Ad Placeholder Image

Mata Kero: Kenapa Bisa Juling? Cari Tahu Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Maret 2026

Mata Kero? Pahami Gejala, Penyebab, dan Solusinya!

Mata Kero: Kenapa Bisa Juling? Cari Tahu SolusinyaMata Kero: Kenapa Bisa Juling? Cari Tahu Solusinya

Mata Kero (Strabismus): Memahami Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Mata kero, atau yang juga dikenal sebagai mata juling (strabismus), merupakan kondisi kesehatan mata ketika kedua mata tidak sejajar dan melihat ke arah yang berbeda. Seringkali, satu mata mungkin terlihat lurus sementara mata lainnya mengarah ke dalam, luar, atas, atau bawah. Kondisi ini dapat secara signifikan memengaruhi penglihatan serta persepsi kedalaman seseorang, sehingga objek terlihat ganda atau buram.

Meskipun mata kero lebih umum terjadi pada anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalaminya akibat berbagai faktor. Penting untuk memahami kondisi ini karena penanganan yang tepat dan cepat dapat membantu mencegah komplikasi penglihatan jangka panjang. Berbagai metode penanganan tersedia, mulai dari penggunaan kacamata, terapi, hingga tindakan operasi.

Gejala Mata Kero yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala mata kero sejak dini sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Gejala paling jelas dari kondisi ini adalah ketidaksejajaran kedua mata, namun ada pula tanda-tanda lain yang dapat mengindikasikan adanya strabismus. Mengamati perubahan pada penglihatan dan perilaku mata dapat membantu mendeteksi kondisi ini lebih awal.

Berikut adalah beberapa gejala umum mata kero:

  • Satu mata melihat ke arah berbeda dari mata lainnya, bisa mengarah ke dalam, luar, atas, atau bawah secara tidak sengaja.
  • Mata terasa berat atau perih setelah melakukan aktivitas visual, yang mungkin menunjukkan adanya ketegangan pada otot mata.
  • Pandangan kabur atau ganda yang terjadi secara sementara, terutama saat mencoba fokus pada suatu objek.
  • Sering menyipitkan mata atau memiringkan kepala saat melihat sesuatu, sebagai upaya untuk mendapatkan fokus penglihatan yang lebih baik.

Gejala-gejala ini bisa muncul secara intermiten atau terus-menerus. Jika seseorang, terutama anak-anak, menunjukkan salah satu atau lebih gejala di atas, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Berbagai Penyebab Mata Kero (Mata Juling)

Mata kero terjadi karena adanya gangguan pada kontrol otot mata yang mencegah kedua mata bekerja sama secara sinkron. Ada beberapa penyebab utama yang dapat memicu kondisi ini, mulai dari masalah pada otot mata itu sendiri hingga gangguan pada sistem saraf. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam menentukan strategi penanganan yang paling sesuai.

Beberapa penyebab umum mata kero meliputi:

  • Gangguan Otot Mata. Ini adalah penyebab paling sering terjadi, di mana enam otot penggerak bola mata tidak bekerja sama dengan baik. Akibatnya, mata tidak bisa fokus pada objek yang sama, dan setiap mata mengirimkan gambar yang berbeda ke otak.
  • Masalah Saraf dan Otak. Kondisi neurologis tertentu dapat melemahkan atau merusak otot mata, menyebabkan mata kero. Contohnya termasuk penderita stroke, tumor otak, atau individu yang mengalami cedera kepala yang memengaruhi saraf penggerak mata.
  • Kondisi Refraksi Lain. Beberapa masalah penglihatan lain juga bisa menjadi pemicu. Rabun jauh (miopia) yang tidak dikoreksi, misalnya, dapat menyebabkan mata mengalami ketegangan yang berlebihan dan memicu terjadinya mata kero.

Faktor genetik juga bisa berperan, di mana mata kero cenderung menurun dalam keluarga. Oleh karena itu, riwayat keluarga juga perlu menjadi pertimbangan dalam diagnosis.

Penanganan Mata Kero untuk Mengembalikan Fungsi Penglihatan

Penanganan mata kero bertujuan untuk menyelaraskan kedua mata dan mengembalikan kemampuan penglihatan bervisi dua mata (binokular). Pilihan penanganan akan sangat tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan usia penderita. Intervensi dini seringkali memberikan hasil yang lebih baik, terutama pada anak-anak untuk mencegah amblyopia (mata malas).

Berikut adalah beberapa metode penanganan mata kero:

  • Kacamata. Jika mata kero disebabkan oleh masalah refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat, kacamata dengan lensa korektif dapat membantu menyelaraskan mata. Kacamata khusus dengan prisma juga dapat digunakan untuk membantu menyatukan gambar yang diterima otak.
  • Penutup Mata (Patching). Metode ini sering digunakan pada anak-anak dengan amblyopia. Penutup mata ditempatkan pada mata yang lebih kuat untuk memaksa mata yang lemah bekerja lebih keras. Tujuannya adalah untuk melatih dan memperkuat otot serta jalur saraf mata yang kurang dominan.
  • Terapi Penglihatan. Ini melibatkan serangkaian latihan mata yang dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan fokus otot-otot mata. Terapi ini dapat membantu mata bekerja sama secara lebih efektif, terutama untuk kasus strabismus dengan derajat tertentu.
  • Operasi. Prosedur bedah adalah pilihan ketika metode lain tidak berhasil atau jika kondisi mata kero sangat parah. Operasi melibatkan penyesuaian posisi otot mata. Dokter bedah dapat memotong, memendekkan, atau memindahkan otot mata tertentu untuk mencapai kesejajaran yang lebih baik.

Penting untuk mengikuti rekomendasi dokter mata dalam memilih dan menjalani penanganan. Evaluasi rutin diperlukan untuk memantau kemajuan dan menyesuaikan rencana perawatan jika diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter Mata untuk Kondisi Mata Kero?

Mendeteksi dan menangani mata kero sejak dini adalah kunci untuk mencegah masalah penglihatan jangka panjang yang lebih serius, seperti amblyopia atau mata malas. Jika kondisi ini tidak tertangani, otak dapat mulai mengabaikan input dari mata yang tidak sejajar, yang bisa menyebabkan penurunan penglihatan permanen pada mata tersebut. Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap gejala dan konsultasi medis tepat waktu sangat penting.

Sebaiknya segera konsultasikan kondisi ke dokter mata jika:

  • Mata bayi yang terlihat menyilang atau tidak lurus masih terjadi setelah usia 4-6 bulan. Pada usia ini, mata bayi seharusnya sudah mampu bekerja sama dengan baik.
  • Ada individu yang menunjukkan gejala mata juling, seperti mata yang terlihat tidak sejajar, pandangan ganda, atau sering memiringkan kepala saat melihat.

Pemeriksaan mata secara menyeluruh oleh dokter mata dapat memastikan diagnosis yang akurat dan menentukan rencana penanganan terbaik. Jangan menunda konsultasi, karena penanganan yang tertunda dapat memperburuk kondisi dan membuat proses pemulihan lebih sulit.

Memahami mata kero dan gejala-gejalanya merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan mata. Apabila ada kekhawatiran mengenai mata kero atau kondisi penglihatan lainnya, disarankan untuk segera mencari bantuan profesional. Untuk konsultasi lebih lanjut atau membuat janji dengan dokter mata ahli, platform Halodoc menyediakan akses mudah ke para profesional medis. Kunjungi Halodoc untuk mendapatkan informasi akurat dan rekomendasi penanganan yang tepat bagi kesehatan mata.