Mata Merah Seperti Berdarah, Waspadai Bahayanya

DAFTAR ISI
- Memahami Kondisi Mata Berdarah (Hemoragi Subkonjungtiva)
- Penyebab Umum Kenapa Mata Berdarah
- Faktor Risiko dan Pemicu
- Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Kapan Harus ke Dokter?
- Penanganan dan Perawatan Mandiri
- Studi Terkait
- FAQ
Melihat bercak merah terang di bagian putih mata saat bercermin tentu bisa mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini sering disebut sebagai mata berdarah, atau secara medis dikenal dengan istilah hemoragi subkonjungtiva. Meskipun terlihat menyeramkan, sebagian besar kasus mata berdarah sebenarnya tidak berbahaya dan tidak memengaruhi penglihatan secara permanen.
Penting bagi kamu untuk memahami bahwa mata memiliki pembuluh darah yang sangat kecil dan rapuh. Sedikit tekanan atau trauma ringan saja bisa menyebabkan pembuluh darah ini pecah dan mengeluarkan darah ke ruang di antara konjungtiva (selaput bening mata) dan sklera (bagian putih mata). Karena darah tersebut terperangkap di bawah lapisan transparan, warnanya akan terlihat sangat mencolok seperti genangan darah.
Memahami alasan di balik kenapa mata berdarah sangatlah krusial agar kamu tidak panik dan tahu kapan harus mencari bantuan medis profesional. Terkadang, kondisi ini hanyalah masalah kosmetik ringan, namun pada kasus lain, ini bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan sistemik yang lebih serius seperti hipertensi atau gangguan pembekuan darah.
Nah, mau tahu apa saja penyebab, gejala, dan langkah penanganan yang tepat untuk mata berdarah? Berikut ulasannya!
Memahami Kondisi Mata Berdarah (Hemoragi Subkonjungtiva)
Secara anatomis, konjungtiva adalah lapisan tipis, lembap, dan transparan yang menutupi bagian putih mata. Di dalam lapisan ini terdapat jaringan pembuluh darah kapiler yang berfungsi memberikan nutrisi ke jaringan mata. Hemoragi subkonjungtiva terjadi ketika satu atau lebih pembuluh darah kecil ini pecah.
Berbeda dengan pendarahan di bagian tubuh lain yang darahnya mengalir keluar, darah pada mata berdarah terperangkap di bawah konjungtiva. Hal ini membuat bercak merah tersebut tidak bisa dibersihkan dengan air mata atau tisu. Proses penyembuhannya mirip dengan memar pada kulit; warna merah akan berubah menjadi kekuningan atau kecokelatan sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dalam waktu satu hingga dua minggu.
Penyebab Umum Kenapa Mata Berdarah
Ada berbagai faktor yang bisa memicu pecahnya pembuluh darah di mata. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemukan:
1. Tekanan Fisik yang Tiba-tiba
Peningkatan tekanan pada pembuluh darah kapiler di area kepala dan mata sering kali menjadi pemicu utama. Hal ini bisa terjadi saat kamu batuk yang sangat keras, bersin dengan kuat, muntah, atau bahkan saat mengejan terlalu keras (misalnya saat sembelit atau proses persalinan). Tekanan mendadak ini disebut dengan manuver Valsalva, yang dapat membuat pembuluh darah halus di mata tidak kuat menahan beban tekanan dan akhirnya pecah.
2. Trauma atau Cedera Langsung
Cedera fisik pada mata, sekecil apa pun, bisa menyebabkan pendarahan. Ini termasuk menggosok mata terlalu kuat, terkena serpihan benda asing, atau trauma tumpul akibat benturan. Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau prosedur pemasangan yang kasar juga dapat melukai konjungtiva dan menyebabkan bercak darah.
3. Kondisi Medis Sistemik
Beberapa penyakit dapat melemahkan dinding pembuluh darah atau memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Penderita diabetes melitus dan hipertensi (tekanan darah tinggi) memiliki risiko lebih tinggi mengalami pecah pembuluh darah kapiler. Selain itu, gangguan pembekuan darah atau kekurangan vitamin K juga bisa menjadi penyebab mendasar yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter.
4. Efek Samping Obat-obatan
Penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan) seperti aspirin, warfarin, atau clopidogrel dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hemoragi subkonjungtiva. Jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan ini dan sering mengalami mata berdarah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memantau dosis dan keamanan penggunaan obat tersebut.
Faktor Risiko dan Pemicu
Beberapa orang lebih rentan mengalami mata berdarah dibandingkan orang lain. Faktor risiko tersebut meliputi usia lanjut (karena pembuluh darah semakin rapuh seiring bertambahnya usia), riwayat penyakit vaskular, dan paparan lingkungan yang membuat mata kering atau iritasi kronis.
Faktor Pemicu Mata Berdarah
- Kebiasaan mengucek mata terlalu sering atau terlalu keras.
- Mengangkat beban yang sangat berat tanpa teknik pernapasan yang benar.
