
Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Penyebab dan Kapan ke Dokter
Mata Bayi Merah di Bagian Putih: Kapan Harus Khawatir?

Melihat mata bayi merah di bagian putih tentu bisa membuat orang tua khawatir. Kondisi ini memang dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari yang ringan dan bisa sembuh sendiri, hingga kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala yang menyertai agar dapat mengambil langkah yang tepat.
Apa Itu Mata Bayi Merah di Bagian Putih?
Bagian putih mata, yang dikenal sebagai sklera, bisa tampak merah karena berbagai alasan. Kemerahan ini bisa disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah kecil di permukaan mata akibat iritasi, batuk, alergi, atau flu. Selain itu, pecahnya pembuluh darah kecil juga dapat menyebabkan bercak merah yang jelas pada sklera.
Dalam beberapa kasus, mata bayi merah di bagian putih juga dapat menjadi tanda infeksi, seperti konjungtivitis. Kondisi ini sering ditandai dengan peradangan pada selaput tipis yang melapisi mata (konjungtiva). Gejala lain seperti keluarnya cairan tidak biasa, bengkak, atau gatal sering menyertainya.
Penyebab Umum Mata Bayi Merah di Bagian Putih
Ada beberapa penyebab umum mengapa mata bayi terlihat merah pada bagian putihnya. Memahami penyebab ini dapat membantu orang tua dalam mengidentifikasi langkah selanjutnya.
Perdarahan Subkonjungtiva
Ini adalah kondisi di mana pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva pecah. Kondisi ini sering terjadi akibat tekanan kuat saat persalinan, bayi menangis kencang, batuk, atau mengejan. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, perdarahan subkonjungtiva biasanya tidak berbahaya.
Bercak merah yang muncul pada sklera ini akan menyerap dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 minggu tanpa perlu perawatan khusus. Perdarahan ini tidak menyebabkan rasa sakit atau gangguan penglihatan pada bayi.
Konjungtivitis (Mata Merah)
Konjungtivitis adalah peradangan pada lapisan tipis mata (konjungtiva). Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergi. Konjungtivitis adalah penyebab umum mata bayi merah di bagian putih, terutama pada bayi baru lahir hingga beberapa minggu setelahnya.
Gejala yang menyertai konjungtivitis meliputi mata merah, bengkak pada kelopak mata, mata berair, rasa gatal, dan sensitivitas terhadap cahaya. Terkadang, akan ada cairan seperti nanah atau lendir yang keluar dari mata.
Iritasi
Paparan terhadap iritan tertentu dapat memicu kemerahan pada mata bayi. Contoh iritan meliputi debu, asap rokok, polusi udara, atau bahkan produk bayi tertentu seperti sabun atau sampo yang tidak sengaja masuk ke mata.
Iritasi biasanya menyebabkan mata menjadi merah, sedikit berair, dan bayi mungkin akan mencoba mengucek matanya.
Flu
Infeksi virus flu juga bisa memicu gejala mata bayi merah di bagian putih. Ini merupakan bagian dari respons peradangan tubuh terhadap infeksi virus. Selain mata merah, bayi juga akan menunjukkan gejala flu lainnya seperti demam, batuk, atau pilek.
Kapan Harus ke Dokter Segera?
Meskipun beberapa penyebab mata merah pada bayi tidak berbahaya, ada situasi di mana konsultasi medis segera diperlukan. Orang tua harus waspada jika menemukan gejala berikut pada bayi:
- Ada cairan tidak biasa (nanah atau lendir) yang keluar dari mata bayi.
- Kelopak mata tampak merah dan bengkak secara signifikan.
- Bayi tampak sangat kesakitan, rewel, atau tidak nyaman.
- Bercak merah pada sklera bertambah besar atau menyebar.
- Gejala kemerahan mata tidak membaik atau justru bertambah parah setelah beberapa hari.
- Bayi menunjukkan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya.
Penanganan dan Perawatan Mata Bayi Merah di Bagian Putih
Penanganan mata bayi merah di bagian putih sangat bergantung pada penyebabnya. Diagnosis yang tepat dari dokter sangat penting untuk menghindari komplikasi.
Perawatan di Rumah (Sambil Menunggu Konsultasi Dokter)
Sementara menunggu jadwal konsultasi dengan dokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meringankan gejala dan menjaga kenyamanan bayi:
- Jaga Kebersihan. Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh atau merawat mata bayi. Potong kuku bayi agar pendek untuk mencegah goresan yang tidak disengaja jika bayi mengucek matanya.
- Kompres Hangat. Gunakan kain lembut yang dibasahi air hangat bersih untuk mengompres mata bayi. Pastikan mata bayi tertutup saat dikompres. Ini dapat membantu membersihkan kotoran dan meredakan iritasi ringan, terutama jika ada sumbatan pada saluran air mata atau iritasi.
- Jaga Lingkungan. Pastikan ruangan bayi bersih, tidak berdebu, dan memiliki kelembapan yang seimbang. Hindari lingkungan yang terlalu kering atau terlalu dingin.
- Hindari Iritan. Jauhkan bayi dari paparan asap rokok, debu berlebihan, atau produk kimia rumah tangga yang bisa memicu alergi atau iritasi.
Penanganan Medis
Setelah diagnosis, dokter akan merekomendasikan penanganan yang sesuai. Untuk konjungtivitis bakteri, dokter mungkin akan meresepkan tetes mata atau salep antibiotik. Jika disebabkan oleh virus, pengobatan biasanya berfokus pada meredakan gejala, dan infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Pada kasus alergi, dokter dapat menyarankan cara menghindari alergen atau obat tetes mata antihistamin jika diperlukan.
Kesimpulan
Mata bayi merah di bagian putih bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi, mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang memerlukan perhatian medis serius. Perdarahan subkonjungtiva seringkali sembuh dengan sendirinya, namun kondisi seperti konjungtivitis atau iritasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Penting untuk selalu memperhatikan gejala lain yang menyertai dan segera berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter spesialis mata jika terdapat tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat akan membantu mencegah komplikasi serta memastikan kesehatan mata bayi tetap terjaga. Untuk kemudahan konsultasi, dapat menggunakan fitur chat dokter di aplikasi Halodoc guna mendapatkan saran medis profesional.


