Ad Placeholder Image

Mata Berdarah Anak Kecil: Normal Atau Tanda Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   04 Mei 2026

Mata Berdarah Anak Kecil: Jangan Panik, Ini Sebabnya

Mata Berdarah Anak Kecil: Normal Atau Tanda Bahaya?Mata Berdarah Anak Kecil: Normal Atau Tanda Bahaya?

Mata Berdarah pada Anak Kecil: Memahami Penyebab dan Penanganannya

Melihat mata anak kecil berdarah tentu menimbulkan kekhawatiran bagi setiap orang tua. Kondisi ini dapat bervariasi dari yang tidak berbahaya hingga memerlukan perhatian medis segera. Secara umum, mata berdarah pada anak kecil dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di permukaan mata atau adanya darah di dalam ruang depan mata.

Memahami perbedaan penyebab dan gejala yang menyertainya sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kondisi mata berdarah pada anak kecil, meliputi definisi, gejala, penyebab, hingga kapan harus mencari bantuan medis.

Apa Itu Mata Berdarah pada Anak Kecil?

Mata berdarah pada anak kecil mengacu pada adanya darah yang terlihat pada atau di dalam bola mata. Ada dua kondisi utama yang sering menyebabkan mata anak berdarah:

  • Perdarahan Subkonjungtiva: Ini adalah kondisi paling umum di mana pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian putih mata) pecah. Darah akan terlihat seperti noda merah cerah di bagian putih mata. Umumnya tidak disertai rasa nyeri dan seringkali tidak berbahaya.
  • Hifema: Kondisi ini lebih serius, ditandai dengan adanya darah di ruang depan mata (antara kornea dan iris). Hifema seringkali menyebabkan nyeri dan dapat mengganggu penglihatan anak.

Gejala Mata Berdarah pada Anak

Gejala yang muncul dapat berbeda tergantung pada jenis perdarahan dan penyebabnya. Orang tua perlu cermat mengamati tanda-tanda yang dialami anak.

  • Pada Perdarahan Subkonjungtiva:
    • Munculnya bercak merah terang pada bagian putih mata.
    • Biasanya tidak ada rasa sakit atau nyeri.
    • Penglihatan anak tidak terganggu.
    • Tidak ada keluar cairan dari mata.
  • Pada Hifema:
    • Adanya lapisan darah berwarna merah atau gelap di bagian bawah iris atau di seluruh ruang depan mata.
    • Anak mungkin mengeluh nyeri hebat pada mata.
    • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).
    • Penglihatan bisa kabur atau terganggu.
    • Mata bisa terasa bengkak atau sakit.
  • Gejala Lain yang Mungkin Menyertai:
    • Mata merah secara umum.
    • Gatal atau rasa tidak nyaman pada mata.
    • Pembengkakan kelopak mata.
    • Mata berair.

Penyebab Mata Berdarah Anak Kecil

Berbagai faktor dapat memicu mata berdarah pada anak. Penting untuk mengidentifikasi penyebabnya guna menentukan penanganan yang tepat.

Tekanan Berlebih

Peningkatan tekanan secara tiba-tiba di pembuluh darah kecil pada mata sering menjadi penyebab perdarahan subkonjungtiva. Kondisi ini dapat terjadi karena:

  • Batuk atau bersin terlalu keras.
  • Mengejan saat buang air besar.
  • Muntah yang kuat atau berulang.
  • Menggosok mata terlalu kencang.

Cedera atau Trauma

Cedera pada mata adalah penyebab paling umum dari hifema dan perdarahan subkonjungtiva yang lebih parah. Ini bisa disebabkan oleh:

  • Terpukul benda tumpul pada mata.
  • Terkena benda tajam atau serpihan.
  • Jatuh atau benturan di area wajah.
  • Cedera saat bermain atau berolahraga.

Infeksi Mata

Beberapa jenis infeksi mata, seperti konjungtivitis berat, dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah dan kadang mengakibatkan perdarahan kecil. Infeksi biasanya juga disertai gejala lain seperti mata merah, bengkak, atau keluar nanah.

Alergi

Reaksi alergi yang parah dapat menyebabkan peradangan dan iritasi mata. Anak mungkin menggosok mata terlalu kencang karena gatal, yang kemudian bisa memicu pecahnya pembuluh darah kecil.

Kondisi Medis Lainnya

Dalam kasus yang lebih jarang, mata berdarah bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasari, seperti:

  • Kelainan pembekuan darah.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol (jarang pada anak).
  • Penyakit vaskular tertentu.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun perdarahan subkonjungtiva seringkali tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami:

  • Nyeri hebat pada mata.
  • Perubahan penglihatan, seperti kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan.
  • Darah menutupi sebagian besar atau seluruh pupil (bagian hitam di tengah mata).
  • Keluar cairan abnormal dari mata.
  • Mata terlihat bengkak atau menonjol.
  • Mata berdarah setelah cedera serius.
  • Demam atau gejala sistemik lainnya.
  • Perdarahan tidak membaik atau justru memburuk setelah beberapa hari.

Penanganan dan Pencegahan

Penanganan mata berdarah pada anak sangat bergantung pada diagnosis penyebab yang akurat oleh dokter. Untuk perdarahan subkonjungtiva ringan, tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan karena akan menyerap kembali dalam 1-2 minggu. Dokter mungkin hanya akan merekomendasikan tetes mata pelembab jika ada iritasi ringan.

Namun, untuk hifema atau perdarahan yang lebih serius, penanganan medis mungkin meliputi:

  • Pemberian obat tetes mata untuk mengurangi peradangan atau tekanan intraokular.
  • Istirahat total dan posisi kepala yang lebih tinggi.
  • Penutup mata untuk melindungi mata yang sakit.
  • Dalam kasus parah, mungkin diperlukan prosedur bedah.

Pencegahan mata berdarah berfokus pada perlindungan mata. Hal ini termasuk:

  • Memastikan anak menggunakan pelindung mata saat beraktivitas yang berisiko (misalnya, berolahraga tertentu).
  • Menghindari menggosok mata terlalu kencang.
  • Menjaga kebersihan tangan untuk mencegah infeksi mata.
  • Mengajarkan anak untuk tidak memasukkan benda asing ke mata.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis dari Halodoc

Mata berdarah pada anak kecil tidak selalu merupakan kondisi serius, tetapi kewaspadaan adalah kunci. Jangan pernah menunda untuk mencari evaluasi medis jika ada kekhawatiran atau jika anak menunjukkan gejala-gejala yang mengarah pada kondisi serius seperti nyeri hebat atau gangguan penglihatan.

Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis mata kapan saja dan di mana saja. Dapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi penanganan yang akurat untuk menjaga kesehatan mata anak.