Ad Placeholder Image

Mastitis: Radang Payudara, Gejala dan Cara Atasi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Mastitis: Penyakit Radang Payudara, Wajib Tahu!

Mastitis: Radang Payudara, Gejala dan Cara AtasiMastitis: Radang Payudara, Gejala dan Cara Atasi

Apa Itu Mastitis? Memahami Penyakit Peradangan Payudara

Mastitis adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang seringkali disertai infeksi. Penyakit ini umumnya terjadi pada ibu menyusui, dikenal sebagai mastitis laktasi. Namun, mastitis juga bisa dialami oleh wanita yang tidak menyusui atau bahkan pria.

Kondisi ini menyebabkan payudara membengkak, menjadi merah, terasa panas, nyeri, dan mengeras. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah demam. Penanganan mastitis perlu dilakukan segera karena dapat berkembang menjadi abses, yaitu kumpulan nanah di dalam payudara.

Definisi Mastitis: Penyakit Radang Payudara

Mastitis merupakan peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Peradangan ini dapat menyebabkan rasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan peningkatan suhu pada payudara.

Sebagian besar kasus mastitis terkait dengan masa menyusui karena adanya penyumbatan saluran ASI atau infeksi bakteri. Namun, jenis mastitis non-laktasi juga bisa terjadi pada individu yang tidak sedang menyusui.

Gejala Mastitis yang Perlu Diwaspadai

Gejala mastitis dapat muncul secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Mengenali tanda-tandanya adalah langkah penting untuk penanganan dini.

  • Payudara terasa nyeri atau sakit saat disentuh.
  • Payudara bengkak dan membesar.
  • Terjadi kemerahan pada area kulit payudara, seringkali dalam pola baji.
  • Payudara terasa panas dan hangat.
  • Adanya benjolan atau area yang mengeras pada payudara.
  • Mungkin disertai demam dan menggigil.
  • Perasaan tidak enak badan atau kelelahan.
  • Rasa terbakar saat menyusui (pada ibu menyusui).

Penyebab Utama Terjadinya Mastitis

Penyebab mastitis umumnya melibatkan dua faktor utama, yaitu saluran ASI tersumbat dan infeksi bakteri. Pemahaman mengenai penyebab ini krusial untuk pencegahan dan pengobatan.

Saluran ASI Tersumbat

ASI yang tidak dikeluarkan sepenuhnya dari payudara dapat menumpuk dan menyebabkan penyumbatan. Penumpukan ini memicu peradangan pada jaringan payudara.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat antara lain pelekatan bayi yang kurang baik saat menyusu, jadwal menyusu yang tidak teratur, atau penggunaan bra yang terlalu ketat sehingga menekan saluran ASI.

Infeksi Bakteri

Bakteri dari permukaan kulit atau dari mulut bayi dapat masuk ke dalam payudara melalui puting yang lecet atau retak. Setelah masuk, bakteri ini berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Infeksi bakteri seringkali terjadi bersamaan dengan saluran ASI yang tersumbat, memperburuk kondisi peradangan.

Pengobatan Mastitis

Penanganan mastitis harus dilakukan dengan tepat dan cepat untuk mencegah komplikasi serius seperti abses payudara. Dokter akan menentukan jenis pengobatan berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan mastitis.

  • **Antibiotik:** Jika mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Penting untuk menghabiskan seluruh dosis antibiotik sesuai anjuran.
  • **Obat Pereda Nyeri:** Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti ibuprofen dapat diresepkan untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
  • **Manajemen Menyusui:** Pada ibu menyusui, penting untuk terus menyusui atau memerah ASI secara teratur dari payudara yang terkena. Ini membantu melancarkan saluran ASI dan mencegah penumpukan ASI.
  • **Kompres Hangat:** Kompres hangat pada payudara dapat membantu mengurangi nyeri dan melancarkan aliran ASI.
  • **Istirahat Cukup:** Istirahat yang cukup mendukung proses pemulihan tubuh.

Pencegahan Mastitis

Mencegah mastitis sangat mungkin dilakukan, terutama pada ibu menyusui. Beberapa langkah pencegahan yang efektif meliputi:

  • Pastikan pelekatan bayi saat menyusu sudah benar.
  • Sering menyusui bayi atau memerah ASI secara teratur untuk mengosongkan payudara sepenuhnya.
  • Hindari jeda waktu yang terlalu lama antara sesi menyusui.
  • Gunakan bra yang nyaman dan tidak terlalu ketat.
  • Variasikan posisi menyusui untuk memastikan semua area payudara terkuras dengan baik.
  • Jaga kebersihan puting payudara.
  • Segera obati puting yang lecet atau retak.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala mastitis, penting untuk segera mencari bantuan medis. Penanganan dini dapat mencegah kondisi memburuk dan komplikasi serius seperti abses.

Jangan menunda konsultasi dengan dokter jika merasakan nyeri parah, demam tinggi, atau gejala tidak membaik setelah beberapa hari. Terutama jika muncul benjolan atau area yang mengeras pada payudara.

Kesimpulan

Mastitis adalah peradangan payudara yang membutuhkan perhatian medis. Mengenali gejala dan penyebabnya merupakan langkah awal untuk penanganan yang tepat.

Jika mengalami gejala mastitis, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat mencari dokter spesialis atau layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang akurat dan terpersonalisasi.