Advertisement

Mata Merah? Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   27 Mei 2025

Mata merah adalah kondisi umum akibat pelebaran pembuluh darah mata yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Mata Merah? Kenali Faktor Risiko dan Cara MencegahnyaMata Merah? Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

DAFTAR ISI

  1. Apa Itu Mata Merah?
  2. Faktor Risiko Mata Merah
  3. Gejala Mata Merah
  4. Pencegahan Mata Merah
  5. Kapan Harus ke Dokter?
  6. Kesimpulan
  7. FAQ

Mata merah adalah kondisi umum yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di permukaan mata melebar atau meradang.

Mengenali faktor risiko mata merah penting agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Mata Merah?

Mata merah, atau dikenal juga dengan istilah mata pink, adalah kondisi ketika bagian putih mata (sklera) tampak merah atau kemerahan. Hal ini terjadi karena pembuluh darah di permukaan mata mengalami pelebaran atau peradangan.

Mata merah bisa memengaruhi satu atau kedua mata, dan bisa disertai gejala lain seperti gatal, berair, atau terasa seperti ada benda asing di mata.

Faktor Risiko Mata Merah

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mata merah. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko utama yang perlu diwaspadai:

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Konjungtivitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau alergi. Prevalensi konjungtivitis cukup signifikan, terutama di lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik.

Faktor risiko konjungtivitis meliputi:

  • Kontak dengan penderita konjungtivitis.
  • Kebersihan tangan yang buruk.
  • Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat.

Simak informasi lain seputar Konjungtivitis – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

2. Mata Kering

Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata atau air mata yang dihasilkan berkualitas buruk. Kondisi ini bisa menyebabkan iritasi dan kemerahan pada mata.

Nah, faktor risiko mata kering meliputi usia lanjut, penggunaan komputer dalam waktu lama, dan kondisi lingkungan yang kering.

Faktor risiko mata kering meliputi:

  • Usia di atas 50 tahun.
  • Penggunaan komputer atau gadget dalam waktu lama.
  • Kondisi lingkungan yang kering atau berangin.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti antihistamin atau antidepresan.

Pahami lebih lanjut tentang Mata Kering – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

3. Alergi Mata

Alergi mata terjadi ketika mata terpapar alergen seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan. Reaksi alergi ini bisa menyebabkan mata merah, gatal, dan berair.

Faktor risiko alergi mata meliputi:

  • Riwayat alergi pribadi atau keluarga.
  • Paparan terhadap alergen seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan.
  • Lingkungan yang berpolusi.

4. Penggunaan Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi mata, yang bisa menyebabkan mata merah. Risiko ini meningkat jika lensa kontak tidak dibersihkan dan dirawat dengan benar.

Nyatanya, memang ada hubungan antara penggunaan lensa kontak dan peningkatan risiko iritasi mata. Faktor risiko terkait penggunaan lensa kontak meliputi:

  • Kebersihan lensa kontak yang buruk.
  • Penggunaan lensa kontak yang terlalu lama.
  • Tidak membersihkan lensa kontak secara teratur.
  • Tidur dengan menggunakan lensa kontak.

5. Faktor Lingkungan

Paparan terhadap iritan lingkungan seperti asap, debu, polusi udara, dan bahan kimia dapat menyebabkan mata merah. Lingkungan kerja atau tempat tinggal yang memiliki kualitas udara buruk dapat meningkatkan risiko iritasi mata.

Faktor lingkungan yang dapat menyebabkan mata merah meliputi:

  • Paparan asap rokok.
  • Polusi udara.
  • Debu dan kotoran.
  • Paparan bahan kimia seperti klorin di kolam renang.

Gejala Mata Merah

Gejala mata merah dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum yang sering menyertai mata merah meliputi:

  • Mata terasa gatal atau perih.
  • Mata berair.
  • Sensasi seperti ada benda asing di mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Keluar kotoran mata (pada kasus konjungtivitis).

Jika kamu mengalami kondisi di atas dan butuh saran penanganan cepat, Ini Daftar Dokter Spesialis Mata di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Pencegahan Mata Merah

Pencegahan mata merah melibatkan langkah-langkah untuk mengurangi paparan terhadap faktor risiko dan menjaga kebersihan mata. Berikut adalah beberapa tips pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Jaga kebersihan tangan: Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama sebelum menyentuh mata.
  • Hindari menyentuh mata: Hindari mengucek mata, karena dapat memindahkan bakteri dan iritan ke mata.
  • Gunakan pelindung mata: Gunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau berpolusi.
  • Jaga kebersihan lensa kontak: Jika menggunakan lensa kontak, bersihkan dan simpan lensa dengan benar sesuai petunjuk dokter atau ahli optik.
  • Hindari paparan alergen: Jika memiliki alergi, hindari paparan terhadap alergen yang dapat memicu reaksi alergi pada mata.
  • Istirahatkan mata: Jika sering menggunakan komputer atau gadget, istirahatkan mata secara berkala dengan mengikuti aturan 20-20-20 (setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
  • Gunakan obat tetes mata: Gunakan obat tetes mata pelembap (air mata buatan) untuk menjaga kelembapan mata, terutama jika sering berada di lingkungan yang kering.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus mata merah dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan perawatan sederhana di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Nyeri mata yang parah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Sensitif terhadap cahaya yang ekstrem.
  • Mata merah yang tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Adanya kotoran mata yang berlebihan atau bernanah.
  • Riwayat trauma atau cedera pada mata.

Kesimpulan

Mata merah adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko, termasuk konjungtivitis, mata kering, alergi mata, penggunaan lensa kontak, dan faktor lingkungan.

Mengenali faktor risiko dan gejala mata merah penting untuk melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Jika kamu mengalami gejala mata merah dan memerlukan konsultasi dengan dokter spesialis mata di Halodoc.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2025. How to Get Rid of Red Eyes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Red Eye. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Pink Eye (Conjunctivitis). 

FAQ

1. Apakah mata merah menular?

Tergantung penyebabnya. Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan секрет mata penderita.

2. Bagaimana cara mengatasi mata merah karena alergi?

Hindari paparan terhadap alergen, gunakan obat tetes mata antihistamin, dan kompres dingin pada mata.

3. Apakah mata merah bisa menyebabkan kebutaan?

Pada umumnya, mata merah tidak menyebabkan kebutaan. Namun, beberapa kondisi yang mendasari mata merah, seperti infeksi berat atau glaukoma, jika tidak diobati dengan benar, dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk kehilangan penglihatan.