Ad Placeholder Image

Mata Perih Berair: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   24 April 2026

Mata Perih Berair: Pahami Penyebab dan Cara Atasi Mudah

Mata Perih Berair: Ketahui Penyebab dan Cara MengatasinyaMata Perih Berair: Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mata perih berair adalah keluhan umum yang sering membuat tidak nyaman, di mana mata memproduksi air mata berlebih sebagai respons terhadap iritasi atau peradangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alergi dan iritasi lingkungan hingga infeksi atau mata kering. Memahami penyebabnya adalah langkah penting untuk penanganan yang tepat dan efektif, guna menghindari komplikasi lebih lanjut yang mungkin terjadi.

Apa Itu Mata Perih Berair?

Mata perih berair merujuk pada kondisi ketika mata terasa pedih atau terbakar, disertai dengan produksi air mata yang berlebihan. Ini adalah respons alami tubuh untuk membersihkan mata dari iritan, melumasi permukaannya, atau sebagai tanda adanya peradangan atau infeksi.

Gejala ini dapat bersifat sementara atau berkepanjangan, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Seringkali, kondisi ini disertai dengan mata merah dan gatal.

Gejala yang Menyertai Mata Perih Berair

Selain perih dan keluarnya air mata berlebih, ada beberapa gejala lain yang mungkin menyertai kondisi ini. Gejala-gejala ini dapat memberikan petunjuk mengenai penyebabnya.

  • Mata merah atau meradang pada bagian putih mata.
  • Sensasi gatal yang membuat ingin menggosok mata.
  • Penglihatan buram sementara atau sensitivitas terhadap cahaya.
  • Sensasi adanya benda asing di mata, seperti pasir atau kotoran.
  • Pembengkakan kelopak mata atau area sekitar mata.
  • Kotoran mata atau belekan, terutama jika disebabkan oleh infeksi.

Penyebab Umum Mata Perih dan Berair

Berbagai faktor dapat memicu mata terasa perih dan mengeluarkan air mata secara berlebihan. Pemahaman mengenai penyebab ini krusial untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dan tepat sasaran.

Alergi

Alergi adalah salah satu penyebab paling umum. Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau bahkan beberapa jenis kosmetik dapat memicu reaksi alergi pada mata.

Respons alergi menyebabkan mata memerah, gatal, dan berair secara berlebihan sebagai upaya membersihkan alergen. Kondisi ini seringkali musiman, bergantung pada jenis alergen yang ada.

Iritasi Lingkungan

Faktor lingkungan seperti asap rokok, polusi udara, angin kencang, atau paparan bahan kimia tertentu bisa mengiritasi mata. Iritasi ini memicu respons pertahanan mata dengan memproduksi air mata lebih banyak.

Tujuannya adalah untuk membilas iritan tersebut dari permukaan mata. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan mereda setelah paparan iritan dihentikan.

Infeksi (Konjungtivitis)

Konjungtivitis, atau mata merah, adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus atau bakteri.

Gejalanya meliputi mata perih, merah, gatal, berair, dan seringkali disertai dengan keluarnya kotoran mata atau belekan. Konjungtivitis sangat menular dan memerlukan penanganan medis.

Mata Kering

Paradoksnya, sindrom mata kering dapat menyebabkan mata berair. Ketika mata tidak menghasilkan cukup air mata berkualitas baik untuk melumasi permukaan mata, mata akan menjadi kering dan teriritasi.

Sebagai respons, mata memproduksi air mata refleks yang jumlahnya banyak namun kualitasnya buruk, sehingga tidak mampu melumasi mata dengan efektif. Ini dapat terjadi akibat terlalu lama menatap layar komputer atau kondisi medis tertentu.

Penggunaan Lensa Kontak

Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau kurang bersih dapat menyebabkan iritasi. Lensa kontak yang kotor, kedaluwarsa, atau tidak pas dapat menggores mata atau menyebabkan infeksi.

