Ad Placeholder Image

Mata Berair Kenapa? Ternyata Ini Sederet Penyebabnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Mata Berair Kenapa? Ini Penyebab dan Solusinya.

Mata Berair Kenapa? Ternyata Ini Sederet PenyebabnyaMata Berair Kenapa? Ternyata Ini Sederet Penyebabnya

Apa Itu Mata Berair dan Kenapa Bisa Terjadi?

Mata berair, atau epifora dalam istilah medis, adalah kondisi ketika mata menghasilkan air mata secara berlebihan hingga tumpah membasahi pipi. Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata dan seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman. Memahami mengapa mata berair penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat dan efektif.

Gejala yang Menyertai Mata Berair

Selain keluarnya air mata yang tidak terkontrol, beberapa gejala lain dapat menyertai kondisi mata berair, tergantung pada penyebabnya. Gejala tersebut dapat meliputi kemerahan pada mata, rasa gatal atau perih, pandangan kabur, atau sensasi seperti ada benda asing di mata. Pembengkakan kelopak mata, kepekaan terhadap cahaya, atau keluarnya kotoran mata juga bisa menjadi indikasi.

Penyebab Mata Berair: Umum dan Kompleks

Pertanyaan “mata berair kenapa” memiliki jawaban yang sangat beragam, mencakup berbagai kondisi mulai dari iritasi ringan hingga masalah medis yang lebih serius. Identifikasi penyebab yang mendasari sangat krusial untuk penanganan yang efektif. Berikut adalah beberapa penyebab umum mengapa mata bisa berair:

Iritasi Lingkungan dan Reaksi Alergi

  • Iritasi Fisik: Paparan elemen lingkungan seperti debu, asap, angin kencang, atau paparan bahan kimia tertentu dapat mengiritasi permukaan mata. Sebagai respons alami, mata akan memproduksi air mata lebih banyak untuk membersihkan iritan tersebut.
  • Alergi: Alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, atau tungau debu dapat memicu reaksi alergi pada mata. Kondisi ini seringkali disertai rasa gatal hebat, kemerahan, dan produksi air mata berlebihan sebagai usaha membilas alergen.

Infeksi Mata

Salah satu penyebab umum mata berair adalah infeksi, seperti konjungtivitis atau mata merah. Kondisi ini adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Infeksi dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, dan sering disertai gejala lain seperti mata merah, bengkak, gatal, serta kotoran mata.

Mata Kering Paradox

Meskipun terdengar berlawanan, kondisi mata kering justru dapat memicu produksi air mata yang berlebihan. Ketika mata kekurangan pelumas yang memadai, permukaan mata akan mengirim sinyal ke otak untuk memproduksi lebih banyak air mata sebagai kompensasi. Namun, air mata yang diproduksi ini seringkali tidak memiliki komposisi yang tepat untuk melumasi mata secara efektif, sehingga mata terasa berair namun tetap kering.

Penyumbatan Saluran Air Mata

Saluran air mata berfungsi mengalirkan air mata dari permukaan mata ke rongga hidung. Jika saluran ini tersumbat, air mata tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya dan akan menumpuk, menyebabkan mata terus-menerus berair. Penyumbatan ini bisa diakibatkan oleh infeksi, peradangan, trauma, atau struktur anatomi tertentu.

Masalah Kelopak Mata dan Bulu Mata

  • Bulu Mata Tumbuh ke Dalam (Trichiasis): Bulu mata yang tumbuh ke arah dalam dapat menggesek bola mata, menyebabkan iritasi dan produksi air mata berlebih. Kondisi ini bisa sangat mengganggu dan memicu peradangan.
  • Kelopak Mata Berbalik Keluar (Ectropion) atau ke Dalam (Entropion): Kelopak mata yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, baik berbalik keluar (ectropion) atau ke dalam (entropion), dapat mengganggu distribusi air mata. Hal ini membuat mata tidak terlindungi dengan baik dan mudah teriritasi, yang kemudian memicu mata berair.

Benda Asing di Mata

Masuknya partikel kecil seperti pasir, serpihan make-up, atau serat ke mata akan secara otomatis memicu produksi air mata. Ini adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk mencoba mengeluarkan benda asing tersebut dari permukaan mata.

Mata Lelah

Penggunaan mata yang berlebihan, seperti menatap layar gawai atau komputer terlalu lama tanpa istirahat, dapat menyebabkan mata lelah. Mata yang lelah seringkali terasa kering, namun bisa juga bereaksi dengan memproduksi air mata berlebih sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dan iritasi.

Kondisi Medis Lain

Beberapa penyakit sistemik atau kondisi medis lainnya juga dapat menjadi penyebab mata berair. Contohnya, sinusitis kronis dapat memengaruhi saluran air mata. Selain itu, sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kekeringan pada banyak bagian tubuh, termasuk mata dan mulut, yang secara paradoks dapat memicu mata berair.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Mata berair sesekali mungkin bukan masalah serius. Namun, jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, disertai nyeri hebat, pandangan kabur, kemerahan parah, pembengkakan, atau keluarnya cairan abnormal dari mata, segera cari bantuan medis. Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Penanganan dan Pencegahan Mata Berair

Penanganan mata berair sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Iritasi ringan mungkin hanya membutuhkan tetes mata pelumas. Infeksi memerlukan obat tetes antibiotik atau antivirus, sementara penyumbatan saluran air mata mungkin memerlukan prosedur medis tertentu. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mata, menghindari alergen, menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar, dan memberikan istirahat cukup pada mata.

Kesimpulan: Mendapatkan Diagnosis Tepat di Halodoc

Mata berair kenapa terjadi memiliki banyak kemungkinan penyebab, mulai dari yang ringan hingga serius. Identifikasi penyebabnya adalah kunci untuk penanganan yang efektif. Jika mengalami mata berair yang mengganggu dan tak kunjung membaik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui platform Halodoc, diagnosis yang akurat serta rekomendasi pengobatan yang sesuai dapat diperoleh dengan mudah dan cepat, mendukung kesehatan mata secara optimal.