Ad Placeholder Image

Mata Berdarah di Bagian Putih: Cara Atasi dan Kapan ke Dokter

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 April 2026

Cara Obati Mata Berdarah di Bagian Putih, Gampang!

Mata Berdarah di Bagian Putih: Cara Atasi dan Kapan ke DokterMata Berdarah di Bagian Putih: Cara Atasi dan Kapan ke Dokter

Cara Mengobati Mata Berdarah di Bagian Putih (Perdarahan Subkonjungtiva)

Mata berdarah di bagian putih, atau secara medis disebut perdarahan subkonjungtiva, adalah kondisi yang umum terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian putih mata) pecah. Hal ini menyebabkan munculnya bercak merah terang di mata. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, perdarahan subkonjungtiva umumnya tidak menimbulkan nyeri dan tidak mengganggu penglihatan. Kondisi ini seringkali sembuh sendiri dalam waktu 1 hingga 2 minggu tanpa memerlukan penanganan khusus. Namun, ada berbagai cara mengobati mata berdarah di bagian putih melalui perawatan rumahan dan penanganan medis jika diperlukan, tergantung pada penyebabnya.

Definisi Perdarahan Subkonjungtiva

Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika salah satu atau lebih pembuluh darah kecil yang rapuh di bawah konjungtiva pecah. Konjungtiva sendiri adalah lapisan tipis dan bening yang melapisi bagian depan mata dan bagian dalam kelopak mata. Karena konjungtiva tidak dapat menyerap darah dengan cepat, darah yang bocor akan terperangkap di bawahnya, menyebabkan munculnya bercak merah yang menonjol. Kondisi ini serupa dengan memar pada kulit, tetapi karena konjungtiva transparan, darah menjadi sangat terlihat.

Penyebab Mata Berdarah di Bagian Putih

Mata berdarah di bagian putih seringkali tidak memiliki penyebab yang jelas atau terjadi karena aktivitas sehari-hari yang ringan. Namun, beberapa faktor umum yang dapat memicu pecahnya pembuluh darah di mata meliputi:

  • Batuk atau bersin yang kuat.
  • Mengejan saat buang air besar atau muntah.
  • Menggosok mata terlalu keras.
  • Cedera mata ringan, seperti goresan atau pukulan.
  • Mengangkat benda berat.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol.
  • Gangguan pembekuan darah atau penggunaan obat pengencer darah seperti aspirin atau warfarin.
  • Kekurangan vitamin K.
  • Infeksi mata tertentu yang menyebabkan peradangan.
  • Dalam kasus yang sangat jarang, tumor mata.

Cara Mengobati Mata Berdarah di Bagian Putih: Perawatan di Rumah

Untuk perdarahan subkonjungtiva yang ringan dan tidak disertai gejala lain seperti nyeri atau gangguan penglihatan, perawatan di rumah biasanya cukup untuk meredakan iritasi dan membantu proses penyembuhan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Kompres Dingin atau Hangat: Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin atau hangat untuk dikompreskan lembut pada mata yang terkena. Ini dapat membantu meredakan iritasi dan ketidaknyamanan.
  • Istirahatkan Mata: Batasi aktivitas yang membebani mata, seperti membaca terlalu lama atau menatap layar gadget. Istirahatkan mata untuk mempercepat pemulihan.
  • Hindari Mengucek Mata: Mengucek mata dapat memperparah kondisi perdarahan dan menghambat proses penyembuhan. Hindari kebiasaan ini sebisa mungkin.
  • Gunakan Tetes Mata Artifisial (Air Mata Buatan): Jika mata terasa kering atau iritasi, penggunaan tetes mata artifisial dapat membantu melembapkan mata. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakan.
  • Hindari Pemicu: Jauhi penggunaan riasan mata, lensa kontak, serta paparan asap rokok atau debu yang dapat mengiritasi mata.
  • Waspadai Obat Tertentu: Hindari penggunaan obat anti-nyeri seperti ibuprofen atau aspirin tanpa resep dokter. Beberapa obat ini dapat memperburuk perdarahan jika tidak sesuai dosis atau kondisi.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Meskipun sebagian besar perdarahan subkonjungtiva tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter mata. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:

  • Mata berdarah disertai nyeri hebat, rasa tidak nyaman yang signifikan, atau gangguan penglihatan (misalnya, pandangan kabur atau ganda).
  • Perdarahan sering terjadi atau tidak membaik dalam 1 hingga 2 minggu.
  • Ada gejala lain yang menyertai, seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar di bagian tubuh lain, yang bisa menjadi indikasi gangguan pembekuan darah.
  • Perdarahan terjadi setelah cedera mata yang berat, misalnya akibat pukulan, untuk memastikan tidak ada kerusakan yang lebih serius pada struktur mata.
  • Mata berdarah terjadi secara berulang tanpa pemicu yang jelas.

Penanganan Medis untuk Mata Berdarah di Bagian Putih

Penanganan medis akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari perdarahan subkonjungtiva. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebabnya. Beberapa penanganan medis yang mungkin diberikan antara lain:

  • Obat Antihipertensi: Jika penyebabnya adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dokter akan meresepkan atau menyesuaikan dosis obat antihipertensi untuk mengelola tekanan darah.
  • Antihistamin atau Antibiotik: Jika perdarahan disebabkan oleh alergi atau infeksi mata, dokter dapat memberikan obat antihistamin untuk alergi atau antibiotik untuk infeksi.
  • Vitamin K atau Suplemen Lain: Apabila perdarahan disebabkan oleh defisiensi vitamin K atau gangguan pembekuan darah lainnya, dokter mungkin merekomendasikan suplemen vitamin K atau penyesuaian pengobatan pengencer darah.
  • Operasi: Dalam kasus yang sangat langka, jika perdarahan terkait dengan tumor mata atau kondisi struktural yang kompleks, operasi mungkin diperlukan.

Pencegahan Perdarahan Subkonjungtiva

Meskipun tidak semua kasus perdarahan subkonjungtiva dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko terjadinya, terutama jika memiliki faktor risiko:

  • Hindari menggosok mata terlalu keras.
  • Kelola tekanan darah tinggi dengan baik melalui pola makan sehat, olahraga teratur, dan kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Gunakan pelindung mata saat beraktivitas yang berisiko menyebabkan cedera mata, seperti olahraga tertentu atau pekerjaan yang melibatkan debu atau benda asing.
  • Jika menggunakan obat pengencer darah, patuhi dosis yang diresepkan dan lakukan kontrol rutin dengan dokter.
  • Segera obati batuk kronis atau alergi yang menyebabkan bersin berulang dan kuat.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Mata berdarah di bagian putih atau perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi yang umumnya tidak serius dan dapat sembuh sendiri dalam 1-2 minggu dengan perawatan rumahan. Kunci cara mengobati mata berdarah di bagian putih adalah dengan memberikan istirahat pada mata, menghindari iritasi lebih lanjut, dan menerapkan kompres. Namun, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti nyeri, gangguan penglihatan, atau perdarahan berulang yang mungkin mengindikasikan kondisi medis yang lebih serius. Jika mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata. Melalui platform Halodoc, dapat dengan mudah menemukan dokter spesialis mata terpercaya untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat sesuai kondisi.