Ad Placeholder Image

Mata Anak Berdarah: Tenang, Ini Penyebab dan Penanganan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   02 April 2026

Mata Anak Berdarah: Umumnya Tak Bahaya, Kapan Periksa?

Mata Anak Berdarah: Tenang, Ini Penyebab dan PenangananMata Anak Berdarah: Tenang, Ini Penyebab dan Penanganan

Mata Anak Berdarah: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Mengenai Perdarahan Subkonjungtiva

Melihat mata anak berdarah tentu bisa menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan bagi setiap orang tua. Kondisi ini, yang dalam istilah medis dikenal sebagai perdarahan subkonjungtiva, seringkali terlihat lebih menakutkan daripada kenyataannya. Umumnya, mata anak berdarah terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di permukaan mata. Artikel ini akan membahas secara detail penyebab, penanganan di rumah, dan kapan saatnya membawa anak ke dokter mata, agar orang tua dapat memahami dan mengambil tindakan yang tepat.

Apa Itu Mata Anak Berdarah (Perdarahan Subkonjungtiva)?

Mata anak berdarah atau perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi di mana terdapat bercak darah merah terang di bagian putih mata. Bercak darah ini muncul karena salah satu pembuluh darah kecil yang melapisi bagian putih mata (konjungtiva) pecah. Konjungtiva adalah selaput tipis transparan yang menutupi bagian depan mata dan bagian dalam kelopak mata.

Karena konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, darah akan terjebak di bawahnya. Meskipun terlihat merah mencolok dan seringkali mengejutkan, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Penglihatan anak juga umumnya tidak terpengaruh. Bercak darah ini seringkali akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 minggu.

Mengapa Mata Anak Berdarah? Penyebab Umum yang Perlu Diketahui

Perdarahan pada mata anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari hal ringan hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis. Kebanyakan kasus mata anak berdarah tidak disebabkan oleh masalah serius. Pemahaman akan penyebabnya dapat membantu orang tua dalam mengidentifikasi situasi dan mengambil langkah yang tepat.

Berikut adalah penyebab umum mata anak berdarah:

  • Cedera Ringan atau Trauma: Benturan ringan pada mata, misalnya saat anak bermain atau terjatuh, dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Meskipun seringkali tidak disengaja, trauma fisik sekecil apapun bisa memicu kondisi ini.
  • Tekanan Tinggi di Kepala atau Dada: Aktivitas yang meningkatkan tekanan di area kepala dapat menyebabkan pembuluh darah halus pecah.
    • Batuk atau bersin keras dan berulang.
    • Muntah yang kuat.
    • Mengejan terlalu kuat, misalnya saat buang air besar.
  • Gesekan Fisik pada Mata: Mengucek mata terlalu keras, terutama pada anak-anak yang memiliki kebiasaan tersebut, dapat merusak pembuluh darah kecil. Sensasi gatal akibat alergi juga sering memicu anak mengucek mata.
  • Infeksi atau Alergi Mata: Kondisi ini dapat menyebabkan mata menjadi merah dan teriritasi. Meskipun bukan penyebab langsung perdarahan, peradangan yang terjadi bisa melemahkan pembuluh darah, atau anak akan mengucek mata lebih sering.
  • Kekurangan Vitamin C: Vitamin C penting untuk menjaga kekuatan dinding pembuluh darah. Kekurangan vitamin C dapat membuat pembuluh darah lebih rapuh dan mudah pecah, meskipun kasus ini tidak terlalu umum.

Penanganan Awal Mata Anak Berdarah di Rumah

Ketika mata anak berdarah tanpa adanya gejala serius lainnya, beberapa langkah penanganan di rumah dapat dilakukan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketidaknyamanan dan membantu proses penyembuhan alami. Penting untuk selalu memastikan kebersihan saat melakukan penanganan ini.

Berikut adalah penanganan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Kompres Dingin: Gunakan kain bersih atau handuk kecil yang sudah direndam air dingin. Peras kelebihan airnya, lalu tempelkan lembut pada kelopak mata anak selama 5-10 menit. Ini dapat membantu meredakan kemerahan dan mengurangi pembengkakan jika ada.
  • Hindari Mengucek Mata: Pastikan anak tidak mengucek atau menyentuh mata yang merah. Mengucek dapat memperburuk perdarahan atau menyebabkan infeksi jika tangan tidak bersih. Berikan pemahaman kepada anak untuk tidak menyentuh mata.
  • Jangan Memberikan Obat Tetes Tanpa Resep: Hindari memberikan obat tetes mata apapun tanpa saran atau resep dari dokter. Obat tetes mata tertentu mungkin tidak sesuai dan justru dapat memperburuk kondisi atau menutupi gejala penting.

Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter Mata?

Meskipun mata anak berdarah seringkali tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Orang tua perlu waspada terhadap gejala-gejala tertentu yang menunjukkan adanya masalah yang lebih serius. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika salah satu tanda berikut muncul.

Segera periksakan anak ke dokter mata jika:

  • Anak Merasa Nyeri Hebat pada Mata: Jika perdarahan disertai rasa sakit yang signifikan, ini bisa menjadi tanda kondisi lain yang lebih serius. Perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak nyeri.
  • Penglihatan Anak Terganggu (Kabur): Jika penglihatan anak menjadi kabur, berbayang, atau ada perubahan lain pada kemampuan melihatnya, ini memerlukan evaluasi segera. Perdarahan subkonjungtiva tidak memengaruhi penglihatan.
  • Mata Mengeluarkan Banyak Cairan atau Nanah: Keluarnya cairan berlebihan, terutama jika berwarna kuning atau hijau, menunjukkan kemungkinan infeksi. Ini perlu penanganan medis.
  • Darah Menetap Lebih dari 1-2 Minggu: Meskipun perdarahan dapat berlangsung hingga 3 minggu, jika setelah 2 minggu bercak darah tidak menunjukkan tanda-tanda memudar, konsultasi dengan dokter diperlukan.
  • Pendarahan Terjadi Akibat Benturan Keras atau Trauma Serius: Trauma yang signifikan pada mata atau kepala memerlukan pemeriksaan menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan kerusakan internal.
  • Mata Berdarah Berulang: Jika perdarahan terjadi secara berulang tanpa alasan yang jelas, ini mungkin mengindikasikan masalah kesehatan yang mendasari.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mata anak berdarah atau perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, penting bagi orang tua untuk tetap waspada dan memahami penyebab serta tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis. Pemantauan cermat dan penanganan awal yang tepat di rumah dapat membantu anak melewati masa penyembuhan.

Jika kondisi mata anak mengkhawatirkan, timbul gejala nyeri, gangguan penglihatan, atau perdarahan tidak membaik dalam dua minggu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui Halodoc, orang tua dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis mata terpercaya. Halodoc juga menyediakan layanan konsultasi medis online yang memungkinkan orang tua berbicara dengan dokter dari mana saja, serta fitur untuk membeli obat atau suplemen yang direkomendasikan dokter dan diantar langsung ke rumah. Prioritaskan kesehatan mata anak dengan penanganan yang cepat dan tepat.

Disclaimer: Informasi ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan anak kepada tenaga medis atau dokter yang berkompeten.