- Infeksi mata yang parah (konjungtivitis hemoragik).
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala utama dari hemoragi subkonjungtiva adalah adanya bercak merah terang pada sklera mata. Namun, penting untuk membedakan antara pendarahan biasa dengan kondisi yang lebih serius. Pada hemoragi subkonjungtiva yang umum, biasanya:
- Tidak ada rasa nyeri atau sakit yang tajam.
- Penglihatan tetap jernih dan tidak terganggu.
- Mungkin hanya terasa sedikit mengganjal atau iritasi ringan pada permukaan mata.
- Bercak darah bisa meluas dalam 24 jam pertama, namun kemudian akan mengecil dan pudar.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus akan sembuh dengan sendirinya, kamu harus segera mencari bantuan medis jika mata berdarah disertai dengan kondisi berikut:
- Nyeri hebat pada bola mata.
- Penglihatan mendadak kabur atau hilang.
- Pendarahan terjadi setelah trauma kepala yang parah.
- Ada riwayat pendarahan di bagian tubuh lain secara bersamaan (misalnya mimisan atau gusi berdarah).
- Mata berdarah terjadi secara berulang dalam waktu singkat.
Untuk penanganan awal, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan tetes mata air mata buatan yang membantu meredakan rasa mengganjal. Namun, untuk diagnosis pasti, tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Penanganan dan Perawatan Mandiri
Tidak ada obat khusus untuk mempercepat penyerapan darah di bawah konjungtiva. Namun, kamu bisa melakukan beberapa langkah untuk merasa lebih nyaman:
1. Gunakan Tetes Mata Lubrikan
Tetes mata yang mengandung air mata buatan dapat memberikan lapisan kelembapan ekstra, sehingga rasa “pasir” atau mengganjal pada mata dapat berkurang.
2. Kompres Dingin
Pada 24 jam pertama setelah pendarahan terlihat, memberikan kompres dingin di luar kelopak mata dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan mencegah bercak darah meluas.
3. Hindari Mengucek Mata
Biarkan mata pulih secara alami. Mengucek mata justru dapat memperparah pendarahan atau menyebabkan luka baru pada konjungtiva yang sedang sensitif.
Studi Mengenai Hemoragi Subkonjungtiva
PubMed / National Center for Biotechnology Information menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa hemoragi subkonjungtiva sering kali bersifat idiopatik (penyebabnya tidak diketahui secara pasti), namun memiliki korelasi signifikan dengan hipertensi pada pasien usia lanjut.
Studi tersebut menekankan pentingnya skrining tekanan darah pada pasien yang datang dengan keluhan mata berdarah berulang. Hal ini menunjukkan bahwa mata berdarah bukan sekadar masalah lokal di mata, melainkan bisa menjadi sinyal awal dari gangguan kesehatan pembuluh darah secara sistemik yang memerlukan perhatian medis jangka panjang.
Cara Mencegah Mata Berdarah Kembali
1. Kelola Penyakit Penyerta
Pastikan tekanan darah dan kadar gula darah kamu tetap terkontrol melalui pola makan sehat dan konsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter.
2. Gunakan Pelindung Mata
Jika kamu bekerja di lingkungan yang berisiko terkena debu atau benda asing, selalu gunakan kacamata pelindung untuk meminimalisir risiko trauma fisik pada mata.
Jika kamu merasa khawatir dengan kondisi kesehatan mata kamu, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan. Penanganan yang tepat dimulai dari diagnosis yang akurat.
Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan seperti vitamin mata atau tetes mata dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Subconjunctival hemorrhage (broken blood vessel in eye).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Subconjunctival Hemorrhage.
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. What is a Subconjunctival Hemorrhage?
WebMD. Diakses pada 2026. Why Is My Eye Bleeding?
FAQ
1. Apakah mata berdarah bisa menular?
Tidak, hemoragi subkonjungtiva murni disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah internal dan bukan disebabkan oleh virus atau bakteri yang menular melalui kontak fisik atau udara.
2. Berapa lama mata berdarah akan sembuh?
Biasanya, bercak darah akan diserap kembali oleh tubuh secara alami dalam waktu 10 hingga 14 hari tanpa meninggalkan bekas atau gangguan penglihatan.
3. Apakah boleh memakai lensa kontak saat mata berdarah?
Sangat disarankan untuk menghentikan penggunaan lensa kontak sementara waktu sampai bercak darah benar-benar menghilang untuk menghindari iritasi lebih lanjut pada konjungtiva.
4. Apakah mata berdarah bisa menyebabkan kebutaan?
Secara umum tidak. Hemoragi subkonjungtiva hanya terjadi di permukaan luar mata. Namun, jika pendarahan terjadi di dalam bola mata (hifema), itu adalah kondisi darurat yang bisa mengancam penglihatan.
## Punya Keluhan Mata Berdarah dan Khawatir? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu mendapati bercak merah di mata dan merasa khawatir dengan kondisinya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.



