Ad Placeholder Image

Mata Bayi Berair? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Mata Bayi Berair? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya

Mata Bayi Berair? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!Mata Bayi Berair? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

DAFTAR ISI


Sebagai orang tua baru, melihat mata bayi berair terus-menerus meskipun ia sedang tidak menangis tentu bisa memicu rasa khawatir. Kondisi ini, yang dalam istilah medis dikenal sebagai epiphora, sebenarnya merupakan keluhan yang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Air mata yang seharusnya mengalir dan mengering secara alami justru menumpuk di area kelopak mata, membuat mata Si Kecil tampak basah, berkaca-kaca, atau bahkan sesekali mengeluarkan kotoran ringan.

Pada sebagian besar kasus, mata bayi berair bukanlah kondisi yang berbahaya atau mengancam penglihatannya. Penyebab paling umum adalah saluran air mata yang belum berkembang secara sempurna atau mengalami sumbatan ringan (obstruksi duktus nasolakrimalis bawaan). Walau begitu, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian khusus dari ibu dan ayah. Jika tidak dibersihkan dengan cara yang benar, genangan air mata ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, yang pada akhirnya memicu infeksi sekunder seperti konjungtivitis atau mata merah.

Menjaga kebersihan area mata secara teratur adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi sekaligus mempercepat pemulihan saluran air mata bayi yang tersumbat. Mengingat area mata bayi masih sangat sensitif dan rentan, kamu tidak disarankan untuk memberikan obat tetes mata sembarangan tanpa resep dokter. Penanganan pertama yang paling aman di rumah adalah dengan rutin membersihkan area matanya menggunakan cairan steril dan kapas atau kasa khusus yang lembut.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kebersihan dan perawatan untuk mengatasi mata bayi berair dengan aman di rumah? Berikut ulasannya yang bisa kamu jadikan referensi utama!

Rekomendasi Produk Kebersihan Mata Bayi yang Aman

Karena anatomi mata bayi masih sangat rapuh, pastikan kamu menggunakan produk-produk medis standar (alat kesehatan dan cairan steril) yang bebas dari bahan kimia keras atau pengawet berbahaya. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang tepat untuk membersihkan mata bayi berair:

1. Otsu-NS NaCl 0.9% 500 ml

Otsu-NS NaCl 0.9% adalah cairan infus steril yang mengandung Natrium Klorida (garam) dengan konsentrasi yang persis menyerupai cairan alami tubuh manusia. Cairan ini tidak mengandung pengawet, sehingga sangat aman digunakan untuk membilas dan membersihkan area luar mata bayi yang berair atau kotor tanpa menimbulkan rasa perih.

Manfaat utamanya adalah untuk melunakkan kotoran mata (belek) yang mengering serta membersihkan sisa air mata yang menggenang, sehingga mencegah terjadinya infeksi bakteri pada area kelopak dan sudut mata bayi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan secukupnya saat membersihkan mata bayi.
  • Tuangkan cairan NaCl pada kapas steril atau kasa, lalu usapkan dengan lembut dari sudut mata bagian dalam (dekat hidung) ke arah luar.
  • Cairan ini hanya untuk pembersihan luar, bukan untuk diteteskan langsung secara terus-menerus layaknya obat tetes mata medis tanpa anjuran dokter.

Produk ini termasuk golongan obat bebas dan alat kesehatan. Perhatikan batas waktu penyimpanan setelah botol dibuka (idealnya tidak lebih dari 24-48 jam jika digunakan untuk area steril seperti mata, simpan dengan baik sesuai petunjuk kemasan).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Otsu-NS NaCl 0.9% 500 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Kasa Steril Darma Husada 16×16 cm 10 Lembar

Kasa Steril Darma Husada adalah perban kasa yang telah melalui proses sterilisasi sehingga bebas dari mikroorganisme, bakteri, dan debu. Berbeda dengan tisu biasa yang rentan meninggalkan serat di area mata, kasa steril memiliki tenunan yang kuat namun lembut saat diaplikasikan pada kulit bayi.

Manfaat spesifik dari produk ini adalah untuk mengusap kotoran dan cairan berlebih pada mata bayi dengan tingkat kehigienisan maksimal. Risiko terjadinya iritasi akibat gesekan atau kontaminasi kuman dari luar dapat ditekan secara signifikan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan 1 lembar kasa untuk 1 kali usapan pada satu mata. Jangan gunakan kasa yang sama untuk mata yang sebelahnya guna menghindari penularan infeksi silang (cross-infection).
  • Basahi kasa dengan cairan NaCl 0.9% atau air hangat yang sudah dimasak (air matang) sebelum mengusap mata bayi.

