Ad Placeholder Image

Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Ketahui Penyebabnya Yuk!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Maret 2026

Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Normal atau Bahaya?

Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Ketahui Penyebabnya Yuk!Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Ketahui Penyebabnya Yuk!

Melihat bagian putih mata bayi tampak kemerahan tentu dapat menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orang tua. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang ringan dan dapat sembuh sendiri hingga indikasi adanya infeksi yang memerlukan penanganan medis segera. Pemahaman mengenai penyebab dan gejala yang menyertai sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat dan efektif. Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai penyebab, gejala, kapan harus ke dokter, serta langkah perawatan awal yang bisa dilakukan di rumah.

Apa Itu Mata Bayi Merah di Bagian Putih?

Mata bayi merah di bagian putihnya, atau yang disebut sklera, adalah kondisi ketika pembuluh darah kecil di permukaan mata melebar atau pecah. Sklera yang biasanya berwarna putih bersih menjadi tampak kemerahan, bisa berupa bercak darah yang jelas atau hanya rona merah merata. Kondisi ini sering kali menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, terutama bagi orang tua baru, karena mata bayi merupakan organ yang sangat sensitif dan penting untuk perkembangan penglihatannya.

Perubahan warna pada sklera bayi bisa menjadi tanda berbagai kondisi kesehatan. Beberapa penyebab mungkin tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi, sementara yang lain mungkin memerlukan perhatian medis yang cepat. Oleh karena itu, mengenali perbedaan antara kondisi yang normal dan yang serius sangat krusial untuk memastikan kesehatan mata bayi tetap terjaga.

Penyebab Mata Bayi Merah di Bagian Putih

Ada beberapa alasan mengapa mata bayi terlihat merah di bagian putihnya. Memahami penyebab-penyebab ini akan membantu orang tua menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil.

  • Perdarahan Subkonjungtiva

    Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika salah satu pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva (selaput bening yang melapisi bagian putih mata) pecah. Hal ini menyebabkan bercak merah cerah di sklera. Pada bayi, kondisi ini sering kali disebabkan oleh tekanan saat persalinan normal, batuk kuat, mengejan saat buang air besar, atau menangis berlebihan. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak berbahaya dan tidak menyebabkan rasa sakit. Umumnya, bercak merah ini akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 minggu seiring diserapnya darah oleh tubuh.

  • Konjungtivitis (Mata Merah)

    Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, lapisan tipis yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi. Pada bayi, konjungtivitis virus seringkali disertai gejala flu. Konjungtivitis bakteri dapat menyebabkan keluarnya cairan kental seperti nanah. Sementara konjungtivitis alergi dipicu oleh paparan alergen seperti debu atau serbuk sari, dan biasanya disertai gatal. Mata bayi yang mengalami konjungtivitis akan terlihat merah, bengkak, berair, dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini memerlukan penanganan dokter, terutama jika disebabkan oleh bakteri atau virus.

  • Iritasi Mata

    Mata bayi sangat sensitif dan mudah teriritasi oleh faktor eksternal. Debu, asap, bulu hewan peliharaan, sabun, sampo, atau produk bayi tertentu yang masuk ke mata dapat menyebabkan mata menjadi merah. Iritasi ini biasanya bersifat sementara dan akan mereda setelah penyebab iritasi dihilangkan. Gejala yang timbul bisa berupa mata merah ringan, sedikit berair, dan bayi mungkin tampak menggosok matanya. Penting untuk menjaga kebersihan lingkungan bayi dan hati-hati saat menggunakan produk di sekitar area mata.

  • Flu atau Infeksi Lain

    Infeksi virus seperti flu atau pilek pada bayi juga dapat memicu mata merah. Virus yang menyerang saluran pernapasan atas terkadang dapat menyebar ke mata, menyebabkan peradangan ringan pada konjungtiva. Mata merah akibat flu biasanya disertai gejala lain seperti demam, hidung meler, batuk, dan bayi mungkin tampak tidak nyaman. Dalam kasus ini, mata merah adalah salah satu gejala dari kondisi yang lebih luas dan akan membaik seiring dengan pulihnya bayi dari flu.

Gejala yang Menyertai Mata Bayi Merah

Tanda dan gejala yang menyertai mata bayi merah dapat memberikan petunjuk penting mengenai penyebabnya. Mengamati gejala-gejala ini sangat membantu saat berkonsultasi dengan dokter.

