah cacat tabung saraf yang seringkali ditandai dengan hilangnya sebagian besar area otak dan juga tengkorak. Selain itu, gejala anencephaly lainnya juga bisa berupa lipatan di telinga, bibir sumbing, dan kelainan jantung.”

Masalah Otak, Ini 6 Gejala Anencephaly Pada BayiMasalah Otak, Ini 6 Gejala Anencephaly Pada Bayi

Halodoc, Jakarta – Anencephaly adalah suatu kondisi yang terjadi saat lahir (cacat lahir) yang memengaruhi otak dan tulang tengkorak. Bayi yang lahir dengan kondisi ini memiliki otak yang belum terbentuk dengan sempurna, sering kali bagian otak dan tengkoraknya hilang.

Anencephaly merupakan kondisi langka di mana hanya terjadi pada sekitar 1 dari setiap 5000 hingga 10.000 bayi yang lahir. Meski begitu, cacat lahir ini perlu diwaspadai karena sering kali menyebabkan keguguran atau kematian setelah kelahiran. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui gejala anencephaly pada bayi di sini.

Mengenal Anencephaly dan Gejalanya

Anencephaly adalah jenis cacat tabung saraf. Selama masa kehamilan, otak dan tulang belakang dimulai sebagai lempengan sel yang datar, yang menggulung menjadi tabung, yang disebut tabung saraf. Jika semua atau sebagian tabung saraf gagal menutup dan meninggalkan lubang, ini dikenal sebagai cacat tabung saraf terbuka. Anencephaly (tengkorak terbuka) dan spina bifida (tulang belakang terbuka) adalah cacat tabung saraf terbuka yang paling umum. 

Berikut adalah beberapa gejala anencephaly pada bayi:

1. Sebagian besar area otak hilang

Pada bayi yang mengalami anencephaly, sering kali otaknya kekurangan sebagian atau seluruh serebrum, yaitu area otak yang bertanggung jawab untuk berpikir, melihat, mendengar, menyentuh, dan bergerak.

2. Tidak ada tulang di belakang kepala

Gejala atau tanda anencephaly yang juga paling khas adalah bagian tengkorak yang hilang, yang biasanya adalah tulang di bagian belakang kepala.

3. Tidak ada tulang di bagian depan dan samping kepala

Bayi dengan anencephaly juga tidak memiliki tulang di sekitar bagian depan dan samping kepala.

4. Ada lipatan di telinga

Gejala atau tanda anencephaly lainnya pada bayi adalah adanya lipatan di telinga atau telinga melipat.

5. Langit-langit mulut sumbing

Ini adalah kondisi ketika atap mulut bayi tidak menutup sepenuhnya, meninggalkan lubang yang bisa meluas ke rongga hidung.

6. Memiliki kelainan jantung bawaan

Beberapa bayi dengan anencephaly juga memiliki kelainan jantung bawaan.

Sama seperti cacat tabung saraf lainnya, anencephaly terjadi selama minggu ketiga dan keempat kehamilan. Bagian tubuh bayi lainnya terus terbentuk dan bertumbuh seiring dengan perkembangan kehamilan. Namun, bila tabung saraf tidak menutup dengan baik, otak dan tengkorak tidak bisa berkembang.

Kenali Penyebab Anencephaly

Tampaknya anencephaly  bukan kondisi yang diturunkan dalam keluarga. Dalam kebanyakan kasus, hal itu terjadi tanpa riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Namun, bila kamu pernah memiliki anak dengan cacat tabung saraf sebelumnya, risiko untuk memiliki bayi dengan anencephaly lebih tinggi.

Kombinasi faktor lingkungan, gen dan nutrisi selama kehamilan diduga bisa menjadi penyebab anencephaly. Berikut beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan anencephaly:

  • Kekurangan asam folat. Wanita yang tidak mendapatkan cukup asam folat (vitamin B9) saat hamil memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan anencephaly. 
  • Diabetes. Kadar glukosa darah (gula dalam darah) yang terlalu tinggi bisa membahayakan perkembangan bayi, dan meningkatkan risiko cacat tabung saraf.
  • Suhu tubuh tinggi. Demam atau berendam dalam bak berisi air panas atau sauna selama awal kehamilan,cdapat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat tabung saraf.
  • Obat-obatan. Obat anti kejang bisa menyebabkan cacat tabung saraf.
  • Obesitas. Wanita yang memiliki kelebihan berat badan sebelum hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan anencephaly atau cacat tabung saraf lainnya.
  • Penggunaan opioid. Mengkonsumsi opioid selama dua bulan pertama kehamilan bisa menyebabkan cacat tabung saraf. Opioid termasuk heroin (obat terlarang) dan obat penghilang rasa sakit resep seperti hidrokodon.

Cara Mencegah Anencephaly

Walaupun anencephaly tidak selalu bisa dicegah, tapi kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjauhi faktor risiko yang sudah disebutkan di atas. Berikut cara mencegah anencephaly :

  • Konsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari, bahkan sebelum merencanakan kehamilan.
  • Hindari obat anti kejang selama kehamilan. Kamu juga bisa menanyakan pada dokter kandungan mengenai obat-obatan apa saja yang perlu dihindari sebelum hamil. Jangan pernah mengonsumsi opioid saat hamil.
  • Sebaiknya jangan pergi ke sauna atau berendam air panas selama hamil.
  • Bila kamu memiliki kelebihan berat badan, cobalah untuk menurunkan berat badan sebelum hamil dan jaga berat badan yang sehat selama kehamilan. Bagi kamu mengidap diabetes, bicarakan dengan dokter kandungan mengenai cara mengelola diabetes dengan aman selama kehamilan.

Bila ibu mengalami keluhan kesehatan tertentu selama kehamilan, ada baiknya periksakan segera ke dokter ya. Biar lebih cepat dan mudah, ibu bisa buat janji di rumah sakit pilihan di aplikasi HalodocDownload aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Anencephaly.
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2022. Anencephaly.