• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Masih Bayi, Lebih Baik Tidur Pakai AC atau Kipas Angin?

Masih Bayi, Lebih Baik Tidur Pakai AC atau Kipas Angin?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Cuaca panas di Jakarta memang bisa membuat siapa saja jadi tidak nyaman, termasuk bayi. Si Kecil pasti tidak bisa tidur dengan nyaman dan akan jadi rewel sekali karena merasa kegerahan. Itulah mengapa banyak orang tua memutuskan untuk memasang pendingin ruangan di kamar tidur bayi. 

Selain demi kenyamanan bayi, memasang pendingin ruangan juga dapat mencegahnya mengalami berbagai masalah kesehatan akibat panas. Namun yang menjadi masalah, manakah pendingin ruangan yang lebih baik untuk Si Kecil, air conditioner (AC) atau kipas angin? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

Sebagian besar dokter setuju bahwa memasang pendingin ruangan, baik itu AC maupun kipas angin untuk bayi yang baru lahir lebih baik daripada membiarkannya berada di lingkungan yang panas, tanpa udara, dan lembap.

Bayi, terutama yang baru lahir, belum bisa menyesuaikan suhu tubuh mereka seperti halnya orang dewasa. Hal ini membuat mereka rentan terhadap penyakit yang bisa timbul akibat udara panas, seperti ruam kulit, dehidrasi, atau sengatan panas. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa ruangan yang didinginkan dan berventilasi baik dapat membantu bayi tidur dengan nyaman dan mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Namun, di sisi lain, ruangan yang terlalu dingin juga bisa membuat bayi kedinginan. 

Baca juga: Orangtua, Begini 4 Cara Cegah SIDS pada Bayi

Jadi, sebenarnya tidak masalah jenis pendingin ruangan yang mana yang ibu gunakan, baik itu AC maupun kipas angin. Namun, perhatikan dulu hal-hal berikut saat ingin memasang pendingin ruangan agar tidak berbahaya bagi kesehatan bayi:

1. Pertahankan Suhu Kamar yang Nyaman

Aturlah suhu pendingin ruangan senyaman mungkin untuk bayi, sehingga tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Ibu bisa mengatur suhu pendingin berada di kisaran antara 23–26 derajat Celsius.

Bila ibu menggunakan AC, atur durasi yang diperlukan untuk mendinginkan ruangan melalui fitur timer. Bila AC tidak memiliki timer, ibu bisa menggunakan jam alarm untuk mengingatkan. Sedangkan bagi ibu yang menggunakan kipas angin sebagai pendingin ruangan, pastikan tidak mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh bayi.

Baca juga: Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebabnya

2. Perhatikan Juga Pakaian Bayi

Bagi ibu yang menggunakan air conditioner sebagai pendingin ruangan, sebaiknya kenakan pakaian panjang yang menutupi lengan dan kaki pada bayi agar ia tidak kedinginan. Ibu mungkin juga perlu menambahkan selimut tipis dan kaus kaki berbahan katun tipis untuk menutupi kakinya untuk mencegahnya kedinginan.

Sedangkan bagi ibu yang menggunakan kipas angin, karena kipas angin tidak memberikan efek dingin secara menyeluruh seperti AC, maka ibu bisa memakaikan Si Kecil kaus tanpa lengan dengan celana pendek, atau kaus dalam dengan popok. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa lebih nyaman.

3. Servis Pendingin Ruangan Secara Berkala

Penting untuk menyervis AC atau kipas angin secara berkala untuk mendapatkan pendinginan yang bersih dan efisien. 

4. Jaga Kulit Bayi Tetap Lembap

Pendingin ruangan seperti AC dapat membuat kulit bayi menjadi kering. Karena itu, ibu perlu memandikannya. Ibu juga dapat mengoleskan baby oil di setiap lubang hidung untuk membantu mencegah perdarahan pada hidung yang disebabkan karena saluran hidung yang kering. Namun, bicarakanlah dulu dengan dokter anak sebelum mengoleskan minyak ke lubang hidung bayi.

5. Jangan Bawa Bayi Ke Tempat yang Panas Segera Setelah Meninggalkan Ruangan Ber-AC

Perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan bayi sakit. Jadi sebaiknya, matikan dulu AC dan beri ia waktu untuk terbiasa dengan suhu luar.

Baca juga: Pakai Kipas Angin Saat Udara Panas, Hati-Hati Heat Stroke

Nah, itulah tips memasang pendingin ruangan untuk bayi. Bila Si Kecil sakit, gunakan saja aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2020. Is using an air conditioner (AC) or cooler safe with a newborn?