  • Mata berair lebih banyak dari biasanya.
  • Keluarnya cairan tidak biasa dari mata, seperti nanah atau lendir kuning kehijauan.
  • Kelopak mata tampak merah dan bengkak.
  • Bayi sering menggosok matanya atau tampak gatal.
  • Bayi rewel, gelisah, atau tampak sangat kesakitan atau tidak nyaman.
  • Peka terhadap cahaya (fotofobia).
  • Demam atau gejala flu lainnya.
  • Bercak merah di mata yang bertambah besar atau tidak kunjung membaik.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun beberapa penyebab mata merah pada bayi tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang mengharuskan orang tua segera mencari pertolongan medis. Jangan menunda untuk memeriksakan bayi ke dokter jika:

  • Ada cairan tidak biasa (nanah atau lendir kental) keluar dari mata.
  • Kelopak mata tampak merah, bengkak, dan sulit dibuka.
  • Bayi tampak sangat kesakitan, rewel yang tidak biasa, atau menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman pada matanya.
  • Bercak merah di mata bertambah besar atau menyebar dengan cepat.
  • Gejala mata merah tidak membaik atau justru bertambah parah setelah beberapa hari.
  • Bayi mengalami demam tinggi, lesu, atau gejala penyakit lain yang mengkhawatirkan bersamaan dengan mata merah.
  • Mata merah terjadi pada bayi baru lahir (usia kurang dari 28 hari), karena bisa menjadi tanda infeksi serius.

Perawatan Awal di Rumah untuk Mata Bayi Merah

Sambil menunggu jadwal konsultasi dengan dokter, ada beberapa langkah perawatan awal yang dapat dilakukan di rumah untuk meringankan gejala dan menjaga kenyamanan bayi. Namun, perlu diingat bahwa langkah-langkah ini bukan pengganti diagnosis dan penanganan medis profesional.

  • Jaga Kebersihan

    Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh atau membersihkan area mata bayi. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Potong kuku bayi agar tetap pendek dan bersih untuk mencegahnya menggaruk mata dan menyebabkan iritasi atau cedera lebih lanjut.

  • Kompres Hangat

    Gunakan kain lembut atau kapas bersih yang dibasahi air hangat (bukan panas). Kompreskan dengan lembut pada mata bayi yang tertutup selama beberapa menit. Kompres hangat dapat membantu meringankan iritasi ringan, membersihkan kotoran yang menempel, atau melancarkan sumbatan pada saluran air mata jika ada.

  • Jaga Lingkungan

    Pastikan kamar bayi memiliki lingkungan yang bersih dan nyaman. Hindari ruangan yang terlalu berdebu, terlalu kering, atau terlalu dingin. Udara yang terlalu kering bisa membuat mata bayi kering dan teriritasi. Penggunaan pelembap udara (humidifier) dapat membantu jika udara di ruangan terlalu kering.

  • Hindari Iritan

    Jauhkan bayi dari paparan asap rokok, polusi udara, debu, atau produk kimia rumah tangga yang bisa memicu iritasi atau alergi. Perhatikan juga produk perawatan bayi seperti sabun atau sampo agar tidak masuk ke mata saat mandi.

Penanganan Medis untuk Mata Bayi Merah

Penanganan medis yang tepat untuk mata bayi merah sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan mata, dan mungkin bertanya mengenai riwayat kesehatan bayi serta gejala yang muncul.

Jika penyebabnya adalah perdarahan subkonjungtiva yang tidak berbahaya, dokter mungkin hanya akan memberikan edukasi dan jaminan bahwa kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya. Untuk konjungtivitis bakteri, dokter akan meresepkan tetes mata atau salep antibiotik. Jika disebabkan oleh virus, penanganan berfokus pada meredakan gejala, seperti membersihkan mata. Konjungtivitis alergi mungkin memerlukan tetes mata antihistamin.

Diagnosis yang akurat dari dokter sangat penting untuk memastikan bayi menerima pengobatan yang sesuai dan untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan. Jangan pernah mencoba mendiagnosis atau mengobati sendiri mata bayi dengan obat-obatan tanpa resep dokter.

Pencegahan Mata Merah pada Bayi

Meskipun tidak semua kondisi mata merah dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil orang tua untuk mengurangi risiko terjadinya mata merah pada bayi:

  • Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh bayi atau mata bayi.
  • Membersihkan area sekitar mata bayi dengan kapas bersih yang dibasahi air matang hangat secara lembut, terutama setelah bangun tidur.
  • Menghindari paparan asap rokok, debu, dan alergen lainnya.
  • Memastikan produk perawatan bayi seperti sabun atau sampo tidak masuk ke mata saat mandi.
  • Mencegah bayi menggaruk matanya dengan menjaga kuku tetap pendek.
  • Memastikan bayi mendapatkan imunisasi sesuai jadwal untuk mencegah infeksi virus dan bakteri tertentu.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mata bayi merah di bagian putih dapat menjadi kondisi yang normal dan sembuh dengan sendirinya, seperti perdarahan subkonjungtiva, atau bisa juga menjadi tanda infeksi seperti konjungtivitis yang memerlukan penanganan medis. Mengamati gejala penyerta seperti keluar cairan, bengkak, atau tanda ketidaknyamanan pada bayi adalah kunci untuk menentukan urgensi. Segera konsultasikan dengan dokter anak atau dokter spesialis mata jika terdapat gejala yang mengkhawatirkan atau jika kondisi mata merah tidak membaik.

Di Halodoc, orang tua dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau mata yang berpengalaman. Dokter Halodoc siap memberikan diagnosis yang akurat dan rekomendasi penanganan yang tepat sesuai kondisi bayi Anda, kapan pun dan di mana pun. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional demi kesehatan mata si kecil.