Produk ini merupakan alat kesehatan habis pakai. Pastikan mengambil kasa dengan tangan yang sudah dicuci bersih dengan sabun.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Kasa Steril Darma Husada 16×16 cm 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

3. Selection Kapas Bulat 80 g

Bagi ibu yang menginginkan tekstur yang ekstra empuk, Selection Kapas Bulat bisa menjadi alternatif pilihan. Kapas ini terbuat dari 100% kapas murni tanpa campuran bahan pemutih sintetis atau merkuri, serta diformulasikan agar tidak mudah robek atau meninggalkan serabut kapas yang bisa masuk ke mata bayi.

Kapas bulat memiliki ukuran yang pas untuk dipegang dengan dua jari, memudahkan ibu mengontrol tekanan saat membersihkan mata mungil Si Kecil yang sering berair.

Dosis dan aturan pakai:

  • Gunakan kapas yang berbeda untuk setiap mata (satu kapas untuk mata kanan, satu kapas baru untuk mata kiri).
  • Basahi dengan larutan pembersih mata yang aman atau air hangat steril. Jangan menggosok mata, cukup usap searah dengan lembut.

Produk ini tergolong alat kebersihan bebas. Simpan kapas di tempat yang kering dan tertutup rapat agar tidak terpapar debu ruangan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Selection Kapas Bulat 80 g di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Infeksi pada Mata Bayi Berair
  1. Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum maupun sesudah menyentuh area wajah dan mata bayi.
  2. Usap mata hanya dari arah dalam (dekat pangkal hidung) ke arah luar pipi untuk mencegah kotoran masuk kembali ke saluran air mata.
  3. Ganti sarung bantal, sprei, dan handuk bayi secara rutin agar terbebas dari debu dan bakteri.
  4. Gunting dan jaga kuku bayi agar tetap pendek supaya ia tidak secara tidak sengaja menggaruk matanya sendiri.

Penyebab Utama Mata Bayi Berair

1. Saluran Air Mata Tersumbat (Dacryostenosis)

Inilah penyebab paling dominan mengapa mata bayi sering tampak basah. Pada orang dewasa, air mata diproduksi oleh kelenjar lakrimal dan dialirkan keluar melalui lubang kecil di sudut mata menuju ke hidung (duktus nasolakrimalis). Namun, pada sekitar 6-20% bayi baru lahir, katup di ujung saluran ini (katup Hasner) belum terbuka dengan sempurna. Akibatnya, air mata tidak bisa mengalir turun ke rongga hidung, sehingga meluap dan menggenang di permukaan mata serta membasahi pipi. Saluran yang tersumbat ini biasanya akan terbuka dengan sendirinya seiring bertambahnya usia, umumnya sebelum bayi berusia 1 tahun.

2. Konjungtivitis (Mata Merah / Pink Eye)

Bila mata yang berair disertai dengan kemerahan pada bagian putih mata (sklera) dan keluarnya kotoran mata berwarna kuning atau hijau (purulen), bayi mungkin mengalami konjungtivitis. Konjungtivitis pada bayi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau bahkan reaksi kimia dari obat tetes mata profilaksis yang diberikan segera setelah proses persalinan. Jika penyebabnya adalah bakteri, mata bayi sering kali tampak lengket dan sulit dibuka setelah ia bangun tidur karena penumpukan nanah atau kotoran. Kondisi ini memerlukan evaluasi lebih lanjut karena dokter mungkin perlu meresepkan salep antibiotik khusus mata bayi.

3. Alergi atau Iritasi Lingkungan

Meskipun lebih jarang terjadi pada bayi yang sangat kecil, alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau asap rokok bisa menyebabkan mata berair. Ciri khas mata berair akibat alergi adalah bayi tampak sering mengucek matanya karena gatal, dan hidungnya mungkin ikut berair atau bersin-bersin. Paparan polusi, asap, atau penggunaan produk bayi dengan aroma menyengat (seperti parfum atau lotion tertentu) juga bisa bertindak sebagai iritan yang merangsang kelenjar air mata untuk memproduksi cairan lebih banyak sebagai mekanisme perlindungan.

Cara Membersihkan dan Merawat Mata Bayi di Rumah

1. Pembersihan Rutin yang Higienis

Langkah paling mendasar adalah menjaga kebersihan area mata. Jangan biarkan air mata atau kotoran menumpuk dan mengering. Gunakan kapas bulat atau kasa steril yang telah dibasahi dengan NaCl 0.9% atau air hangat yang sudah matang. Hindari penggunaan air keran secara langsung karena mungkin mengandung mineral atau bakteri. Lakukan pembersihan secara lembut tanpa memberikan tekanan kuat pada bola mata bayi. Jika kotoran sudah mengeras, kompres sejenak dengan kapas basah hangat selama beberapa detik agar kotoran melunak, baru usap dengan perlahan.