Ini memicu mata perih dan berair sebagai respons terhadap ketidaknyamanan atau iritasi. Kebersihan dan penggunaan lensa kontak sesuai petunjuk sangat penting.

Benda Asing di Mata

Masuknya benda asing ke mata, seperti debu, bulu mata, pasir, atau serpihan kecil lainnya, secara langsung akan menyebabkan perih dan produksi air mata berlebih.

Air mata berfungsi untuk membantu mengeluarkan benda asing tersebut secara alami. Jika benda asing tidak keluar, dapat menyebabkan iritasi berkepanjangan dan rasa tidak nyaman.

Kelelahan Mata

Terlalu lama menatap layar digital (komputer, smartphone) tanpa istirahat dapat menyebabkan kelelahan mata. Hal ini mengurangi frekuensi berkedip, mengakibatkan permukaan mata menjadi kering dan iritasi.

Kondisi ini dapat memicu mata perih dan berair sebagai respons untuk menjaga kelembapan. Mengambil istirahat rutin dan menerapkan aturan 20-20-20 dapat membantu mencegahnya.

Kapan Harus Berobat ke Dokter Spesialis Mata?

Meskipun mata perih berair seringkali dapat ditangani di rumah, ada situasi di mana konsultasi dokter spesialis mata sangat diperlukan. Segera cari pertolongan medis jika mengalami beberapa kondisi berikut.

  • Mata perih berair tidak membaik setelah beberapa hari.
  • Melihat nanah atau kotoran kental dari mata.
  • Nyeri mata yang parah atau penglihatan yang tiba-tiba kabur.
  • Mata sangat sensitif terhadap cahaya.
  • Mata bengkak dan merah parah.
  • Merasa ada benda asing yang tidak dapat dikeluarkan dari mata.

Penanganan Awal untuk Mata Perih Berair

Beberapa langkah penanganan awal dapat dilakukan di rumah untuk meredakan mata perih dan berair. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan sementara menunggu diagnosis pasti.

  • Kompres Hangat: Gunakan kain bersih yang direndam air hangat, lalu tempelkan lembut pada mata tertutup selama 5-10 menit. Ini dapat meredakan iritasi dan membantu membersihkan kelopak mata.

  • Istirahatkan Mata: Hindari aktivitas yang membutuhkan fokus mata seperti membaca atau menatap layar. Beri mata waktu untuk beristirahat.

  • Obat Tetes Mata: Gunakan tetes mata pelumas tanpa resep (air mata buatan) untuk membantu melumasi mata dan meredakan kekeringan atau iritasi ringan.

  • Hindari Pemicu: Jika diketahui penyebabnya adalah alergi atau iritasi lingkungan, cobalah untuk menghindari paparan pemicu tersebut.

  • Jangan Menggosok Mata: Menggosok mata dapat memperburuk iritasi dan bahkan menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Pencegahan Mata Perih Berair

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan pencegahan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya mata perih dan berair.

  • Jaga kebersihan tangan dan hindari menyentuh mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat beraktivitas di lingkungan berdebu atau berangin.
  • Batasi waktu menatap layar dan istirahatkan mata secara berkala.
  • Gunakan lensa kontak sesuai petunjuk dan ganti secara teratur.
  • Hindari alergen sebisa mungkin jika memiliki riwayat alergi.
  • Pastikan pencahayaan yang cukup saat membaca atau bekerja.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Mata perih berair adalah gejala yang dapat mengindikasikan berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi serius. Meskipun penanganan awal dapat dilakukan di rumah, penting untuk tidak menunda konsultasi dengan dokter spesialis mata jika gejala tidak membaik atau disertai dengan tanda-tanda bahaya.

Diagnosis yang akurat dari profesional medis adalah kunci untuk penanganan yang efektif dan mencegah komplikasi. Untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata melalui aplikasi Halodoc, yang menyediakan akses mudah ke tenaga medis profesional.