Ad Placeholder Image

Mata Perih: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Mata Perih: Ini Penyebab & Cara Mengatasinya!

Mata Perih: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!Mata Perih: Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu tiba-tiba merasakan sensasi panas, gatal, atau seperti ada pasir di dalam mata? Keluhan mata perih adalah salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh banyak orang, baik dewasa maupun anak-anak. Kondisi ini sering kali muncul tanpa disadari, terutama setelah kamu menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar gawai atau beraktivitas di luar ruangan yang penuh debu.

Meski sebagian besar kasus mata perih bukanlah hal yang berbahaya dan dapat mereda dengan sendirinya, kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas harian. Rasa perih yang terus-menerus bisa membuat mata berair, sensitif terhadap cahaya, hingga pandangan menjadi kabur sementara. Oleh karena itu, mengenali akar masalahnya sangatlah penting agar kamu tidak salah dalam mengambil langkah penanganan.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab mata perih. Mulai dari kebiasaan sehari-hari seperti kurang berkedip saat bekerja di depan komputer, paparan asap rokok atau polusi, hingga kondisi medis tertentu seperti sindrom mata kering, alergi, atau infeksi ringan pada bagian luar mata. Apabila dibiarkan tanpa perawatan yang tepat, iritasi ringan bisa berkembang menjadi peradangan yang lebih serius.

Untuk mengatasi keluhan yang mengganggu ini, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memberikan pelumas atau tetes mata yang sesuai dengan pemicunya. Jangan tunggu sampai iritasi semakin memburuk. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat mata perih yang aman dan efektif? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Mata Perih yang Ampuh

Apabila kamu mengalami iritasi ringan, kemerahan, atau mata terasa kering dan perih, ada beberapa produk tetes mata tanpa resep (Over-The-Counter/OTC) yang bisa menjadi andalan pertolongan pertama. Berikut adalah rekomendasi produk yang aman digunakan secara mandiri:

1. Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml

Insto Regular adalah obat tetes mata yang sangat populer untuk mengatasi iritasi mata ringan. Produk ini mengandung zat aktif Tetrahydrozoline HCl 0.05% dan Benzalkonium Chloride. Tetrahydrozoline bekerja sebagai dekongestan topikal yang menyempitkan pembuluh darah di mata secara cepat, sehingga efektif untuk meredakan mata merah dan perih akibat iritasi.

Manfaat spesifik dari produk ini adalah meredakan mata merah, perih, dan gatal yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti debu, asap rokok, angin, berenang, atau setelah terlalu lama membaca dan menonton televisi.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak-anak di atas 6 tahun: Teteskan 2-3 tetes pada setiap mata yang sakit, 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan.
  • Cara penggunaan: Cuci tangan sebelum menggunakan, hindari menyentuh ujung botol pada area mata agar cairan tetap steril.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Jangan digunakan lebih dari 72 jam terus-menerus tanpa anjuran medis, karena dapat memicu iritasi berulang (rebound redness).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Insto Regular Tetes Mata 7.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

2. Rohto Cool Eye Drop 7 ml

Rohto Cool Eye Drop diformulasikan secara khusus untuk memberikan sensasi dingin (cooling sensation) yang menyegarkan mata yang lelah dan perih. Obat ini mengandung Naphazoline HCl yang berfungsi menyempitkan pembuluh darah yang membesar di konjungtiva, L-Menthol untuk sensasi dingin, serta bahan pelumas yang melembapkan.

Manfaat dari Rohto Cool antara lain meredakan gejala iritasi ringan seperti mata merah, gatal, dan perih yang dipicu oleh paparan polusi, asap, angin, atau penggunaan gadget yang berkepanjangan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Teteskan 1-2 tetes pada masing-masing mata yang mengalami iritasi, gunakan 3 hingga 4 kali dalam sehari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Sebaiknya lepaskan lensa kontak terlebih dahulu sebelum meneteskan obat ini dan tunggu sekitar 10-15 menit sebelum memasangnya kembali.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Rohto Cool Eye Drop 7 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pencegahan Iritasi dan Mata Perih
  1. Terapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
  2. Gunakan kacamata pelindung atau kacamata hitam anti-UV saat beraktivitas di luar ruangan yang berangin dan berdebu.
  3. Hindari kebiasaan mengucek mata dengan tangan kotor karena dapat memindahkan bakteri dan memperparah iritasi.
  4. Pastikan kelembapan udara di ruangan ber-AC tetap terjaga, bisa dengan menggunakan humidifier.

3. Cendo Eyefresh Minidose 0.6 ml 5 Catch Cover

Cendo Eyefresh Minidose merupakan air mata buatan (artificial tears) yang dikemas dalam bentuk botol kecil sekali pakai (minidose). Cairan tetes mata ini mengandung HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose) dan Dextran 70 yang bekerja menyerupai lapisan air mata alami manusia.

Manfaat utamanya adalah melumasi mata yang kering, memberikan kelembapan ekstra, serta mengurangi sensasi panas, perih, dan rasa mengganjal di mata. Kemasan minidose ini sangat steril dan umumnya tidak mengandung pengawet, sehingga sangat aman untuk mata yang sensitif.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Teteskan 1-2 tetes pada mata yang sakit, 3-4 kali sehari atau sesuai kebutuhan.
  • Karena tidak mengandung pengawet, sisa cairan dalam botol minidose harus dibuang 3×24 jam setelah tutupnya dibuka.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Eyefresh Minidose 0.6 ml 5 Catch Cover di Toko Kesehatan Halodoc

4. Insto Dry Eyes 7.5 ml

Jika penyebab utama mata perihmu adalah karena kurangnya produksi air mata (mata kering), maka Insto Dry Eyes adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan varian regulernya, produk ini mengandung bahan aktif Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) yang berfungsi sebagai pelumas dan pelembap mata (air mata buatan).

