Ad Placeholder Image

Mata Berair Terus dan Perih: Kenali Pemicunya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Mata Berair Terus dan Perih: Kenali Penyebabnya

Mata Berair Terus dan Perih: Kenali PemicunyaMata Berair Terus dan Perih: Kenali Pemicunya

Mata Berair Terus dan Perih: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mata berair terus dan perih merupakan keluhan umum yang sering membuat tidak nyaman. Kondisi ini terjadi ketika mata memproduksi air mata secara berlebihan sebagai respons terhadap iritasi atau masalah lain, seringkali disertai sensasi gatal, panas, atau rasa mengganjal. Meskipun kadang terkesan ringan, gejala ini bisa menjadi indikasi adanya kondisi yang memerlukan perhatian medis, terutama jika berlangsung lama atau memburuk.

Gejala Lain yang Menyertai Mata Berair dan Perih

Selain mata berair terus dan perih, beberapa gejala lain dapat menyertai kondisi ini. Gejala penyerta dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Mata terasa gatal atau panas.
  • Kemerahan pada area mata atau kelopak mata.
  • Sensasi benda asing di mata.
  • Penglihatan buram sementara.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
  • Keluar kotoran mata atau belekan.
  • Pembengkakan kelopak mata.

Penyebab Umum Mata Berair Terus dan Perih

Mata berair terus dan perih dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Pemahaman mengenai penyebabnya penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Iritasi Mata: Paparan terhadap iritan seperti debu, asap, polusi udara, angin kencang, atau bahan kimia tertentu dapat memicu produksi air mata berlebihan untuk membersihkan mata.
  • Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi): Reaksi alergi terhadap serbuk sari, bulu hewan, tungau debu, atau kosmetik dapat menyebabkan mata gatal, merah, berair, dan perih.
  • Infeksi Mata (Konjungtivitis): Peradangan selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, seringkali disertai belekan dan mata yang terasa perih.
  • Mata Kering: Paradoksnya, mata yang terlalu kering dapat memicu kelenjar air mata memproduksi air mata secara refleks dalam jumlah banyak untuk mengompensasi kekurangan kelembapan.
  • Penggunaan Lensa Kontak Berlebihan: Pemakaian lensa kontak terlalu lama, tidak sesuai prosedur, atau kebersihan yang kurang dapat menyebabkan iritasi, mata kering, atau infeksi.
  • Blefaritis: Peradangan pada kelopak mata, khususnya di pangkal bulu mata. Kondisi ini dapat menyebabkan mata berair terus, perih, merah, bengkak, dan terasa gatal.
  • Saluran Air Mata Tersumbat: Saluran yang bertugas mengalirkan air mata dari permukaan mata ke hidung bisa tersumbat. Hal ini mengakibatkan air mata menumpuk dan meluap keluar, menyebabkan mata berair.
  • Mata Lelah: Penggunaan mata yang intens seperti menatap layar komputer atau membaca terlalu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan mata tegang, kering, dan akhirnya berair serta perih.

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Mata?

Meskipun beberapa kasus mata berair terus dan perih dapat mereda dengan sendirinya, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari. Segera cari pertolongan medis jika keluhan disertai dengan:

  • Nyeri mata yang parah.
  • Perubahan penglihatan, seperti penglihatan buram atau ganda.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Mata mengeluarkan kotoran kuning atau hijau (belekan).
  • Mata merah dan bengkak yang tidak kunjung reda.
  • Adanya benda asing yang masuk ke mata dan sulit dikeluarkan.

Pengobatan Mata Berair Terus dan Perih

Penanganan mata berair terus dan perih akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis kondisi mata. Beberapa pendekatan pengobatan umum meliputi:

  • Tetes Mata: Dokter dapat meresepkan tetes mata pelembap (air mata buatan) untuk mata kering, tetes mata antihistamin untuk alergi, atau tetes mata antibiotik/antivirus untuk infeksi.
  • Kompres Hangat atau Dingin: Kompres hangat dapat membantu meredakan gejala blefaritis, sementara kompres dingin dapat mengurangi peradangan dan gatal akibat alergi.
  • Menghindari Pemicu: Jika disebabkan oleh alergi atau iritasi, menghindari paparan alergen atau iritan merupakan langkah penting dalam penanganan.
  • Perawatan Lensa Kontak: Mengurangi durasi pemakaian lensa kontak, memastikan kebersihan lensa, atau mengganti jenis lensa kontak.
  • Prosedur Medis: Untuk kasus saluran air mata tersumbat yang parah, dokter mungkin merekomendasikan prosedur untuk membuka kembali saluran tersebut.

Pencegahan Mata Berair Terus dan Perih

Beberapa langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko mata berair terus dan perih:

  • Hindari mengucek mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau berangin.
  • Kurangi paparan terhadap alergen yang diketahui.
  • Istirahatkan mata secara teratur saat menatap layar digital.
  • Pastikan kebersihan tangan dan lensa kontak.
  • Gunakan pelembap udara di rumah jika udara terlalu kering.
  • Rutin membersihkan kelopak mata untuk mencegah blefaritis.

Konsultasi Dokter di Halodoc

Mata berair terus dan perih memerlukan diagnosis yang tepat untuk penanganan yang efektif. Jika mengalami gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui Halodoc, dapat dengan mudah mendapatkan saran medis dan informasi kesehatan yang akurat dari para ahli. Dokter dapat membantu menentukan penyebab pasti keluhan mata dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai.