Ad Placeholder Image

Mata Cekung pada Anak Diare: Jangan Panik, Ini Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Mata Cekung pada Anak Diare: Jangan Panik, Ini Solusinya

Mata Cekung pada Anak Diare: Jangan Panik, Ini SolusinyaMata Cekung pada Anak Diare: Jangan Panik, Ini Solusinya

Mata cekung pada anak saat diare merupakan tanda dehidrasi atau kekurangan cairan yang serius. Kondisi ini terjadi karena tubuh anak kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui diare dan muntah, sehingga jaringan di sekitar mata juga turut kehilangan volumenya. Akibatnya, mata terlihat lebih cekung ke dalam dan wajah anak tampak lesu. Dehidrasi berat pada anak membutuhkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Orang tua perlu mengenali tanda-tandanya dan mengetahui langkah awal yang tepat untuk mengatasinya.

Apa Itu Mata Cekung pada Anak Diare?

Mata cekung pada anak yang mengalami diare adalah indikasi kuat bahwa tubuh anak sedang kekurangan cairan. Fenomena ini terjadi karena volume cairan di dalam tubuh berkurang drastis, termasuk cairan yang mengisi jaringan di bawah kulit sekitar mata. Ketika cairan tubuh menurun, area sekitar mata kehilangan kekenyalannya, menyebabkan mata tampak lebih masuk ke dalam atau cekung. Kondisi ini seringkali disertai dengan perubahan penampilan wajah yang menjadi lebih kuyu atau lesu.

Gejala Dehidrasi Lainnya yang Perlu Diwaspadai

Mata cekung adalah salah satu tanda dehidrasi, namun ada beberapa gejala lain yang juga perlu diperhatikan oleh orang tua. Mengenali tanda-tanda ini penting untuk tindakan penanganan yang lebih cepat. Gejala dehidrasi pada anak dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya.

  • Anak tampak lemas dan kurang aktif dari biasanya.
  • Mulut dan bibir terasa kering, serta air liur berkurang.
  • Jarang buang air kecil atau popok tetap kering dalam waktu yang lama.
  • Menangis tanpa mengeluarkan air mata.
  • Ubun-ubun terlihat cekung pada bayi.
  • Kulit terasa kering dan saat dicubit tidak kembali dengan cepat (turgor kulit menurun).
  • Anak tidak mau minum atau terlihat sangat haus.

Mengapa Diare Menyebabkan Mata Cekung?

Diare adalah kondisi di mana tinja menjadi lebih encer dan frekuensi buang air besar meningkat. Salah satu konsekuensi utama diare, terutama jika disertai muntah, adalah kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar dari tubuh. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air, dan kehilangan cairan yang berlebihan akan memengaruhi setiap sistem dan organ.

Ketika tubuh kekurangan cairan secara keseluruhan, jaringan di seluruh tubuh, termasuk jaringan adiposa (lemak) dan kulit di sekitar mata, akan kehilangan volume cairannya. Hal ini mengakibatkan area di bawah mata terlihat lebih kosong dan cekung. Proses ini merupakan respons fisik tubuh terhadap dehidrasi.

Penanganan Awal Mata Cekung pada Anak Diare

Penanganan dehidrasi harus dilakukan segera untuk mengganti cairan yang hilang. Langkah pertama dan terpenting adalah rehidrasi, yaitu mengembalikan cairan dan elektrolit ke dalam tubuh anak. Jika mata anak cekung akibat diare, tindakan cepat dapat membantu mencegah dehidrasi memburuk.

  • Berikan cairan pengganti elektrolit seperti oralit sesuai dosis yang dianjurkan. Oralit mengandung gula dan garam yang membantu tubuh menyerap air lebih efektif.
  • Untuk bayi yang masih menyusu, terus berikan ASI lebih sering. ASI merupakan sumber cairan dan nutrisi terbaik yang juga mengandung antibodi pelindung.
  • Berikan air putih matang atau cairan bening lainnya secara bertahap dan sering dalam jumlah kecil. Hindari minuman manis berlebihan atau jus buah yang dapat memperburuk diare.
  • Pantau terus kondisi anak, termasuk frekuensi buang air kecil dan tingkat aktivitasnya.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Meskipun penanganan awal di rumah penting, ada beberapa situasi di mana anak dengan mata cekung akibat diare perlu segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan. Keterlambatan penanganan dehidrasi berat dapat berakibat fatal.

  • Jika anak terlihat sangat lemas, tidak responsif, atau kesadarannya menurun.
  • Anak tidak mau minum atau menyusu sama sekali.
  • Diare terjadi sangat sering (lebih dari 6 kali dalam 24 jam) dan volume tinja sangat banyak.
  • Disertai muntah terus-menerus, tidak bisa minum atau makan sama sekali.
  • Terdapat darah atau lendir pada tinja.
  • Demam tinggi yang tidak turun.
  • Gejala dehidrasi tidak membaik atau justru memburuk setelah pemberian cairan.

Pencegahan Dehidrasi Akibat Diare

Mencegah diare adalah cara terbaik untuk menghindari dehidrasi. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh orang tua meliputi:

  • Jaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah dari toilet.
  • Berikan ASI eksklusif untuk bayi hingga usia 6 bulan, dan lanjutkan hingga 2 tahun dengan makanan pendamping yang tepat.
  • Pastikan air minum yang dikonsumsi anak adalah air matang yang bersih.
  • Sajikan makanan yang bersih dan dimasak matang sempurna.
  • Berikan imunisasi lengkap sesuai jadwal, termasuk imunisasi rotavirus yang dapat mencegah diare berat.

Mata cekung pada anak saat diare adalah sinyal serius yang tidak boleh diabaikan. Dehidrasi dapat berkembang dengan cepat pada anak-anak. Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya dan segera bertindak dengan memberikan cairan pengganti. Apabila kondisi anak tidak membaik atau menunjukkan gejala dehidrasi berat, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter terpercaya untuk membantu mengatasi kekhawatiran orang tua terkait kesehatan anak.