Insto Dry Eyes sangat efektif mengatasi gejala sindrom mata kering, seperti rasa perih, terbakar, lelah, atau sensasi seperti ada pasir di dalam kelopak mata, yang sering terjadi pada pekerja kantoran, lansia, atau pengguna lensa kontak.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Teteskan 1-2 tetes pada setiap mata, sebanyak 3 kali sehari atau sesuai dengan kebutuhan saat mata mulai terasa kering.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Insto Dry Eyes 7.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Berbagai Penyebab Mata Perih yang Perlu Diwaspadai

Sebelum beli obat mata, ada baiknya kamu mengetahui lebih dalam apa yang sebenarnya memicu rasa perih di matamu. Terkadang, obat tetes biasa tidak akan efektif jika pemicu utamanya tidak dihindari. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling umum:

1. Sindrom Mata Kering (Dry Eye Syndrome)

Mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak memproduksi air mata dalam jumlah yang cukup, atau air mata menguap terlalu cepat. Hal ini membuat permukaan mata kehilangan pelumas alaminya, sehingga menyebabkan gesekan antara kelopak mata dan kornea yang memicu rasa perih dan terbakar.

2. Alergi (Konjungtivitis Alergi)

Paparan alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau tungau debu bisa memicu reaksi alergi pada mata. Sistem imun akan melepaskan histamin, yang menyebabkan pembuluh darah di mata membesar. Gejalanya khas berupa rasa sangat perih, gatal yang tak tertahankan, merah, dan berair berlebihan.

3. Paparan Iritan Lingkungan

Asap kendaraan bermotor, polusi udara, asap rokok, uap bawang merah saat memasak, hingga klorin di kolam renang adalah iritan bahan kimia yang langsung bisa melukai lapisan film air mata. Iritasi ini sering kali bersifat sementara namun sangat menyiksa.

4. Mata Lelah akibat Gadget (Computer Vision Syndrome)

Terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel akan membuat frekuensi berkedip menurun drastis. Biasanya manusia berkedip sekitar 15-20 kali per menit, namun saat fokus ke layar, angka ini turun menjadi hanya 5-7 kali. Kurangnya berkedip membuat air mata cepat menguap dan memicu mata perih yang disertai sakit kepala ringan.

Studi Mengenai Computer Vision Syndrome

Journal of Clinical and Diagnostic Research menerbitkan studi di tahun 2015 yang menjelaskan bahwa penggunaan layar digital lebih dari 3 jam sehari memiliki korelasi kuat dengan tingginya kasus sindrom mata kering dan kelelahan mata (asthenopia) pada pekerja modern.

Studi ini menekankan bahwa cahaya biru (blue light) dari layar serta berkurangnya refleks berkedip memegang peranan krusial dalam memicu kerusakan ringan pada lapisan air mata. Oleh sebab itu, modifikasi gaya hidup dan penggunaan pelumas mata sangat dianjurkan untuk pencegahan jangka panjang.

Jika kondisi tidak membaik setelah perawatan mandiri, kamu bisa langsung konsultasi ke dokter mata untuk mendapatkan pemeriksaan medis yang lebih komprehensif terkait kondisi retinamu.

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2024. Dry Eye Syndrome.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Dry eyes – Symptoms and causes.
National Eye Institute. Diakses pada 2024. Dry Eye.
WebMD. Diakses pada 2024. Why Are My Eyes Burning?

FAQ

1. Apakah mata perih merupakan tanda penyakit serius?

Pada sebagian besar kasus, mata perih disebabkan oleh kelelahan, alergi, atau sindrom mata kering yang bersifat ringan. Namun, jika rasa perih disertai dengan pandangan kabur yang tidak kunjung hilang, nyeri hebat, atau kotoran mata berwarna kehijauan, hal tersebut bisa menandakan infeksi bakteri berat atau ulkus kornea yang membutuhkan penanganan medis segera.

2. Berapa lama pemakaian obat tetes mata merah yang aman?

Obat tetes mata yang mengandung dekongestan (seperti Tetrahydrozoline) untuk meredakan mata merah dan perih sebaiknya tidak digunakan lebih dari 3 hingga 5 hari berturut-turut. Penggunaan berlebihan justru dapat menyebabkan efek rebound, di mana mata akan menjadi lebih merah dan lebih perih setelah efek obatnya habis.

3. Apakah mengompres mata bisa meredakan rasa perih?

Ya, mengompres mata sangat dianjurkan. Kamu bisa menggunakan kompres hangat jika perih disebabkan oleh mata kering atau kelenjar minyak yang tersumbat (seperti bintitan). Sebaliknya, gunakan kompres dingin yang bersih untuk meredakan perih dan bengkak akibat reaksi alergi.

4. Kapan harus ke dokter karena mata perih?

Segera hubungi dokter jika mata perih terjadi setelah mata terkena percikan bahan kimia, tertusuk benda asing, atau jika kamu merasakan sensitivitas yang sangat parah terhadap cahaya (fotofobia). Jangan sembarangan menggunakan tetes mata yang mengandung kortikosteroid tanpa resep dari dokter spesialis mata.