2. Pijat Saluran Air Mata (Pijat Crigler)

Jika dokter telah mengonfirmasi bahwa penyebabnya adalah sumbatan saluran air mata bawaan, kamu mungkin akan diajarkan cara melakukan pijatan khusus yang disebut pijat Crigler. Teknik ini bertujuan untuk memberikan tekanan hidrostatik guna merobek membran yang menyumbat katup saluran air mata. Caranya, cuci tanganmu hingga bersih, lalu gunakan ujung jari telunjuk untuk menekan perlahan area di sudut dalam mata bayi (dekat pangkal hidung). Lakukan gerakan memijat ke arah bawah menuju cuping hidung. Ulangi gerakan ini 5 hingga 10 kali, dan lakukan rutinitas ini sekitar 3-4 kali sehari, misalnya saat bayi sedang menyusu atau setelah mandi. Jika khawatir akan prosedurnya, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis anak agar bisa diajarkan teknik memijat yang aman dan presisi.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Meskipun saluran mata tersumbat umumnya bukan kasus darurat, ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang mengharuskan kamu untuk segera mencari pertolongan medis medis. Perhatikan gejala-gejala penyerta berikut ini:

  • Kotoran mata yang keluar sangat banyak, kental, dan berwarna kuning atau kehijauan.
  • Bagian putih mata bayi tampak sangat merah atau berdarah.
  • Kelopak mata tampak membengkak, kemerahan, atau terasa hangat saat disentuh (indikasi selulitis).
  • Bayi tampak sangat rewel, sering menangis kesakitan, dan menolak untuk menyusu.
  • Terlihat ada benjolan merah kebiruan yang menyakitkan di sudut dalam mata (dekat hidung), yang mengindikasikan dacryocystitis (infeksi parah pada kantung air mata).

Jika kamu menemui tanda-tanda di atas, penanganan mandiri tidak lagi cukup. Dokter spesialis anak atau spesialis mata (oftalmologis) mungkin perlu memberikan obat tetes mata antibiotik atau melakukan prosedur “probing” (memasukkan alat kecil seperti kawat steril untuk membuka saluran yang tersumbat) jika sumbatan tidak kunjung hilang hingga bayi berusia lebih dari 12 bulan. Sementara itu, untuk menjaga kebersihan sehari-hari sebelum jadwal kunjungan dokter, ibu bisa beli produk kesehatan online di Halodoc secara cepat dan praktis.

Studi Terkait Mengenai Obstruksi Saluran Air Mata

American Academy of Pediatrics (AAP) menerbitkan pedoman penanganan klinis yang menjelaskan bahwa observasi konservatif dipadukan dengan teknik pijatan hidung (Crigler massage) sangat direkomendasikan sebagai penanganan lini pertama untuk bayi dengan mata berair akibat obstruksi duktus nasolakrimalis.

Dalam studinya, ditemukan bahwa lebih dari 90% kasus saluran air mata tersumbat pada bayi akan sembuh atau terbuka secara spontan sebelum bayi mencapai usia satu tahun. Oleh karena itu, intervensi bedah atau prosedur probing jarang disarankan sebelum usia tersebut, kecuali jika bayi mengalami infeksi berulang yang membahayakan (dacryocystitis) atau gejala sangat parah dan tidak merespons pengobatan antibiotik topikal standar.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Kesehatan mata anak merupakan jendela awal untuk masa depan perkembangannya. Oleh karena itu, sekecil apapun gejalanya, perhatian ekstra dari orang tua sangatlah dibutuhkan. Bila kondisi mata bayi berair terus berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera diskusikan masalah tersebut dengan tenaga profesional.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan produk kesehatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi kesehatan terpercaya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Blocked Tear Duct in Infants.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Blocked tear duct – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Dacryostenosis (Blocked Tear Duct).
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Congenital Nasolacrimal Duct Obstruction.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Neonatal eye care guidelines.

FAQ

1. Apakah ASI (Air Susu Ibu) aman diteteskan ke mata bayi yang berair?

Meneteskan ASI langsung ke dalam mata bayi sangat tidak disarankan secara medis. Meski ASI mengandung antibodi yang baik untuk pencernaan, meneteskannya ke mata tidak steril dan berisiko memicu pertumbuhan bakteri, yang justru dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan infeksi kornea.

2. Sampai umur berapa mata bayi berair dianggap normal?

Sebagian besar kasus sumbatan saluran air mata ringan pada bayi dapat sembuh dan terbuka dengan sendirinya pada usia 6 hingga 12 bulan. Jika lebih dari usia 1 tahun mata anak masih terus berair, intervensi medis mungkin diperlukan.

3. Bisakah debu menyebabkan mata bayi berair terus-menerus?

Bisa. Debu, asap rokok, polusi, atau bulu binatang dapat bertindak sebagai alergen atau iritan. Hal ini akan memicu kelenjar mata memproduksi air mata ekstra sebagai upaya untuk “membilas” partikel asing tersebut keluar dari bola mata.

4. Apakah mata bayi yang berair membuat penglihatannya menjadi kabur permanen?

Pada kasus penyumbatan saluran air mata (dacryostenosis) tanpa komplikasi, kondisi ini tidak memengaruhi ketajaman penglihatan bayi sama sekali. Penglihatan bayi akan tetap normal, asalkan tidak terjadi infeksi parah yang merusak lapisan kornea matanya.