Pahami Mastitis TB: Bukan Kanker, Ini Pengobatannya

Apa Itu Mastitis TB?
Mastitis TB adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini merupakan agen penyebab penyakit tuberkulosis (TBC). Mastitis TB termasuk dalam kategori TBC ekstra paru yang tergolong langka. Kondisi ini seringkali menimbulkan tantangan dalam diagnosis karena gejala klinisnya yang mirip dengan kanker payudara atau abses payudara biasa.
Gejala Mastitis TB yang Perlu Diwaspadai
Mengenali gejala mastitis TB sejak dini dapat membantu mempercepat proses diagnosis dan penanganan. Gejala yang muncul seringkali tidak spesifik, sehingga menyerupai penyakit payudara lainnya. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat terjadi:
- Benjolan pada Payudara: Teraba benjolan yang bisa tunggal atau multiple, terkadang disertai nyeri tekan.
- Nyeri Payudara: Rasa nyeri pada payudara yang bisa bervariasi intensitasnya.
- Kemerahan dan Pembengkakan: Area payudara yang terinfeksi dapat terlihat merah dan bengkak akibat peradangan.
- Pelebaran Kulit (Edema): Kulit di sekitar benjolan bisa tampak menebal atau berkerut, mirip kulit jeruk (peau d’orange), mirip gejala kanker payudara.
- Fistula atau Luka Terbuka: Pada kasus yang lebih lanjut, bisa terbentuk saluran nanah (fistula) yang pecah ke permukaan kulit, mengeluarkan cairan.
- Pembesaran Kelenjar Getah Bening: Kelenjar getah bening di area ketiak dapat membengkak.
- Gejala Sistemik TBC: Beberapa penderita mungkin juga mengalami gejala TBC secara umum seperti demam ringan, penurunan berat badan, keringat malam, dan kelelahan.
Kemiripan gejala dengan kondisi serius seperti kanker payudara membuat pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis menjadi krusial.
Penyebab Mastitis TB
Penyebab utama mastitis TB adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat masuk ke jaringan payudara melalui beberapa cara:
- Penyebaran dari TBC Paru: Infeksi TBC pada paru-paru dapat menyebar ke payudara melalui aliran darah atau sistem limfatik. Ini adalah jalur penyebaran yang paling umum.
- Infeksi Primer di Payudara: Meskipun jarang, bakteri dapat menginfeksi payudara secara langsung melalui luka terbuka pada kulit payudara atau puting.
- Penyebaran Langsung: Dalam beberapa kasus, infeksi dapat menyebar dari kelenjar getah bening di ketiak yang terinfeksi TBC ke jaringan payudara terdekat.
Faktor risiko seperti riwayat TBC sebelumnya, sistem kekebalan tubuh yang lemah (misalnya pada penderita HIV/AIDS atau yang menjalani imunosupresan), dan kontak erat dengan penderita TBC aktif dapat meningkatkan risiko terjadinya mastitis TB.
Diagnosis Mastitis TB
Mengingat kemiripan gejala dengan kanker payudara dan abses, diagnosis mastitis TB memerlukan pendekatan yang cermat. Beberapa metode diagnostik yang umum digunakan meliputi:
- Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa payudara untuk mengetahui adanya benjolan, perubahan kulit, atau pembengkakan kelenjar getah bening.
- Pencitraan: Mammografi, ultrasonografi (USG) payudara, dan MRI dapat membantu membedakan mastitis TB dari kondisi lain, meskipun seringkali tidak spesifik.
- Biopsi Jaringan Payudara: Pengambilan sampel jaringan dari benjolan payudara untuk dianalisis di laboratorium. Ini adalah metode paling definitif untuk memastikan keberadaan bakteri Mycobacterium tuberculosis atau sel radang granulomatosa yang khas.
- Tes Mikrobiologi: Sampel jaringan atau cairan dari abses dapat diperiksa untuk kultur bakteri TBC dan tes sensitivitas obat.
- Tes Cepat Molekuler (TCM): Dapat mendeteksi DNA bakteri TBC secara cepat.
Diagnosis yang akurat sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat dan menghindari kesalahan diagnosis dengan kanker.
Pengobatan Mastitis TB
Pengobatan mastitis TB dilakukan dengan terapi obat anti-TBC (OAT). Protokol pengobatan standar yang digunakan untuk TBC paru juga diterapkan untuk TBC ekstra paru, termasuk mastitis TB. Durasi pengobatan umumnya berlangsung selama beberapa bulan, biasanya 6 hingga 9 bulan, tergantung pada respons pasien dan jenis obat yang digunakan.
- Fase Intensif: Biasanya berlangsung selama 2 bulan pertama dengan kombinasi beberapa jenis obat anti-TBC (misalnya Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol).
- Fase Lanjutan: Melanjutkan pengobatan selama 4-7 bulan berikutnya dengan kombinasi obat yang lebih sedikit (misalnya Rifampisin dan Isoniazid).
Penting bagi pasien untuk mematuhi jadwal minum obat secara teratur dan menyelesaikan seluruh durasi pengobatan, meskipun gejala sudah membaik. Penghentian pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan resistensi obat dan kekambuhan infeksi.
Pencegahan Mastitis TB
Pencegahan mastitis TB pada dasarnya melibatkan langkah-langkah pencegahan TBC secara umum. Beberapa cara untuk mengurangi risiko meliputi:
- Vaksinasi BCG: Vaksin ini direkomendasikan untuk anak-anak untuk mencegah bentuk TBC yang parah.
- Hindari Kontak dengan Penderita TBC Aktif: Meminimalkan paparan terhadap orang yang menderita TBC paru aktif.
- Gaya Hidup Sehat: Menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat melalui nutrisi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
- Deteksi dan Pengobatan Dini TBC: Segera mencari pertolongan medis jika ada gejala TBC agar infeksi tidak menyebar ke organ lain.
- Lingkungan Bersih: Memastikan sirkulasi udara yang baik di rumah dan tempat kerja.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika terdeteksi adanya benjolan, nyeri, kemerahan, atau perubahan lain pada payudara, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat dapat memastikan penanganan yang efektif. Melalui platform Halodoc, tersedia kemudahan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis secara daring, membuat janji temu, serta mendapatkan informasi medis terpercaya mengenai kondisi kesehatan.



